Bonds Payable: Definisi, Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya

Oleh Pegadaian dalam Edukasi

18 July 2026
Bagikan :
image detail artikel

Saat perusahaan membutuhkan dana dalam jumlah besar untuk ekspansi bisnis, pengembangan proyek, atau kebutuhan operasional jangka panjang, salah satu instrumen yang sering digunakan adalah obligasi.

Namun, di balik penerbitan obligasi tersebut, terdapat komponen penting dalam pencatatan akuntansi yang perlu dipahami, yaitu bonds payable.

Bonds payable adalah istilah yang tidak hanya berkaitan dengan kewajiban perusahaan kepada investor, tetapi juga memengaruhi kondisi keuangan yang tercatat dalam laporan keuangan.

Lalu, sebenarnya apa itu bonds payable dan bagaimana perannya dalam dunia bisnis maupun investasi? Simak pembahasan artikel ini sampai akhir untuk memahami seluk-beluknya secara lebih mendalam.

Apa Itu Bonds Payable?

Bonds payable adalah kewajiban jangka panjang yang muncul ketika perusahaan, lembaga, atau pemerintah menerbitkan obligasi untuk memperoleh pendanaan dari investor.

Melalui penerbitan obligasi tersebut, penerbit menerima sejumlah dana dari investor dan memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan pokok pinjaman beserta imbal hasil sesuai ketentuan yang telah disepakati.

Dalam praktiknya, ketika seseorang membeli obligasi, investor pada dasarnya memberikan pinjaman kepada pihak penerbit.

Sebagai gantinya, penerbit akan membayarkan kupon atau imbal hasil secara berkala selama masa berlaku obligasi, lalu mengembalikan nilai pokoknya saat jatuh tempo.

Dari sudut pandang akuntansi, bonds payable adalah utang yang dicatat pada sisi liabilitas dalam laporan posisi keuangan karena perusahaan memiliki kewajiban pembayaran kepada pemegang obligasi di masa mendatang.

Umumnya, kewajiban ini termasuk dalam kategori liabilitas jangka panjang karena masa pelunasannya dapat berlangsung selama beberapa tahun.

Nilai obligasi yang diterbitkan juga tidak selalu sama dengan nilai nominalnya. Dalam kondisi tertentu, obligasi dapat dijual dengan harga lebih tinggi (premium), lebih rendah (diskonto), atau sama dengan nilai nominalnya.

Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kondisi pasar dan tingkat imbal hasil yang berlaku saat obligasi diterbitkan.

Jenis-Jenis Bond Payable

Bonds payable dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori berdasarkan karakteristik tertentu, mulai dari pihak penerbit, nilai nominal, sistem imbal hasil, hingga hak yang dimiliki investor. Berikut penjelasan masing-masing jenisnya.

1. Berdasarkan Penerbit

Jenis bonds payable berdasarkan penerbitnya terbagi menjadi tiga, yaitu:

  • Obligasi Korporasi: Obligasi korporasi diterbitkan oleh perusahaan untuk memperoleh tambahan modal. Dana yang diperoleh biasanya digunakan untuk ekspansi usaha, pengembangan produk, pembelian aset, atau kebutuhan operasional lainnya.
  • Obligasi Pemerintah: Jenis obligasi ini diterbitkan oleh pemerintah untuk membantu pembiayaan anggaran negara dan berbagai program pembangunan nasional. Investor yang membeli obligasi pemerintah secara tidak langsung turut mendukung pembiayaan negara.
  • Obligasi Daerah: Obligasi daerah diterbitkan oleh pemerintah daerah guna mendanai proyek tertentu, seperti pembangunan infrastruktur, fasilitas publik, atau peningkatan layanan masyarakat.


2. Berdasarkan Nominal

Selain berdasarkan penerbit, bonds payable juga dapat dikelompokkan berdasarkan nominal yang ditawarkan kepada investor, yaitu:

  • Conventional Bonds: Conventional bonds umumnya diterbitkan dalam nilai yang relatif besar sehingga lebih banyak ditujukan kepada investor institusi atau investor dengan modal besar.
  • Retail Bonds: Retail bonds memiliki nilai pembelian yang lebih terjangkau sehingga memungkinkan masyarakat umum untuk berpartisipasi sebagai investor obligasi.


Baca juga: Memahami 6 Perbedaan SBN dan Obligasi, Investor Wajib Tahu!

3. Berdasarkan Perhitungan Imbal Hasil

Jika ditinjau dari mekanisme perhitungan imbal hasil, bonds payable terdiri atas:

  • Conventional Bonds: Pada jenis ini, investor memperoleh imbal hasil berupa bunga dengan besaran yang telah ditentukan sesuai ketentuan penerbitan obligasi.
  • Syariah Bonds: Syariah bonds atau sukuk menggunakan prinsip syariah dalam pembagian keuntungan. Imbal hasil yang diberikan tidak berasal dari bunga, melainkan berdasarkan akad dan mekanisme yang sesuai dengan prinsip syariah.


4. Berdasarkan Hak Penukaran

Hak yang dimiliki pemegang obligasi maupun penerbit dapat membedakan karakteristik suatu obligasi. Oleh karena itu, bonds payable berdasarkan hak penukaran dibagi menjadi:

  • Convertible Bond: Convertible bond memberikan hak kepada investor untuk mengubah obligasi yang dimiliki menjadi saham perusahaan dalam kondisi tertentu.
  • Exchangeable Bond: Jenis obligasi ini memungkinkan investor menukarkan obligasinya dengan saham perusahaan lain yang masih memiliki hubungan dengan penerbit.
  • Callable Bond: Callable bond memberikan hak kepada penerbit untuk membeli kembali obligasi sebelum tanggal jatuh tempo sesuai syarat yang telah ditentukan.
  • Putable Bond: Sebaliknya, putable bond memberikan hak kepada investor untuk menjual kembali obligasi kepada penerbit sebelum masa jatuh tempo.


5. Berdasarkan Jaminan

Keberadaan aset sebagai jaminan juga menjadi faktor yang membedakan jenis bonds payable. Berikut ini pembagiannya:

  • Secured Bonds: Secured bonds didukung oleh aset tertentu sebagai jaminan. Jika penerbit mengalami kesulitan memenuhi kewajibannya, aset tersebut dapat digunakan untuk melindungi kepentingan investor.
  • Unsecured Bonds: Unsecured bonds tidak memiliki aset khusus sebagai jaminan. Namun, investor tetap memiliki hak atas kekayaan umum penerbit apabila terjadi gagal bayar.


6. Berdasarkan Kupon

Berdasarkan karakteristik kupon yang diberikan kepada investor, bonds payable dapat dibedakan menjadi:

  • Zero Coupon Bonds: Obligasi ini tidak memberikan pembayaran kupon secara berkala. Investor memperoleh keuntungan dari selisih harga beli dengan nilai yang diterima saat jatuh tempo.
  • Coupon Bonds: Pemegang obligasi menerima kupon yang dapat dicairkan sesuai jadwal pembayaran yang telah ditentukan.
  • Fixed Coupon Bonds: Jenis ini menawarkan tingkat kupon tetap selama masa berlaku obligasi sehingga investor dapat memperkirakan pendapatan yang akan diterima.
  • Floating Coupon Bonds: Besaran kupon pada obligasi ini dapat berubah mengikuti acuan tertentu, misalnya pergerakan suku bunga pasar.
  • Combination Rate Bonds: Combination rate bonds menggabungkan unsur kupon tetap dan kupon mengambang dalam satu instrumen obligasi.


Kelebihan Bonds Payable

Sebelum berinvestasi atau memanfaatkan obligasi sebagai instrumen pendanaan, penting untuk memahami berbagai keuntungan yang ditawarkannya. Berikut beberapa kelebihan bonds payable yang perlu diketahui.

1. Memberikan Pendapatan yang Relatif Stabil

Obligasi umumnya menawarkan pembayaran kupon secara berkala sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kondisi ini membuat investor memiliki potensi pemasukan yang lebih terprediksi dibandingkan dengan beberapa instrumen investasi lainnya.

2. Risiko Cenderung Lebih Rendah Dibandingkan Saham

Pergerakan harga obligasi umumnya lebih stabil dibandingkan dengan saham. Oleh karena itu, instrumen ini sering menjadi pilihan bagi investor yang mengutamakan kestabilan dan ingin menghindari fluktuasi harga yang terlalu tinggi.

3. Memiliki Prioritas Klaim Saat Terjadi Kebangkrutan

Jika penerbit mengalami masalah keuangan atau kebangkrutan, pemegang obligasi biasanya memiliki prioritas klaim yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemegang saham dalam proses penyelesaian kewajiban perusahaan.

Baca juga: Surat Utang Negara: Tujuan, Jenis, Hingga Cara Membelinya

4. Membantu Perusahaan Mendapatkan Dana Jangka Panjang

Dari sisi penerbit, obligasi dapat menjadi alternatif pendanaan untuk memperoleh modal dalam jumlah besar tanpa harus melepas kepemilikan perusahaan kepada investor baru.

5. Jangka Waktu Investasi yang Beragam

Obligasi tersedia dalam berbagai tenor, mulai dari jangka menengah hingga jangka panjang. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi investor untuk menyesuaikan investasi dengan tujuan keuangan yang dimiliki.

Kekurangan Bonds Payable

Meskipun menawarkan sejumlah keuntungan, bonds payable juga memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan investasi.

1. Fluktuasi Suku Bunga

Harga obligasi memiliki hubungan yang erat dengan pergerakan suku bunga. Ketika suku bunga pasar meningkat, harga obligasi yang sudah beredar biasanya akan mengalami penurunan sehingga dapat memengaruhi nilai investasi.

2. Kemungkinan Penerbit Tidak Memenuhi Kewajiban

Terdapat kemungkinan penerbit tidak mampu memenuhi kewajibannya dalam membayar kupon maupun pokok obligasi. Risiko ini umumnya lebih tinggi pada penerbit yang memiliki kondisi keuangan kurang stabil.

3. Kesulitan Menjual Obligasi di Pasar

Tidak semua obligasi mudah diperjualbelikan di pasar. Dalam kondisi tertentu, investor mungkin mengalami kesulitan menjual obligasi dengan harga yang diharapkan.

4. Potensi Keuntungan Lebih Terbatas

Dibandingkan dengan saham yang memiliki peluang pertumbuhan nilai lebih tinggi, potensi keuntungan obligasi cenderung lebih terbatas karena besaran imbal hasilnya telah ditentukan sejak awal.

5. Terpengaruh Kondisi Ekonomi

Perubahan kondisi ekonomi, inflasi, maupun kebijakan moneter dapat memengaruhi harga dan daya tarik obligasi di pasar sehingga berdampak pada nilai investasi yang dimiliki investor.

Pada dasarnya, bonds payable mencerminkan kewajiban yang timbul ketika perusahaan atau pemerintah memperoleh dana melalui penerbitan obligasi.

Pemahaman mengenai konsep ini dapat membantu kamu memahami cara kerja obligasi, termasuk manfaat dan risiko yang menyertainya.

Selain menjadi sumber pendanaan jangka panjang bagi penerbit, obligasi juga dapat menjadi pilihan investasi yang menawarkan pendapatan relatif stabil dengan tingkat risiko yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan saham.

Namun, dalam kondisi tertentu, investor bisa saja membutuhkan dana cepat untuk berbagai keperluan.

Di sisi lain, menjual obligasi atau saham yang dimiliki belum tentu menjadi pilihan yang tepat, terutama jika aset tersebut masih memiliki potensi nilai atau sedang dipertahankan sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang.

Sebagai alternatif, kamu dapat memanfaatkan layanan Gadai Saham & Obligasi dari Pegadaian. Melalui layanan ini, nasabah dapat mengajukan pinjaman dengan jaminan efek berupa saham maupun obligasi.

Dengan demikian, aset investasi tetap dimiliki, sementara kebutuhan dana dapat terpenuhi sesuai nilai jaminan yang dimiliki.

Selain itu, layanan Gadai Saham & Obligasi menawarkan fleksibilitas dalam penentuan jumlah pinjaman yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Pegadaian juga menyediakan plafon pembiayaan hingga miliaran rupiah sehingga dapat menjadi solusi bagi nasabah yang membutuhkan dana dalam jumlah besar.

Sebelum mengajukan layanan Gadai Saham & Obligasi, pastikan kamu telah menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan sesuai kategori nasabah. Kelengkapan dokumen ini diperlukan untuk membantu proses verifikasi dan pengajuan pinjaman berjalan lebih lancar.

Untuk nasabah retail, dokumen yang perlu dipersiapkan meliputi KTP atau paspor, NPWP, SID, laporan portofolio kepemilikan efek, nomor rekening bank, dan nomor handphone.

Sementara itu, nasabah korporasi perlu melengkapi dokumen identitas dan legalitas perusahaan, seperti KTP atau paspor perwakilan institusi, NPWP individu atau perwakilan institusi, NPWP institusi, SID institusi, AD/ART, serta akta pendirian usaha.

Selain itu, nasabah korporasi juga perlu menyiapkan laporan keuangan, laporan portofolio kepemilikan efek, nomor rekening bank, dan nomor handphone perwakilan institusi.

Pengajuan pinjaman dapat dilakukan melalui layanan Call Center Pegadaian di 1500-569. Jika memerlukan informasi lebih lanjut terkait layanan, silakan menghubungi Unit Gadai Efek Pegadaian melalui nomor WhatsApp di 0813 8000 4200 dan 0819 4500 8000.

Jadi, mari manfaatkan layanan Gadai Saham & Obligasi Pegadaian untuk mendapatkan solusi pembiayaan tanpa harus melepas kepemilikan saham maupun obligasi yang berizin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga: Obligasi vs Emas, Mana yang Cocok untuk Jangka Panjang?

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved