Dukung Green Economy Indonesia, Pegadaian Perkuat Peran Lewat Program MSME

Sebagai dukungan nyata terhadap green economy Indonesia, Pegadaian menghadirkan program Memilah Sampah Menabung Emas (MSME).
Program ini menjadi inisiatif inovatif yang mendorong masyarakat mengelola sampah dengan bijak sekaligus memperoleh manfaat ekonomi melalui Tabungan Emas.
Tidak hanya itu, langkah-langkah nyata yang dilakukan Pegadaian melalui MSME pun diapresiasi secara luas.
Penghargaan bergengsi di tingkat nasional maupun regional diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Jejak Pegadaian dalam Mendorong Green Economy di Indonesia
PT Pegadaian terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung green economy di Indonesia melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Green economy menekankan pertumbuhan ekonomi yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan, dan Pegadaian membuktikan peran aktifnya dalam hal ini.
Sebagai bukti nyata, Pegadaian berhasil meraih beberapa penghargaan bergengsi:
1. The Best Green Program 2023
Penghargaan ini diterima dalam ajang The Indonesia Green Awards, berkat inovasi program Memilah Sampah Menabung Emas (MSME).
Pengakuan ini menegaskan keberhasilan Pegadaian dalam mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.
2. Peringkat Silver ICSA 2024 (Indonesia Corporate Sustainability Award)
Diterima untuk kategori Best Practice in Circular Economy, prestasi ini menunjukkan kemampuan Pegadaian dalam mengelola sampah melalui bank sampah binaannya, FORSEPSI, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dengan pencapaian ini, Pegadaian menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam penerapan konsep ekonomi sirkular dan green economy di Indonesia.
Prestasi-prestasi tersebut menjadi landasan kuat bagi program-program lingkungan Pegadaian, termasuk inisiatif unggulannya, MSME, yang akan dibahas lebih rinci pada bagian berikutnya.
Memilah Sampah Menabung Emas (MSME): Program Unggulan Pegadaian
Sebagai bagian dari dukungan terhadap green economy di Indonesia, Pegadaian menjalankan program Memilah Sampah Menabung Emas (MSME).
MSME berada di bawah lingkup The Gade Environment dan dikelola melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pegadaian untuk mendukung pengelolaan sampah yang tepat, demi lingkungan yang lebih bersih dan lestari.
Salah satu fasilitas yang menjadi bagian dari program ini adalah Bank Sampah, yang membantu masyarakat mengelola sampah dengan tepat.
Program ini sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui Tabungan Emas, sehingga tercipta ekonomi sirkular yang menguntungkan lingkungan dan masyarakat.
Program MSME juga didukung oleh Komitmen Bersama Permen LHK No. 14 Tahun 2021 dengan sejumlah pemerintah daerah, termasuk:
- Kabupaten: Jember, Pangandaran, Bangli
- Kota: Jakarta Pusat, Padang, Makassar, Medan
- Provinsi: Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, Lampung, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur
Dari Januari hingga Desember 2024, Bank Sampah Pegadaian berhasil menyerap 6.669 ton sampah, mendidik 46.247 masyarakat, serta mencatat 15.329 nasabah Tabungan Emas dan 47.135 nasabah Bank Sampah Binaan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan FORSEPSI (Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia) dalam pendampingan Bank Sampah di seluruh wilayah Indonesia.
Selain pengelolaan sampah dan Tabungan Emas, MSME juga mencakup berbagai inisiatif untuk membentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup, antara lain:
- Pendampingan 425 Bank Sampah di seluruh Indonesia.
- Program Literasi Keuangan dan Investasi Emas untuk edukasi masyarakat.
- Green Life Action Movement (GLAM) untuk karyawan Pegadaian.
- Penguatan sarana dan prasarana Bank Sampah yang mendapatkan pembinaan.
- Perlombaan inovasi Bank Sampah untuk mendorong kreativitas pengelolaan sampah.
- Inovasi pengelolaan Bank Sampah yang berkelanjutan.
Program MSME diterapkan melalui lima langkah utama yang membantu masyarakat menabung sambil mengelola sampah secara tepat:
- Nasabah membawa sampah yang sudah dipilah ke Bank Sampah terdekat.
- Petugas melakukan pengecekan dan klasifikasi ulang sampah untuk memastikan setiap jenis sampah diproses dengan benar.
- Kemudian, sampah ditimbang secara terpisah sesuai kategorinya.
- Nilai konversi sampah ke rupiah dicatat dalam Buku Tabungan Sampah milik nasabah.
- Saldo tabungan dapat dikonversikan menjadi Tabungan Emas Pegadaian, yang dapat dipantau secara mudah melalui aplikasi Pegadaian Peduli.
Selain itu, aplikasi Pegadaian Peduli juga memberikan kemudahan bagi pengurus bank sampah untuk mengakses berbagai informasi penting, seperti data pengelolaan sampah harian, jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan, serta nilai konversi yang telah tercatat.
Dengan aplikasi ini, proses pemantauan menjadi lebih transparan, efisien, dan mendukung peningkatan partisipasi masyarakat dalam program MSME.
Inisiatif ini menjadi contoh nyata penerapan green economy di Indonesia, di mana inovasi sosial dan teknologi berjalan seiring untuk menciptakan ekonomi sirkular yang menguntungkan lingkungan sekaligus masyarakat.
Pegadaian berkomitmen melanjutkan pengembangan MSME dan program The Gade Environment lainnya, mendorong lebih banyak masyarakat berperan serta demi masa depan Indonesia yang lebih bersih, lestari, dan sejahtera.
Berita dan Artikel Lainnya

Berita
Memahami Perbedaan Pegadaian Syariah dan Konvensional
Pelajari perbedaan Pegadaian Syariah dan Konvensional untuk memilih layanan sesuai kebutuhan dan prinsipmu. Baca penjelasan lengkapnya di sini.

Berita
Peringati Hari Anak Nasional, Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 Dorong Literasi Keuangan Anak Sejak Dini
Peringati Hari Anak Nasional, Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 Dorong Literasi Keuangan Anak Sejak Dini

Berita
Pegadaian Resmikan The Gade Creative Lounge ke-31 di Universitas Tanjungpura, Perkuat Kolaborasi Dunia Pendidikan
Pegadaian Resmikan The Gade Creative Lounge ke-31 di Universitas Tanjungpura, Perkuat Kolaborasi Dunia Pendidikan
