Apakah Kuningan Mengandung Emas? Kenali Perbedaannya dengan Emas Asli

Pernah melihat perhiasan atau aksesori berwarna kuning keemasan dan bertanya-tanya, apakah kuningan mengandung emas? Sekilas, kuningan memang memiliki warna yang menyerupai emas. Namun, keduanya merupakan jenis logam yang berbeda.
Kuningan tidak mengandung emas secara alami. Kuningan merupakan paduan logam yang terutama terdiri dari tembaga dan seng. Sementara itu, emas merupakan unsur logam tersendiri yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat digunakan sebagai aset maupun bahan perhiasan.
Meski sama-sama memiliki warna kekuningan, emas dan kuningan mempunyai perbedaan dari sisi komposisi, kepadatan, kadar, sifat fisik, hingga nilai jual.
Lalu, bagaimana cara membedakan emas dan kuningan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apakah Kuningan Mengandung Emas?
Tidak, kuningan tidak mengandung emas sebagai komponen utamanya. Kuningan adalah paduan logam yang terbuat dari tembaga dan seng dengan komposisi yang dapat berbeda-beda sesuai kebutuhan penggunaannya.
Warna kuningan dapat terlihat kuning keemasan sehingga sekilas menyerupai emas. Kemiripan inilah yang terkadang membuat orang sulit membedakan keduanya, terutama jika hanya melihat warna permukaannya.
Sementara itu, emas adalah logam mulia yang memiliki karakteristik dan nilai berbeda. Kandungan emas pada perhiasan biasanya dinyatakan menggunakan kadar atau karat, misalnya 10K, 18K, 22K, hingga 24K.
Jadi, kuningan bukanlah emas dengan kadar rendah. Keduanya merupakan material yang berbeda.
Baca Juga: Cara Mengetahui Kadar Emas yang Bagus untuk Perhiasan
Mengapa Kuningan Terlihat Seperti Emas?
Kemiripan warna kuningan dengan emas berasal dari komposisi tembaga dan seng di dalamnya. Perbandingan kedua logam tersebut dapat memengaruhi warna akhir kuningan, mulai dari kuning terang hingga warna yang lebih kemerahan.
Karena tampilannya menarik dan relatif mudah dibentuk, kuningan banyak digunakan untuk berbagai produk, seperti aksesori, ornamen dekoratif, komponen industri, hingga perhiasan imitasi.
Namun, warna yang menyerupai emas tidak menunjukkan bahwa suatu benda benar-benar terbuat dari emas.
Apa Itu Kuningan?
Kuningan adalah paduan logam yang umumnya terdiri dari tembaga dan seng. Komposisinya dapat dibuat berbeda untuk menghasilkan karakteristik tertentu, seperti tingkat kekuatan, warna, dan kemudahan dalam proses pembentukan.
Kuningan dikenal sebagai material yang cukup mudah dikerjakan sehingga banyak dimanfaatkan dalam proses manufaktur.
Dalam kehidupan sehari-hari, material ini dapat ditemukan pada berbagai produk, termasuk aksesori dekoratif dan perhiasan imitasi yang memiliki tampilan menyerupai emas.
Berbeda dengan emas, kuningan tidak memiliki kadar karat. Oleh karena itu, angka seperti 375, 750, 916, atau 999 yang digunakan untuk menunjukkan kadar emas tidak berlaku sebagai penanda kadar kuningan.
Baca Juga: Arti Kode Huruf pada Perhiasan Emas, Lengkap & Mudah Dipahami
Kelebihan Kuningan
Meskipun bukan logam mulia, kuningan memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan.
1. Tidak Mudah Berkarat
Kuningan tidak mengalami karat seperti besi karena tidak memiliki kandungan besi sebagai unsur utama.
Meski demikian, bukan berarti kuningan sepenuhnya bebas dari perubahan permukaan. Kuningan tetap dapat mengalami korosi atau oksidasi ketika terpapar kondisi lingkungan tertentu.
2. Mudah Dibentuk
Kuningan relatif mudah dibentuk dan dikerjakan dalam proses manufaktur. Karakter tersebut membuatnya dapat digunakan untuk menghasilkan berbagai bentuk dan desain produk.
Inilah salah satu alasan kuningan cukup populer sebagai material untuk aksesori, ornamen, dan berbagai komponen lainnya.
3. Memiliki Warna Menarik
Warna kuning keemasan menjadi salah satu daya tarik utama kuningan. Tampilannya dapat menyerupai emas sehingga sering digunakan pada produk dekoratif atau aksesori yang membutuhkan kesan elegan.
Namun, warna tersebut tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator untuk menentukan keaslian emas.
Baca Juga: Kenapa Emas Batangan Lebih Mahal dari Emas Perhiasan? Ini Jawabannya!
Kekurangan Kuningan
Di samping memiliki berbagai kelebihan, kuningan juga mempunyai beberapa kekurangan.
Salah satunya adalah kecenderungan mengalami perubahan warna atau oksidasi pada kondisi tertentu. Permukaan kuningan dapat membentuk lapisan patina sehingga tampilannya menjadi lebih kusam atau berubah warna.
Kuningan juga dapat mengalami korosi apabila berada dalam lingkungan yang sesuai untuk terjadinya reaksi tersebut. Karena itu, produk berbahan kuningan tetap membutuhkan perawatan agar penampilannya terjaga.
Hal ini berbeda dengan emas yang memiliki karakteristik kimia lebih stabil dan tidak mudah mengalami oksidasi dalam kondisi penggunaan sehari-hari.
Cara Membedakan Emas dan Kuningan
Karena memiliki tampilan yang mirip, mengetahui cara membedakan emas dan kuningan dapat membantu kamu menghindari kesalahan ketika membeli atau menilai suatu perhiasan.
Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan.
1. Perhatikan Warna
Kuningan memiliki warna kuning keemasan yang dapat menyerupai emas. Namun, warna kuningan umumnya dapat terlihat lebih kusam atau kemerahan, tergantung komposisi tembaga dan seng.
Emas juga memiliki variasi warna berdasarkan campuran logamnya, tetapi emas kuning umumnya memiliki warna yang lebih khas dan stabil.
Karena warna dapat dipengaruhi oleh proses finishing, jangan menentukan keaslian emas hanya berdasarkan warna.
2. Periksa Kode atau Cap pada Perhiasan
Perhiasan emas umumnya memiliki cap yang menunjukkan kadar emasnya.
Beberapa contoh kode yang umum ditemukan antara lain:
- 375 = sekitar 37,5% emas.
- 585 = sekitar 58,5% emas.
- 750 = sekitar 75% emas atau 18 karat.
- 916 = sekitar 91,6% emas atau 22 karat.
- 999 = sekitar 99,9% emas atau mendekati 24 karat.
Kuningan tidak menggunakan kode kadar emas tersebut. Pada beberapa produk, kamu mungkin menemukan tulisan seperti “brass” yang menunjukkan materialnya adalah kuningan.
Namun, cap atau tulisan pada benda juga sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar untuk memastikan keaslian. Jika nilai barang cukup tinggi, pemeriksaan oleh pihak yang kompeten dapat memberikan hasil yang lebih meyakinkan.
3. Bandingkan Kepadatan dan Bobot
Emas memiliki kepadatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kuningan. Karena itu, benda emas dengan ukuran yang sama biasanya terasa lebih berat dibandingkan benda berbahan kuningan.
Meski demikian, pengujian berdasarkan bobot saja belum cukup untuk memastikan keaslian emas karena berat juga dipengaruhi oleh ukuran, desain, dan material benda.
4. Perhatikan Perubahan Permukaan
Kuningan dapat mengalami oksidasi sehingga permukaannya berpotensi berubah warna atau menjadi lebih kusam seiring waktu.
Emas relatif stabil dan tidak mudah mengalami oksidasi dalam penggunaan normal. Namun, perhiasan emas juga dapat terlihat kusam akibat kotoran, goresan, atau lapisan material lain pada permukaannya.
5. Periksa dengan Metode Pengujian yang Tepat
Beberapa metode pengujian emas dapat dilakukan untuk mengetahui kandungan logamnya, seperti pengujian kadar oleh pihak profesional.
Untuk perhiasan yang memiliki nilai cukup tinggi, sebaiknya gunakan metode pemeriksaan yang tidak merusak barang dan dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi.
Hindari mengandalkan satu metode sederhana saja karena hasil pengujian rumahan belum tentu akurat.
6. Bandingkan Nilai Jual
Emas memiliki nilai jual yang jauh berbeda dari kuningan karena emas merupakan logam mulia dengan nilai pasar tersendiri.
Sementara itu, nilai produk kuningan lebih banyak ditentukan oleh jenis barang, berat, kualitas material, desain, serta fungsi produk tersebut.
Jadi, apabila sebuah benda diklaim sebagai emas tetapi dijual dengan harga yang tidak masuk akal, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum membelinya.
Apakah Kuningan Bisa Dijadikan Investasi?
Kuningan dan emas memiliki tujuan kepemilikan yang berbeda. Kuningan lebih banyak digunakan sebagai material untuk produk tertentu, sedangkan emas dapat dimiliki sebagai perhiasan sekaligus aset bernilai.
Karena itu, jika tujuan utamanya adalah investasi logam mulia, emas lebih relevan dibandingkan kuningan.
Untuk investasi, jenis emas yang digunakan juga perlu diperhatikan. Emas batangan dengan kadar tinggi umumnya lebih sesuai untuk tujuan investasi dibandingkan perhiasan dengan kadar emas yang lebih rendah karena terdapat faktor desain dan biaya pembuatan pada perhiasan.
Cara Membeli Emas untuk Investasi
Jika ingin mulai memiliki emas sebagai aset, kamu tidak harus langsung membeli emas dalam jumlah besar.
Salah satu pilihan yang tersedia adalah Cicil Emas Pegadaian. Melalui layanan ini, kamu dapat memiliki emas secara bertahap dengan skema angsuran sesuai pilihan tenor yang tersedia.
Emas yang dicicil merupakan emas 24 karat bersertifikat resmi dari merek atau produsen. Kepemilikan emas dapat menjadi pilihan bagi kamu yang ingin mulai membangun aset emas secara bertahap.
Pengajuan Cicil Emas dapat dilakukan melalui Tring! by Pegadaian maupun kantor cabang Pegadaian.
Sebelum mengajukan, kamu dapat memperkirakan besaran cicilan menggunakan fitur Simulasi Cicil Emas sehingga dapat menyesuaikannya dengan kemampuan finansial.
Dengan begitu, kamu tidak perlu menyamakan kuningan dengan emas hanya karena keduanya memiliki warna yang serupa. Kuningan tidak mengandung emas sebagai bahan penyusunnya, sedangkan emas merupakan logam mulia dengan kadar dan nilai yang dapat diukur.
Jadi, jika tujuanmu adalah memiliki aset emas, pastikan membeli dari tempat resmi dan perhatikan kadar, sertifikat, serta informasi produk sebelum melakukan transaksi.
Baca Juga: Ini 8 Ciri-Ciri Cincin Emas Asli, Wajib Tahu Sebelum Beli!
Berita dan Artikel Lainnya

Emas
Gelang Emas Patah Rugi Berapa? Cek Potongan & Tips Jualnya
Gelang emas patah rugi berapa? Umumnya 5–10% dari harga emas atau lebih. Simak persentase potongannya dan tips jual emas agar tetap menguntungkan di sini!

Emas
Cara Mengelola Keuangan Agar Tidak Habis Di Tengah Bulan
Setiap pekerja akan menerima gaji setiap bulannya. Gajian menjadi momen yang paling dinantikan oleh hampir seluruh karyawan.

Emas
Sejarah Emas: Awal Mula Pertambangan & Manfaat Ekonomisnya
Mengenali sejarah emas bisa membantu sahabat mengapresiasi aset investasi ini. Untuk memahami manfaatnya, mari pahami awal mula penemuannya di sini.

