COGS: Pahami Komponen, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Oleh Pegadaian dalam Wirausaha

10 June 2026
Bagikan :
image detail artikel

COGS adalah salah satu indikator penting yang membantu bisnis mengetahui berapa biaya langsung yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang yang dijual.

Tanpa memahami COGS, perusahaan bisa kesulitan menghitung keuntungan sebenarnya meskipun penjualannya terlihat tinggi.

COGS biasanya digunakan oleh bisnis dagang, manufaktur, restoran, ritel, hingga usaha kecil yang memiliki persediaan barang.

Dengan memahami perhitungan ini, perusahaan bisa lebih mudah menentukan harga jual dan mengontrol pengeluaran. Untuk memahami COGS selengkapnya, simak pembahasan di bawah ini.

Apa Itu COGS?

COGS adalah singkatan dari Cost of Goods Sold atau biasa disebut juga Harga Pokok Penjualan (HPP).

Sederhananya, COGS adalah total biaya langsung yang digunakan untuk memproduksi atau memperoleh barang yang dijual kepada pelanggan.

Dalam bisnis makanan, COGS mencakup bahan baku, gaji koki, hingga kemasan produk. Sementara pada bisnis pakaian, COGS bisa berupa kain, ongkos jahit, dan label produk.

Fokus utamanya hanya pada biaya yang berhubungan langsung dengan produk yang dijual. Berikut beberapa biaya yang umumnya masuk dalam COGS:

1. Biaya Overhead Produksi

Biaya ini mendukung proses produksi secara langsung. Contohnya, listrik untuk mesin produksi, perawatan alat, dan penyusutan mesin pabrik.

2. Biaya Pengiriman ke Gudang

Biaya pengiriman bahan baku dari supplier menuju gudang atau tempat produksi dapat dimasukkan ke dalam biaya persediaan.

3. Bahan Baku Langsung

Bahan baku merupakan komponen utama dalam pembuatan produk, seperti tepung, kain, gula, atau bahan produksi lainnya.

4. Biaya Pembelian Barang Dagang

Untuk bisnis ritel, harga beli barang dari supplier termasuk ke dalam COGS ketika barang tersebut berhasil dijual.

5. Tenaga Kerja Langsung

Gaji pekerja yang terlibat langsung dalam produksi, seperti penjahit, koki, atau operator mesin, termasuk dalam COGS.

Agar perhitungan tidak keliru, kamu juga perlu mengetahui biaya yang tidak masuk ke dalam COGS, seperti:

  • Biaya internet kantor.
  • Gaji staf administrasi.
  • Biaya iklan dan promosi.
  • Biaya legal perusahaan.
  • Gaji tim penjualan.
  • Biaya software administrasi.
  • Sewa kantor nonproduksi.
  • Biaya layanan pelanggan.
  • Biaya pelatihan karyawan.
  • Biaya asuransi kantor.
  • Ongkos kirim ke pelanggan jika dicatat sebagai distribusi.


Biaya tersebut biasanya masuk ke dalam operating expenses atau biaya operasional perusahaan.

Baca juga: 12 Contoh Strategi Pemasaran Produk yang Efektif agar Bisnis Cepat Laris

Komponen COGS

COGS adalah biaya yang berhubungan langsung dengan produksi barang atau penyediaan layanan. Berikut beberapa komponen utamanya:

  • Overhead Produksi (Manufacturing Overhead): Biaya pendukung seperti listrik pabrik, biaya perawatan mesin, dan penyusutan alat produksi.
  • Persediaan Awal dan Akhir Barang Jadi: Persediaan awal adalah stok barang di awal periode, sedangkan persediaan akhir merupakan stok yang tersisa di akhir periode.
  • Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor): Biaya ini berasal dari gaji pekerja yang langsung membuat produk, seperti tukang roti atau operator produksi.
  • Barang dalam Proses (Work in Process): Barang dalam proses adalah produk yang belum selesai diproduksi sepenuhnya pada periode tertentu.
  • Bahan Baku (Raw Materials): Bahan baku merupakan material dasar yang dipakai untuk membuat produk jadi, seperti kayu, kain, atau tepung.


Cara Menghitung COGS

Perhitungan COGS membantu bisnis mengetahui total biaya produksi secara lebih akurat. Dengan begitu, perusahaan dapat menentukan harga jual dan keuntungan dengan tepat. Berikut penjelasannya:

1. Tentukan Biaya Langsung dan Tidak Langsung

Pisahkan biaya yang berhubungan langsung dengan produksi dan biaya operasional umum. Biaya langsung meliputi bahan baku dan tenaga kerja produksi. Sementara biaya tidak langsung mencakup gudang, utilitas, dan fasilitas pendukung.

2. Tentukan Biaya Fasilitas

Hitung biaya fasilitas seperti listrik produksi, sewa gudang, atau biaya utilitas yang mendukung proses produksi.

3. Tentukan Inventori Awal

Catat seluruh persediaan barang yang ada di awal periode, termasuk juga bahan mentah dan barang jadi.

4. Tambahkan Pembelian Inventori

Masukkan total pembelian bahan baku atau barang dagangan selama periode usaha kamu berjalan.

5. Tentukan Persediaan Akhir

Lakukan pengecekan stok akhir untuk mengetahui sisa barang apa saja yang belum terjual atau belum digunakan.

6. Lakukan Perhitungan COGS

Setelah semua data tersedia, kamu bisa menghitung total biaya produksi menggunakan rumus COGS.

Rumus untuk Menghitung COGS

Berikut merupakan beberapa rumus yang biasa digunakan para pebisnis dalam menghitung COGS:

  • Penjualan bersih = penjualan kotor – retur penjualan – potongan penjualan
  • Pembelian bersih = pembelian + biaya angkut – retur pembelian – potongan pembelian
  • HPP = persediaan awal + pembelian bersih – persediaan akhir
  • Laba kotor = penjualan bersih – harga pokok penjualan
  • Laba bersih sebelum pajak = laba kotor – total biaya operasional


Baca juga: 6 Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Lokasi Wirausaha, Catat!

Contoh Perhitungan COGS

Supaya lebih jelas, berikut contoh sederhana perhitungan COGS pada bisnis produksi makanan:

Pabrik Cahaya Rasa adalah perusahaan yang memproduksi keripik singkong. Pada awal Januari, persediaan bahan baku senilai Rp700.000.

Selama bulan berjalan, perusahaan membeli bahan baku sebesar Rp18.500.000. Biaya tenaga kerja langsung untuk 12 karyawan mencapai Rp17.000.000.

Selain itu, biaya overhead produksi seperti listrik dan perawatan mesin mencapai Rp8.400.000. Di akhir bulan, sisa bahan baku tercatat Rp6.200.000.

Langkah 1: Menghitung bahan baku yang digunakan
Rp700.000 + Rp18.500.000 – Rp6.200.000 = Rp13.000.000

Langkah 2: Menghitung biaya produksi
Rp13.000.000 + Rp17.000.000 + Rp8.400.000 = Rp38.400.000

Karena tidak ada persediaan barang dalam proses, maka HPP perusahaan sebesar Rp38.400.000. Jika total produksi mencapai 320.000 bungkus, maka biaya produksi per bungkus adalah:
Rp38.400.000 ÷ 320.000 = Rp120 per bungkus

Jika harga jual per bungkus Rp500, maka laba kotor per produk sekitar Rp380. Jadi, total penjualan:
320.000 x Rp500 = Rp160.000.000

Laba kotor:
Rp160.000.000 – Rp38.400.000 = Rp121.600.000

Jika biaya administrasi dan pemasaran sebesar Rp12.000.000, maka laba bersih perusahaan menjadi Rp109.600.000.

Manfaat Menghitung COGS

Menghitung COGS memberikan sejumlah manfaat bagi bisnis, terutama dalam pengelolaan keuangan dan strategi penjualan. Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari menghitung COGS:

1. Mempermudah Penghitungan Laba

COGS membantu perusahaan mengetahui apakah bisnis memperoleh keuntungan atau justru mengalami kerugian.

2. Menentukan Harga Penjualan

Dengan mengetahui biaya produksi, perusahaan bisa menentukan harga jual yang tetap kompetitif namun tetap menguntungkan.

3. Memantau Realisasi Biaya Produksi

Perusahaan dapat membandingkan biaya produksi aktual dengan anggaran yang sudah direncanakan sebelumnya.

Itulah pembahasan terkait COGS yang dapat membantu pengelolaan biaya di perusahaan. Selain menjaga pengelolaan biaya, bisnis juga membutuhkan dukungan modal untuk berkembang lebih cepat.

Jika bisnis kamu membutuhkan tambahan modal usaha, Gadai BPKB Pegadaian bisa menjadi solusi yang praktis dan fleksibel.

Gadai BPKB cocok digunakan untuk pengembangan usaha, pembelian stok barang, hingga kebutuhan operasional bisnis.

Selain proses pengajuannya yang mudah dengan jaminan BPKB kendaraan, beberapa keunggulan lain yang ditawarkan adalah sebagai berikut:

  • Cicilan tetap setiap bulan.
  • Kendaraan tetap bisa digunakan.
  • Proses pengajuan mudah.
  • Tersedia berbagai pilihan tenor pembayaran.
  • Bisa diajukan oleh individu maupun badan usaha.


Proses pengajuannya dimulai dari pengajuan pinjaman, survei usaha, persetujuan pembiayaan, hingga pencairan dana.

Kamu bisa mengajukan Gadai BPKB Pegadaian langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat. Namun, tidak menutup kemungkinan ke depannya pengajuan bisa dilakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.

Dengan mengelola modal usaha dengan tepat, kamu dapat membantu bisnismu berkembang lebih sehat. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, ajukan Gadai BPKB sekarang!

Baca juga: Contoh Usaha Modal Kecil yang Belum Banyak Pesaing dan Berpeluang Untung Besar

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved