WFH: Pengertian, Kelebihan, Kekurangan, dan Tips Produktif

Oleh Pegadaian dalam Wirausaha

13 July 2026
Bagikan :
image detail artikel

WFH adalah singkatan dari Work From Home, yaitu sistem kerja yang memungkinkan karyawan menyelesaikan pekerjaan dari rumah tanpa harus datang ke kantor setiap hari.

Seiring perkembangan teknologi dan perubahan pola kerja modern, sistem ini semakin banyak diterapkan oleh perusahaan di berbagai sektor.

Meski terdengar nyaman karena tidak perlu menghadapi perjalanan ke kantor, WFH tetap memiliki tantangan tersendiri. Agar lebih memahami sistem kerja ini, simak pembahasannya berikut.

Apa Itu WFH (Work From Home)?

WFH adalah metode kerja yang memungkinkan seseorang menjalankan tugas kantor dari rumah dengan bantuan internet dan teknologi digital.

Seluruh aktivitas kerja, mulai dari koordinasi tim, rapat, hingga penyelesaian tugas, dilakukan secara online.

Bagi sebagian orang, WFH memberikan kesempatan untuk lebih dekat dengan keluarga dan menghemat waktu perjalanan.

Namun, ada juga yang merasa kurang nyaman dengan cara kerja ini karena interaksi dengan rekan kerja terbatas.

Selain WFH, sebenarnya saat ini juga terdapat beberapa sistem kerja lain yang sering dianggap sama, yaitu:

  • Remote Working: Bekerja dari lokasi mana saja, tidak terbatas pada rumah.
  • Hybrid Working: Kombinasi antara bekerja di kantor dan bekerja dari jarak jauh.


Memahami perbedaan kedua sistem tersebut dapat membantu perusahaan maupun karyawan memilih sistem kerja yang paling sesuai.

Landasan Hukum WFH di Indonesia

WFH adalah sistem kerja yang belum memiliki regulasi khusus di Indonesia. Namun, pelaksanaannya tetap mengacu pada peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Beberapa dasar hukum yang menjadi acuan antara lain:

  • UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.
  • UU Cipta Kerja beserta aturan turunannya.
  • PP Nomor 35 Tahun 2021.
  • Kebijakan internal perusahaan dan surat edaran pemerintah.


Artinya, meskipun bekerja dari rumah, hak dan kewajiban pekerja tetap sama sebagaimana diatur dalam peraturan ketenagakerjaan.

Baca juga: Inilah 12 Contoh Pekerjaan Freelance untuk Pemula, Coba Yuk!

Perkembangan Sistem WFH di Indonesia

Penerapan sistem kerja WFH di banyak perusahaan di Indonesia meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Awalnya hanya digunakan dalam kondisi tertentu, kini banyak perusahaan menjadikannya bagian dari strategi kerja yang lebih fleksibel. Beberapa faktor yang mendorong penerapan WFH antara lain:

  • Perubahan kebutuhan tenaga kerja akan fleksibilitas.
  • Kemajuan teknologi digital dan platform kolaborasi online.
  • Fokus perusahaan pada hasil kerja dibandingkan dengan kehadiran fisik.
  • Efisiensi biaya operasional perusahaan.


Di Indonesia, sistem kerja ini biasanya diterapkan dalam kondisi-kondisi tertentu, yaitu sebagai berikut:

  • Situasi darurat atau kebijakan internal perusahaan.
  • Upaya meningkatkan work-life balance.
  • Penyesuaian jam kerja selama bulan Ramadan.


Kelebihan WFH

WFH menawarkan sejumlah keuntungan yang dapat dirasakan oleh pekerja maupun perusahaan. Berikut beberapa di antaranya:

1. Fleksibilitas Jam Kerja

Salah satu kelebihan utama WFH adalah fleksibilitas dalam mengatur waktu kerja. Selama pekerjaan selesai sesuai target, karyawan dapat menyesuaikan ritme kerja dengan kondisi yang paling nyaman dan produktif.

2. Hemat Biaya Transportasi

Bekerja dari rumah membuat karyawan tidak perlu mengeluarkan biaya perjalanan setiap hari. Pengeluaran untuk bahan bakar, transportasi umum, parkir, dan makan di luar dapat berkurang secara signifikan.

3. Lebih Dekat dengan Keluarga

WFH memberikan lebih banyak kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Karyawan dapat berinteraksi lebih sering dengan pasangan maupun anak tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di jalan.

Baca juga: Self Employed: Ciri-Ciri, Jenis, dan Contoh Pekerjaannya

Kekurangan WFH

Pelaksanaan WFH tidak selalu berjalan mulus. Berikut beberapa tantangan yang sering dihadapi pekerja saat bekerja dari rumah:

1. Produktivitas Menurun

Tidak semua orang dapat bekerja secara efektif tanpa pengawasan langsung. Jika manajemen waktu kurang baik, pekerjaan dapat tertunda dan produktivitas dapat menurun.

2. Banyak Distraksi

Lingkungan rumah sering kali menghadirkan berbagai gangguan, mulai dari televisi, media sosial, hingga aktivitas anggota keluarga. Kondisi ini dapat mengurangi fokus saat bekerja.

3. Kerja Menggunakan Biaya Pribadi

Saat bekerja di kantor, kebutuhan listrik dan internet biasanya ditanggung oleh perusahaan. Namun, saat WFH, biaya tersebut umumnya menjadi tanggung jawab pribadi karyawan.

4. Kurang Termotivasi

Bagi sebagian orang, suasana kantor menjadi sumber motivasi untuk bekerja lebih baik. Ketika bekerja sendiri di rumah, semangat dan rasa kompetitif dapat berkurang.

5. Jam Kerja Tidak Teratur

Fleksibilitas yang berlebihan sering membuat batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi kabur. Akibatnya, ada yang bekerja terlalu lama atau justru menunda pekerjaan.

Tips Kerja WFH agar Tetap Produktif

Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar tetap produktif saat bekerja dari rumah:

  • Buat daftar pekerjaan harian berdasarkan prioritas.
  • Tetap disiplin untuk memulai pekerjaan tepat waktu.
  • Responsif terhadap pesan dan koordinasi tim.
  • Siapkan ruang kerja yang nyaman dan minim gangguan.
  • Identifikasi potensi distraksi sebelum mulai bekerja.
  • Atur jadwal kerja pada waktu yang paling produktif.
  • Gunakan teknik manajemen waktu agar tugas tidak menumpuk.
  • Luangkan waktu untuk beristirahat secara teratur.


Itulah informasi yang perlu kamu ketahui tentang WFH. Dengan pengelolaan yang tepat, WFH tetap dapat berjalan efektif tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.

Saat menjalani WFH, tidak sedikit orang yang membutuhkan perangkat pendukung seperti laptop, smartphone, atau perlengkapan kerja lainnya.

Jika membutuhkan dana tambahan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pegadaian menyediakan solusi yang praktis.

Gadai Jaminan Lainnya dari Pegadaian merupakan layanan pinjaman dengan jaminan barang nonemas dan barang mewah.

Melalui layanan ini, kamu dapat memperoleh dana tunai dengan proses yang cepat dan mudah. Barang yang dapat dijadikan jaminan antara lain smartphone, laptop, kamera, tas mewah, hingga jam tangan.

Selain besaran pinjaman yang disesuaikan dengan hasil taksiran barang yang dijaminkan, keunggulan lain layanan ini meliputi:

  • Pembayaran yang fleksibel.
  • Pinjaman sesuai nilai taksiran barang.
  • Menerima barang gudang dan barang branded.


Untuk mengajukannya, kamu perlu datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat, membawa identitas diri dan barang jaminan, mengikuti proses penaksiran, menandatangani Surat Bukti Gadai, lalu menerima dana pinjaman secara tunai atau melalui transfer.

Mari dapatkan dana tambahan untuk menunjang kebutuhan kerja dari rumah dengan Gadai Jaminan Lainnya di Pegadaian.

Baca juga: Ini Daftar 10 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia

Komentar (2)
image comment user
Albert
4 hari yang lalu

Keren

Balas
image comment user
Customercare
4 hari yang lalu

Hai Albert, Sahabat Pegadaian. Terima kasih sudah membaca artikel kami dan terima kasih atas apresiasinya. Nantikan artikel menarik kami selanjutnya, semoga sehat selalu ya Sahabat. -Mita

Balas

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved