Literasi Keuangan Digital: Manfaat dan Cara Meningkatkannya

Oleh Pegadaian dalam Keuangan

22 June 2026
Bagikan :
image detail artikel

Kemudahan akses layanan keuangan digital telah membuka banyak peluang bagi masyarakat untuk mengelola keuangan dengan lebih bijak.

Namun, semakin banyaknya pilihan aplikasi, metode pembayaran, dan produk keuangan digital juga menuntut masyarakat untuk lebih cermat dalam mengambil keputusan finansial.

Oleh karena itu, memiliki literasi keuangan digital yang baik menjadi bekal penting agar setiap transaksi dan keputusan keuangan dapat dilakukan secara lebih tepat. Untuk itu, mari mengenal lebih jauh tentang literasi keuangan digital, manfaat, serta contoh produknya di artikel ini.

Apa Itu Literasi Keuangan Digital?

Di tengah pesatnya penggunaan teknologi tersebut, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memahami dan menggunakan layanan keuangan digital secara tepat.

Kemampuan ini dikenal sebagai literasi keuangan digital atau digital financial literacy (DFL), yaitu pengetahuan dan keterampilan dalam mengakses, memanfaatkan, serta mengevaluasi berbagai produk dan layanan keuangan berbasis teknologi.

Kehadiran layanan keuangan digital turut memperluas akses masyarakat terhadap berbagai produk keuangan, termasuk bagi kelompok yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses ke layanan perbankan.

Manfaat Literasi Keuangan Digital

Literasi keuangan digital memberikan banyak manfaat bagi masyarakat di tengah semakin luasnya penggunaan layanan keuangan berbasis teknologi.

Berikut ini beberapa manfaat yang bisa diperoleh masyarakat ketika memiliki pemahaman yang baik terkait layanan keuangan digital.

1. Memudahkan Akses dan Transaksi Keuangan

Salah satu manfaat utama literasi keuangan digital adalah membantu masyarakat memanfaatkan layanan keuangan dengan lebih mudah dan praktis.

Berbagai aktivitas transaksi, seperti pembayaran tagihan, transfer dana, belanja online, hingga investasi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui perangkat digital tanpa perlu mengunjungi kantor layanan secara langsung.

2. Mendukung Inklusi Keuangan

Literasi keuangan digital turut mendorong semakin banyak masyarakat untuk mengakses layanan keuangan formal.

Kehadiran aplikasi perbankan, dompet digital, dan berbagai platform keuangan lainnya membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh layanan keuangan yang lebih cepat, mudah, dan terjangkau.

3. Membantu Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi

Seiring meningkatnya penggunaan metode pembayaran nontunai, pemahaman terhadap layanan keuangan digital juga semakin penting.

Hal ini dapat membantu masyarakat beradaptasi dengan perubahan kebiasaan transaksi serta memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung kebutuhan finansial sehari-hari.

4. Mendorong Inovasi Layanan Keuangan

Meningkatnya pengetahuan dan minat terhadap layanan keuangan digital juga mendorong lembaga jasa keuangan untuk terus berinovasi. Berbagai produk dan layanan digital terus dikembangkan guna memberikan pengalaman yang lebih efisien bagi pengguna.

5. Membantu Mengambil Keputusan Finansial dengan Lebih Bijak

Literasi keuangan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi. Hal ini juga terkait dengan pemahaman terhadap manfaat, biaya, risiko, dan keamanan setiap layanan digital yang digunakan.

Dengan pengetahuan tersebut, masyarakat dapat memilih produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan serta membuat keputusan finansial yang lebih tepat untuk jangka panjang.

Baca juga: Rekomendasi 7 Aplikasi Emas Digital untuk Investasi Emas

Cara Meningkatkan Literasi Keuangan Digital

Meningkatkan literasi keuangan digital merupakan langkah penting agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan berbasis teknologi secara aman dan optimal. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Mengikuti Edukasi Keuangan

Manfaatkan berbagai program edukasi yang diselenggarakan oleh lembaga keuangan, regulator, maupun komunitas keuangan.

Seminar, webinar, artikel edukatif, dan pelatihan keuangan dapat membantu menambah wawasan mengenai produk, layanan, serta tren keuangan digital yang terus berkembang.

2. Memastikan Legalitas Platform yang Digunakan

Sebelum menggunakan aplikasi atau layanan keuangan digital, pastikan platform tersebut telah memiliki izin dan berada di bawah pengawasan otoritas yang berwenang, seperti OJK.

Langkah ini penting untuk mengurangi risiko penipuan dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pengguna.

3. Memahami Produk, Biaya, dan Risiko Layanan

Jangan terburu-buru menggunakan layanan keuangan hanya karena menawarkan kemudahan atau promo menarik.

Luangkan waktu untuk mempelajari fitur, biaya layanan, suku bunga, risiko, serta kebijakan privasi yang berlaku agar dapat membuat keputusan yang lebih tepat.

4. Memanfaatkan Fitur Pengelolaan Keuangan Digital

Berbagai aplikasi keuangan kini dilengkapi fitur pencatatan dan pemantauan pengeluaran. Pemanfaatan fitur tersebut dapat membantu pengguna mengatur anggaran, memantau kondisi keuangan, serta membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

5. Memahami Hak dan Kewajiban sebagai Konsumen

Selain memahami cara menggunakan layanan keuangan digital, penting juga untuk mengetahui hak dan kewajiban sebagai pengguna.

Hal ini mencakup perlindungan data pribadi, mekanisme pengaduan, dan regulasi yang mengatur layanan tersebut sehingga pengguna dapat bertransaksi dengan nyaman dan jelas.

Baca juga: Harga Emas Rekor Tertinggi 2026, Masih Layak Dibeli?

Contoh Produk dan Layanan Keuangan Digital

Berikut beberapa produk dan layanan keuangan digital yang banyak digunakan masyarakat saat ini:

  • Mobile Banking: Layanan perbankan melalui aplikasi yang memungkinkan pengguna melakukan transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian produk digital, hingga memantau saldo dan transaksi secara real-time.
  • Dompet Digital (E-Wallet): Aplikasi pembayaran digital yang digunakan untuk berbagai transaksi nontunai, seperti belanja, pembayaran tagihan, transfer saldo, hingga pembelian tiket dan layanan lainnya.
  • Platform Investasi Digital: Layanan yang memberikan akses investasi secara online, seperti reksa dana, saham, obligasi, maupun instrumen investasi lainnya melalui aplikasi atau platform digital.
  • Platform Pembiayaan Digital (P2P Lending): Layanan yang mempertemukan pemberi dana dan penerima dana melalui platform digital sehingga proses pendanaan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah.
  • Payment Gateway: Sistem pembayaran online yang membantu bisnis menerima berbagai metode pembayaran digital dalam satu platform, sehingga transaksi menjadi lebih praktis.


Saat ini, berbagai layanan keuangan dapat diakses dengan lebih mudah melalui aplikasi digital yang terintegrasi.

Salah satunya adalah Tring! by Pegadaian, aplikasi yang dirancang untuk memberikan kemudahan akses terhadap berbagai produk dan layanan Pegadaian dalam satu platform.

Untuk mendukung kenyamanan pengguna, Tring! by Pegadaian terintegrasi dengan beragam metode pembayaran, mulai dari transfer bank hingga dompet digital (e-wallet).

Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengakses berbagai produk Pegadaian dengan lebih mudah, mulai dari Tabungan Emas, Cicil Emas, Deposito Emas, hingga layanan pembiayaan lainnya.

Baca juga: Inklusi Keuangan: Tujuan, Elemen, Manfaat, dan Contohnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved