Stock Split: Simak Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Salah satu aksi korporasi yang sering menjadi perhatian investor adalah stock split karena mampu membuat harga saham terlihat lebih terjangkau tanpa mengubah nilai investasi.
Bagi kamu yang baru mulai berinvestasi, konsep stock split penting untuk dipahami. Dengan begitu, kamu tidak salah mengartikan kenaikan jumlah saham sebagai tambahan keuntungan.
Mari kenali apa itu stock split, cara kerja, tujuan, manfaat, risiko, hingga cara menyikapinya dengan bijak melalui pembahasan di bawah ini.
Apa Itu Stock Split?
Stock split adalah proses memecah nilai nominal saham yang menambah jumlah lembar saham beredar dengan menyesuaikan harga per lembar tanpa mengubah total nilai investasi yang dimiliki investor.
Dengan melakukan stock split, jumlah saham bertambah, tetapi total nilai investasi tetap sama karena harga per lembar saham akan menyesuaikan.
Sebagai ilustrasi, misalnya saat ini kamu memiliki 80 lembar saham dengan harga Rp12.500 per lembar. Jika perusahaan melakukan stock split dengan rasio 1:4, maka kepemilikanmu berubah menjadi 320 lembar saham dengan harga Rp3.125 per lembar.
Total nilai investasi tetap Rp1.000.000 sehingga tidak ada keuntungan maupun kerugian yang muncul hanya karena proses stock split.
Agar lebih memahami lagi tentang stock split, kamu juga harus tahu kedua jenisnya, yaitu sebagai berikut:
- Forward Stock Split, yaitu saham dipecah sehingga menjadi lebih banyak dan harga per lembarnya lebih rendah, misalnya rasio 1:2 atau 1:5.
- Reverse Stock Split, yaitu beberapa lembar saham digabungkan menjadi satu sehingga harga per lembarnya meningkat, misalnya rasio 5:1. Langkah ini biasanya dilakukan ketika harga saham dianggap terlalu rendah.
Stock split pernah dilakukan oleh beberapa emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), di antaranya BBCA pada 2021 dengan rasio 1:5, TLKM pada 2013 dengan rasio 1:5, serta UNVR pada Januari 2020 dengan rasio 1:5.
Baca juga: 1 Lot Berapa Lembar Saham? Ini Perhitungan dan Tujuannya
Cara Kerja Stock Split
Stock split adalah proses yang menggunakan rasio tertentu, seperti 1:2, 1:5, atau 1:10, untuk mengubah jumlah saham yang dimiliki investor.
Rasio tersebut menunjukkan bahwa setiap satu saham lama akan dipecah menjadi beberapa saham baru dengan nilai yang tetap seimbang.
Sebagai contoh, apabila kamu memiliki 2 lembar saham dengan harga Rp15.000 per lembar dan perusahaan melakukan stock split 1:3, maka hasilnya menjadi:
- Jumlah saham baru: 2 × 3 = 6 lembar
- Harga per saham baru: Rp15.000 ÷ 3 = Rp5.000
Dari perhitungan tersebut, total nilai investasimu tetap Rp30.000. Saham hasil stock split akan otomatis masuk ke portofolio sehingga investor tidak perlu melakukan tindakan tambahan.
Tujuan Perusahaan Melakukan Stock Split
Perusahaan tidak melakukan stock split tanpa alasan. Berikut beberapa tujuan utama yang ingin dicapai:
- Meningkatkan likuiditas perdagangan: Harga saham yang lebih rendah biasanya mendorong aktivitas jual beli menjadi lebih ramai sehingga transaksi lebih mudah dilakukan.
- Memperluas basis investor: Harga yang semakin terjangkau membuat lebih banyak investor ritel tertarik untuk membeli saham perusahaan.
- Memberikan sinyal positif kepada pasar: Stock split sering dilakukan oleh perusahaan yang memiliki pertumbuhan baik sehingga menjadi tanda optimisme terhadap prospek bisnis.
- Membuat harga saham lebih terjangkau: Dengan harga per lembar yang lebih rendah, saham menjadi lebih mudah dijangkau oleh berbagai kalangan investor.
Manfaat Stock Split bagi Investor
Meski tidak langsung meningkatkan nilai investasi, stock split tetap memberikan sejumlah keuntungan yang layak dipertimbangkan, seperti:
1. Likuiditas Perdagangan Menjadi Lebih Tinggi
Harga saham yang lebih rendah sering meningkatkan volume transaksi sehingga proses jual dan beli saham menjadi lebih mudah dilakukan.
2. Harga Saham Terasa Lebih Terjangkau
Investor pemula memiliki kesempatan lebih besar untuk membeli saham perusahaan berkualitas karena nominal per lembarnya lebih rendah.
3. Meningkatkan Daya Tarik Secara Psikologis
Banyak investor melihat harga yang lebih murah sebagai peluang masuk sehingga minat terhadap saham tersebut dapat meningkat.
4. Berpotensi Mendukung Kenaikan Harga
Jika fundamental perusahaan tetap kuat, harga saham memiliki peluang kembali meningkat seiring pertumbuhan kinerja bisnis.
Baca juga: Portofolio Saham: Pengertian, Jenis, Cara Membuat, & Contoh
Risiko Stock Split dalam Investasi
Memahami risiko stock split akan membantu kamu mengambil keputusan berdasarkan analisis, bukan sekadar mengikuti tren pasar. Berikut beberapa di antaranya:
1. Tidak Menjamin Harga Saham Naik
Stock split bukan jaminan bahwa harga saham akan terus meningkat. Jika kinerja perusahaan melemah, harga tetap bisa turun.
2. Muncul Euforia Jangka Pendek
Pada beberapa kasus, kenaikan harga setelah stock split hanya berlangsung sementara sebelum kembali normal.
3. Risiko Spekulasi Berlebihan
Investor yang hanya mengejar momentum tanpa melihat fundamental perusahaan berpotensi mengalami kerugian ketika tren berubah.
Cara Investor Menyikapi Stock Split
Bagaimana cara terbaik untuk memanfaatkan momentum ini? Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:
- Gunakan fitur riset dan laporan keuangan untuk memastikan perusahaan memiliki fundamental yang sehat.
- Perhatikan tanggal penting, seperti Cum Date dan Ex Date, agar tidak keliru dalam menentukan waktu transaksi.
- Manfaatkan fitur “Watchlist” untuk memantau emiten yang akan melakukan stock split sehingga kamu dapat mengikuti pergerakan harganya dengan lebih mudah.
Pemahaman tentang stock split membantu kamu melihat bagaimana harga saham bisa menjadi lebih terjangkau tanpa mengubah nilai investasi.
Namun, membangun kondisi keuangan yang sehat juga memerlukan instrumen yang stabil nilainya sehingga portofolio menjadi lebih seimbang.
Salah satu pilihan instrumen investasi yang dapat kamu pertimbangkan adalah Emas Pegadaian yang memungkinkan kamu membeli, menyimpan, hingga menambah saldo emas digital secara praktis dan terjangkau, mulai dari Rp10 ribuan.
Selain mampu membantu menjaga nilai aset dalam jangka panjang, beberapa keunggulan lain Emas Pegadaian meliputi:
- Saldo emas diasuransikan.
- Bebas biaya pembukaan rekening.
- Metode pembayaran fleksibel sesuai kebutuhan.
Untuk mulai berinvestasi, kamu dapat membuka Emas Pegadaian melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau langsung datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat.
Dengan memahami karakteristik saham sekaligus melengkapi portofolio dengan Emas Pegadaian, kamu dapat membangun strategi investasi yang lebih seimbang.
Melalui Emas Pegadaian, Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati untuk membantu mendukung strategi diversifikasi investasimu.
Baca juga: 7 Cara Beli Saham & Tipsnya bagi Pemula agar Tidak Rugi
Berita dan Artikel Lainnya

Investasi
Investasi Jangka Panjang: Jenis, Manfaat, dan Pilihan Terbaik di Pegadaian
Investasi jangka panjang sendiri merupakan penanaman modal yang dilakukan seseorang dan dananya akan diputar sehingga hasilnya baru bisa dicairkan dalam jangka waktu tertentu, Berikut contoh dan jenisnya!

Investasi
Mengenal Bank Kustodian: Tugas, Fungsi, dan Contohnya
Bank kustodian adalah lembaga yang bertugas menyimpan, mengamankan, dan mengawasi aset investasi. Baca informasi lengkapnya di sini!

Investasi
Profil Risiko Investasi dan Instrumen yang Cocok
Jangan investasi sembarangan! Kenali dulu profil risikomu untuk memilih instrumen investasi yang bisa dipilih.

