Reksadana vs Emas, Mana yang Tepat untuk Investasi?

Investasi populer kini terus berubah, tetapi dua pilihan yang sering menjadi perbincangan di kalangan investor adalah reksadana vs emas.
Keduanya cocok untuk investor pemula karena memiliki risiko yang relatif ringan dibanding instrumen lain, tetapi karakter dan tujuan keduanya sangat berbeda.
Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut perbedaan utama antara reksadana dan emas supaya kamu bisa memilih mana yang paling sesuai dengan tujuan finansialmu.
Apa Itu Reksadana dan Emas?
Reksadana adalah wadah investasi yang menghimpun dana dari banyak investor, lalu dikelola oleh manajer investasi ke berbagai aset seperti saham, obligasi, atau deposito. Tujuan utamanya adalah memaksimalkan nilai dana di masa depan.
Sementara itu, emas merupakan logam berharga yang sudah lama menjadi pilihan investasi karena nilainya cenderung stabil dan tahan terhadap perubahan ekonomi serta inflasi. Investasi emas juga bisa dilakukan dalam bentuk emas fisik maupun digital.
Baca juga: Lebih Baik Emas Fisik atau Digital? Ini Perbandingannya
Perbedaan Reksadana vs Emas
Berikut ini perbedaan antara investasi reksadana dan emas yang perlu kamu pahami agar tidak salah dalam berinvestasi.
1. Modal Awal Investasi
Reksadana dikenal sebagai instrumen yang ramah untuk pemula karena bisa dimulai dengan dana kecil. Saat ini, banyak produk reksadana yang dapat dibeli mulai dari sekitar Rp10 ribu saja.
Berbeda dengan emas fisik yang membutuhkan dana lebih besar per gramnya. Meski begitu, keterbatasan modal bukan lagi hambatan karena emas juga bisa dibeli dengan sistem cicilan atau melalui tabungan emas.
Misalnya, di Pegadaian, nasabah dapat mulai menabung emas dari pecahan sangat kecil yaitu sekitar 0,01 gram atau setara kurang lebih Rp10 ribuan. Dengan pilihan ini, investasi emas tidak lagi harus menunggu punya dana besar di awal.
2. Nilai Investasi
Jika melihat perbedaan reksadana vs emas dari sisi pergerakan nilai, emas dikenal relatif stabil dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Namun, kenaikannya biasanya tidak terlalu cepat sehingga kurang ideal untuk target jangka pendek.
Adapun rata-rata imbal hasil emas berkisar 5%–20% per tahun. Untuk hasil yang benar-benar terasa, investasi emas lebih cocok disimpan dalam jangka panjang, bahkan bisa mencapai 10 tahun atau lebih.
Sementara itu, reksadana menawarkan peluang pertumbuhan nilai yang lebih tinggi. Besarnya hasil tentu bergantung pada jenis reksadana yang dipilih.
Misalnya, reksadana saham umumnya memberikan potensi return lebih besar dibanding reksadana pasar atau pendapatan tetap.
3. Imbal Hasil
Berdasarkan analisis pasar modal, reksadana cenderung menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding emas. Dalam beberapa periode, keuntungan emas bisa berada di posisi stagnan atau naik sangat lambat.
Sebaliknya, kinerja reksadana relatif lebih dinamis dan berpeluang terus meningkat seiring pertumbuhan pasar keuangan dan kinerja aset yang dikelola.
4. Risiko Investasi
Dari segi kestabilan nilai, emas tergolong lebih aman karena jarang mengalami penurunan drastis. Risiko utama emas biasanya berkaitan dengan penyimpanan, terutama jika berbentuk fisik.
Sedangkan reksadana memiliki risiko yang lebih beragam, seperti penurunan nilai unit penyertaan, risiko likuiditas saat banyak investor mencairkan dana bersamaan, hingga risiko gagal bayar dari pihak penerbit instrumen tertentu.
Namun, kelebihan reksadana adalah bentuknya non-fisik sehingga tidak ada risiko pemalsuan seperti pada emas batangan.
Baca juga: Apakah Tabungan Emas Pegadaian Bisa Diambil Semua?
5. Diversifikasi Investasi
Jika membandingkan diversifikasi investasi reksadana vs emas, reksadana sangat mendukung strategi diversifikasi. Investor bisa membagi dana ke beberapa jenis reksadana sekaligus, seperti pasar uang, pendapatan tetap, dan saham untuk menekan risiko kerugian.
Emas juga bisa dijadikan bagian dari diversifikasi, tetapi pilihannya lebih terbatas. Umumnya hanya melalui tabungan emas atau kepemilikan emas batangan dalam jumlah tertentu.
6. Pengelolaan dan Penyimpanan
Investasi emas fisik menuntut tanggung jawab penuh dari pemiliknya, mulai dari menjaga keamanan, memilih tempat penyimpanan, hingga memantau waktu yang tepat untuk membeli atau menjual.
Sebaliknya, reksadana cenderung lebih praktis. Pengelolaan dana sepenuhnya dilakukan oleh manajer investasi profesional. Investor tidak perlu mengatur portofolio sendiri atau memikirkan penyimpanan aset karena seluruh proses sudah ditangani oleh pihak pengelola.
Demikian ulasan tentang investasi reksadana vs emas. Setelah memahami perbedaannya, pilihan terbaik tetap kembali pada tujuan dan kebutuhan finansial masing-masing individu.
Bila kamu menginginkan instrumen yang nilainya cenderung meningkat dalam jangka panjang, relatif stabil, dan mampu menjaga nilai aset dari inflasi, emas bisa menjadi opsi yang layak dipertimbangkan.
Bagi pemula yang ingin berinvestasi dengan cara praktis, Pegadaian menyediakan layanan Tabungan Emas yang memungkinkan pembelian emas mulai dari sekitar Rp10 ribuan.
Menariknya, Saldo Tabungan Emas dijamin dalam bentuk emas 24 karat dan bersifat likuid. Artinya, saldo dapat dicairkan, dikonversikan menjadi emas fisik, atau ditransfer ke sesama pemilik Tabungan Emas.
Setelah saldo emas bertambah, kamu juga dapat mengembangkannya melalui fitur Deposito Emas agar berpeluang memperoleh hasil tambahan.
Layanan Deposito Emas bisa dimulai dengan kepemilikan minimal 5 gram. Emas yang disimpan akan dikelola langsung oleh Pegadaian, lalu investor memperoleh imbal hasil dalam bentuk gram emas sesuai jangka waktu yang dipilih.
Pilihan tenornya cukup beragam, mulai dari 6, 9, sampai 12 bulan. Seluruh proses pengajuan juga dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Tring! by Pegadaian sehingga lebih praktis.
Sebelum menggunakan layanan ini, pastikan kamu sudah memiliki rekening Tabungan Emas dan upgrade akun ke versi premium. Jika ingin memperkirakan potensi hasilnya terlebih dahulu, kamu juga bisa mencoba fitur Simulasi Tabungan Emas yang tersedia.
Tunggu apa lagi? Segera mulai menabung emas di Pegadaian dari sekarang dan bangun masa depan finansial yang lebih aman dan terencana bersama Pegadaian.
Baca juga: Cara Mudah Transaksi Investasi Emas Via Tring! by Pegadaian
Berita dan Artikel Lainnya

Berita
Apakah Menabung Emas di Pegadaian Aman? Ini Faktanya!
Apakah menabung emas di Pegadaian aman? Pegadaian telah berizin dan diawasi OJK. Cari tahu lebih lanjut sistem keamanan transaksinya di sini!

Berita
Pegadaian Perkuat Integritas Perusahaan Lewat Pelatihan Penyuluh Antikorupsi
Pegadaian memperkuat budaya integritas dan tata kelola perusahaan lewat pelatihan penyuluh antikorupsi bersama KPK. Simak selengkapnya di sini!

Berita
Humas Pegadaian Raih Penghargaan Kartini Sahabat Humas Indonesia
Humas Pegadaian Raih Penghargaan Kartini Sahabat Humas Indonesia
