Inilah 9 Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu Secara Manual

Belakangan, aktivitas penanaman modal terhadap instrumen emas semakin populer dan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
Kondisi ini membuat tren harga emas turut naik secara signifikan. Namun, satu hal penting yang tidak boleh diabaikan adalah memastikan keaslian emas saat hendak bertransaksi.
Pasalnya, risiko praktik penipuan emas palsu masih marak terjadi demi meraup keuntungan besar. Oleh karena itu, para investor harus tetap waspada dan berhati-hati.
Lantas, bagaimana cara membedakan emas asli dan palsu secara manual? Untuk mendapatkan jawabannya, simak pembahasan dalam artikel berikut.
Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu Secara Manual
Upaya pengecekan emas asli dan palsu bisa dilakukan dengan membawanya ke laboratorium untuk pengujian secara profesional sekaligus akurat.
Namun sebelum itu, perbedaan emas asli dan palsu bisa diketahui dengan menerapkan beberapa cara membedakan emas asli dan palsu secara manual di bawah ini:
1. Tes dengan Magnet
Secara umum, emas adalah aset yang tidak mempunyai sifat magnetis. Oleh karena itu, tes keaslian emas bisa dilakukan dengan menggunakan magnet. Cukup dekatkan emas dan magnet.
Jika emas tidak tertarik oleh magnet, maka artinya asli. Namun, perlu dicatat bahwa cara ini lebih akurat pada emas batangan.
Pasalnya, perhiasan emas biasanya mengandung campuran antara emas dan beberapa logam lain. Hal ini memungkinkan perhiasan emas tertarik magnet.
Jadi, tes dengan magnet sebagai alat uji tidak dapat dijadikan patokan atau jaminan untuk memastikan keaslian dari suatu emas.
2. Tetesi Asam Nitrat
Selanjutnya, cobalah meneteskan asam nitrat ke emas yang akan diuji. Emas yang asli umumnya tidak akan menunjukkan reaksi apapun.
Lain halnya dengan itu, emas palsu akan mengalami perubahan warna, seperti:
- Putih susu: Logam perak berlapis emas.
- Kuning keemasan: Logam kuningan yang berlapiskan emas.
- Hijau: Logam besi berlapis emas.
Namun, penting untuk diperhatikan bahwa asam nitrat berbahaya bagi kesehatan pernapasan. Jadi, pertimbangkan risikonya sebelum memutuskan pelaksanaan tes ini.
3. Perhatikan Ciri Fisik Emas
Emas asli dan palsu juga bisa diamati perbedaannya melalui ciri fisik. Emas asli memiliki kode atau cap khusus yang menunjukkan kadar kemurnian.
Indikasi ini dapat dilihat dari ukiran angka, mulai dari 1 sampai 999. Terkadang, ditulis dalam satuan karat, yaitu 17K, 18K, 22K, serta 24K.
Baca juga: Investasi Aman di Era Digital: Pegadaian Mudahkan Masyarakat Wujudkan Rencana Masa Depan dengan Tabungan Emas
4. Gigit Emas
Gigit emas tidak hanya bisa dilakukan oleh atlet setelah memenangkan kompetisi, loh. Pemilik emas fisik dapat menggigit emas untuk membuktikan keasliannya.
Cobalah gigit emas yang dimiliki. Umumnya, emas yang asli akan meninggalkan bekas gigitan. Sebaliknya, emas palsu tidak. Jadi, periksa dengan teliti.
5. Gosok di Keramik
Cara membedakan emas asli dan palsu secara manual berikutnya adalah menggunakan keramik polos. Hal yang perlu dilaksanakan hanyalah gosok atau gores emas ke permukaan keramik.
Lakukan secara perlahan. Apabila muncul goresan gelap, maka emas tersebut bisa dikatakan mengandung campuran logam lain.
Sementara itu, emas asli akan tetap memancarkan warna yang mengilap, tidak pudar, dan tidak meninggalkan goresan hitam walaupun telah digosok atau digores pada keramik.
6. Ukur Massa Jenis Emas
Membuktikan keaslian emas bisa dilakukan dengan menghitung massa jenis. Untuk melakukannya, siapkan air dan gelas.
Isi gelas dengan air dan masukkan emas ke dalamnya untuk mengetahui pergeseran volume. Gunakan rumus Berat Emas (gram) : Pergeseran Volume (ml) untuk mengukur massa jenis.
Sebagai contoh, apabila sebuah emas memiliki berat 38 gram dan menghasilan pergeseran volume 2 ml, maka massa jenisnya adalah 19 g/ml.
Massa jenis emas asli 24 karat adalah sekitar 19,3 g/ml. Apabila hasilnya mendekati angka tersebut, maka kemungkinan besar emas yang dites asli.
Sebagai catatan, perlu diingat bahwa tingkat kemurnian emas menurut densitas bisa berbeda-beda. Adapun beberapa contoh pengukurannya adalah sebagai berikut:
Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong dan Tips Menghindarinya
7. Tes Suara Dering
Uji keaslian emas lainnya adalah melalui tes suara dering. Emas batangan asli bersuara nyaring yang jelas dan panjang saat dijatuhkan ke permukaan keras, seperti keramik.
Hal ini bisa terjadi karena emas mempunyai struktur yang padat. Sementara itu, emas palsu akan menghasilkan suara dering kurang nyaring dan lebih pendek.
8. Cium Bau Emas
Mencium aroma emas termasuk dalam cara membedakan emas asli dan palsu secara manual. Emas palsu yang mengandung tembaga atau kuningan biasanya berbau amis atau karat.
Aroma ini menguar setelah logam tersebut terkena air, keringat, atau direndam. Sebaliknya, emas asli tidak berbau apapun meskipun direndam air karena sifatnya yang tidak bisa berkarat.
Jika hendak membeli emas berbentuk batangan maupun perhiasan, sebaiknya pilih bank emas yang menyediakan emas asli bersertifikat. Salah satu bank emas di Indonesia yang bisa menjadi pilihan adalah Pegadaian.
Pegadaian menyediakan emas asli bersertifikat senilai 24 karat yang pembeliannya dapat dilakukan dengan metode angsuran melalui Cicil Emas.
Cukup siapkan uang muka sebesar 10-90% dari nilai emas dan fotokopi kartu identitas diri yang masih berlaku, berupa KTP/paspor.
Pengajuannya bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau secara langsung di outlet Pegadaian terdekat.
Cicil Emas Pegadaian menawarkan berbagai pilihan emas batangan dengan berat, mulai dari 5 gram hingga 1 kilogram. Tersedia pula jangka waktu cicilan, yaitu 3 sampai 36 bulan.
Jadi, pastikan untuk membeli emas asli 24 karat bersertifikat yang praktis tanpa biaya besar sekaligus melalui Cicil Emas di Pegadaian.
Baca juga: Galeri 24 by Pegadaian, Hadirkan Pilihan Investasi Aman Dengan Emas Batangan
Berita dan Artikel Lainnya

Berita
Komitmen Jadi Akselerator Inklusi Keuangan, Pegadaian Catat Kinerja Gemilang di Q3 2025
Komitmen Jadi Akselerator Inklusi Keuangan, Pegadaian Catat Kinerja Gemilang di Q3 2025

Berita
Waspada Penipuan Lelang Pegadaian dan Cara Menghindarinya
Waspadai penipuan lelang Pegadaian yang marak di media sosial. Kenali modus, ciri-ciri, dan cara menghindarinya agar terhindar dari kerugian.

Berita
Obligasi vs Emas, Mana yang Cocok untuk Jangka Panjang?
Perbedaan obligasi vs emas terlihat dari risiko, likuiditas, dan potensi imbal hasil. Pelajari selengkapnya sebelum menentukan pilihan investasi yang tepat.
