Opportunity Cost: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitung

Oleh Pegadaian dalam Wirausaha

26 October 2026
Bagikan :
image detail artikel

Ketika harus menentukan penggunaan uang, waktu, atau sumber daya usaha, opportunity cost adalah konsep yang dapat membantu kamu melihat konsekuensi dari setiap pilihan.

Dengan konsep opportunity cost, kamu bisa mengetahui manfaat apa yang mungkin hilang sebelum membuat keputusan bisnis. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!

Apa Itu Opportunity Cost?

Dalam bisnis, opportunity cost adalah nilai manfaat yang tidak diperoleh karena sumber daya digunakan untuk pilihan tertentu.

Jadi, yang dinilai bukan hanya hasil dari keputusan yang diambil, tetapi juga potensi hasil dari alternatif yang tidak dipilih.

Sederhananya, opportunity cost atau biaya peluang menunjukkan nilai dari pilihan terbaik yang tidak diambil.

Biaya peluang muncul ketika bisnis harus menentukan prioritas karena sumber daya yang tersedia tidak cukup untuk menjalankan semua alternatif secara bersamaan.

Opportunity cost bersifat perkiraan, berorientasi pada manfaat masa depan, dan tidak dicatat sebagai biaya dalam laporan keuangan.

Nilainya juga tidak selalu berupa uang, tetapi dapat berupa waktu, produktivitas, efisiensi, atau peluang usaha yang hilang. Jika sumber daya semakin terbatas, maka biaya peluang dari penggunaannya bisa semakin tinggi.

Contoh Opportunity Cost dalam Bisnis

Dalam praktiknya, biaya peluang dapat muncul setiap kali bisnis harus menentukan prioritas, seperti berikut:

1. Penggunaan Waktu

Ketika staf keuangan menghabiskan banyak waktu untuk pekerjaan administrasi rutin, ada aktivitas bernilai lebih tinggi yang mungkin tertunda.

Waktu yang seharusnya digunakan untuk menganalisis pelanggan atau memperbaiki arus kas justru menjadi manfaat yang dikorbankan.

2. Pemanfaatan Aset dan Kapasitas

Ruang, mesin, dan fasilitas usaha juga dapat menimbulkan biaya peluang. Misalnya, kapasitas produksi yang digunakan untuk produk dengan laba Rp50 juta berarti bisnis melepas kesempatan memperoleh Rp75 juta dari produk lain yang sebenarnya bisa dibuat.

3. Penentuan Strategi

Keputusan strategis selalu melibatkan prioritas. Ketika perusahaan memilih menggunakan Rp1 miliar untuk promosi, misalnya, dana tersebut tidak lagi tersedia untuk pengembangan produk. Potensi manfaat dari pengembangan produk itulah yang perlu dipertimbangkan.

4. Pengelolaan Dana

Dana yang disimpan sebagai kas memberikan keamanan likuiditas, tetapi mungkin tidak menghasilkan manfaat sebesar jika digunakan untuk membeli persediaan dengan harga yang lebih murah. Selisih potensi manfaat tersebut menjadi biaya peluang.

5. Penempatan SDM

Menempatkan karyawan berpengalaman pada pekerjaan yang sebenarnya dapat dikerjakan oleh staf lain dapat menurunkan produktivitas. Kesempatan untuk memperoleh hasil yang lebih besar dari keahlian karyawan tersebut menjadi manfaat yang dilepaskan.

6. Keputusan Produksi dan Persediaan

Bisnis juga perlu mempertimbangkan biaya peluang saat menentukan metode produksi dan jumlah stok.

Modal yang terlalu banyak tertahan pada barang yang lambat terjual dapat membatasi kemampuan perusahaan untuk menyediakan produk lain yang permintaannya lebih tinggi.

Dari berbagai situasi tersebut, terlihat bahwa opportunity cost membantu bisnis melihat konsekuensi yang tidak selalu tampak sebagai pengeluaran langsung.

Baca juga: Cost Benefit Analysis: Arti, Cara Hitung, dan Manfaatnya

Cara Menghitung Opportunity Cost

Menghitung opportunity cost bisa dilakukan dengan membandingkan return pilihan yang diambil dengan alternatif terbaik yang tidak dipilih. Berikut rumus dasarnya:

Opportunity Cost = Return Opsi Terbaik yang Ditinggalkan - Return Opsi yang Dipilih

Kamu dapat menghitungnya dalam 4 langkah sebagai berikut:

  1. Catat pilihan yang realistis untuk dijalankan.
  2. Perkirakan manfaat atau keuntungan dari masing-masing pilihan.
  3. Cari alternatif yang memberikan hasil paling menarik tetapi tidak dipilih.
  4. Nilainya dibandingkan dengan pilihan yang dijalankan.


Manfaat Menghitung Opportunity Cost

Memahami opportunity cost adalah bagian penting dalam membuat keputusan bisnis yang lebih terukur. Berikut beberapa manfaat yang dapat didapatkan dari menghitungnya:

1. Keputusan yang Lebih Logis dan Objektif

Menghitung biaya peluang membantu bisnis membandingkan manfaat setiap pilihan secara lebih rasional. Dengan begitu, keputusan tidak hanya didasarkan pada intuisi atau preferensi pribadi.

2. Meningkatkan Efisiensi Kerja dan Produktivitas

Analisis opportunity cost membantu bisnis menempatkan modal, waktu, SDM, dan aset pada aktivitas yang memberikan nilai lebih besar. Pekerjaan yang kurang strategis juga dapat dialihkan atau diotomatisasi.

3. Mengendalikan Pemborosan Modal dan Aset

Bisnis dapat mengetahui manfaat yang hilang ketika modal atau aset digunakan untuk pilihan yang kurang produktif. Dengan demikian, sumber daya dapat dialihkan ke alternatif yang lebih potensial.

4. Membantu Mengelola Risiko

Opportunity cost membuat bisnis mempertimbangkan bukan hanya keuntungan yang diperoleh, tetapi juga peluang yang dilepaskan. Dengan begitu, strategi cadangan dapat disiapkan sebelum keputusan dibuat.

5. Mendukung Profitabilitas Jangka Panjang

Biaya peluang mendorong bisnis untuk melihat dampak keputusan dalam jangka panjang. Meski saat ini suatu pilihan terlihat kurang menguntungkan, belum tentu hasilnya buruk jika justru dapat memberikan efisiensi atau keuntungan yang lebih besar di kemudian hari.

Baca juga: Cost of Fund: Komponen, Cara Kerja, Hingga Cara Hitungnya

Faktor yang Memengaruhi Opportunity Cost

Berikut adalah faktor yang dapat memengaruhi besarnya opportunity cost yang harus dipertimbangkan:

1. Ketersediaan Sumber Daya

Semakin terbatas modal, waktu, tenaga, atau kapasitas bisnis, semakin besar biaya peluang dari setiap keputusan. Jadi, keterbatasan sumber daya membuat penentuan prioritas menjadi semakin penting.

2. Kualitas Informasi

Data yang tidak lengkap dapat menyebabkan bisnis salah memperkirakan potensi suatu alternatif. Informasi pasar yang akurat membantu menghasilkan perhitungan opportunity cost yang lebih realistis.

3. Kondisi Pasar dan Ekonomi

Inflasi, suku bunga, daya beli, tren konsumen, dan kondisi persaingan dapat mengubah nilai suatu peluang. Akibatnya, opportunity cost dapat berbeda ketika kondisi pasar berubah.

4. Waktu dan Durasi Keputusan

Semakin lama modal atau sumber daya terikat pada suatu pilihan, semakin besar kemungkinan bisnis kehilangan peluang lain. Keputusan jangka panjang juga biasanya memiliki fleksibilitas yang lebih rendah.

5. Regulasi Pemerintah

Perubahan pajak, aturan perdagangan, kuota impor, atau kebijakan lainnya dapat memengaruhi potensi keuntungan dari suatu alternatif. Hal ini turut mengubah nilai biaya peluang.

6. Prioritas dan Toleransi Risiko

Setiap bisnis sangat mungkin mempunyai tujuan dan tingkat keberanian dalam mengambil risiko yang berbeda-beda.

Alternatif dengan potensi keuntungan tinggi belum tentu menjadi pilihan terbaik jika risikonya tidak sesuai dengan kemampuan bisnis.

Demikian pembahasan mengenai opportunity cost, mulai dari pengertian, contoh, cara menghitung, manfaat, hingga faktor yang memengaruhinya.

Ketika menjalankan usaha, kebutuhan modal kerja juga perlu diperhitungkan. Dana yang terbatas untuk persediaan atau perlengkapan, berisiko membuat usaha kehilangan peluang dalam memenuhi permintaan dan berkembang.

Guna mengantisipasi hal tersebut, cobalah pertimbangkan untuk mengandalkan produk KUR Syariah dari Pegadaian.

Layanan pembiayaan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah akan modal usaha tanpa harus menjaminkan barang. KUR Syariah dijalankan sesuai fatwa DSN-MUI.

Produk tersebut menawarkan mu’nah terjangkau dan tanpa biaya administrasi. Pengajuan dapat dilakukan langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat.

Agar prosesnya lancar, jangan lupa menyiapkan persyaratan, seperti KTP, KK, surat nikah bagi yang telah menikah, dan surat keterangan domisili jika diperlukan.

Tidak hanya itu, nasabah juga perlu melampirkan bukti rumah tinggal tetap, berupa PBB atau SHM/SHGB, NIB atau dokumen izin usaha, serta rekening listrik, air, atau telepon.

Namun, pastikan telah berusia minimal 17 tahun dan maksimal 65 tahun saat jatuh tempo akad, memiliki pendapatan rutin, menjalankan usaha yang sah, serta memenuhi syarat pengecekan SLIK/SID dan SIKP.

Jadi, jika kamu membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha, jangan ragu mengajukan pinjaman melalui KUR Syariah Pegadaian.

Baca juga: Cost Push Inflation: Penyebab, Contoh, & Cara Mengatasinya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved