Rights Issue: Cara Kerja, Dampak, dan Tips Menyikapinya

Oleh Pegadaian dalam Investasi

28 August 2026
Bagikan :
image detail artikel

Dalam dunia investasi saham, rights issue adalah salah satu aksi korporasi yang penting untuk dipahami karena dapat memengaruhi jumlah kepemilikan saham dan peluang keuntungan investor.

Dengan mengetahui cara kerja rights issue, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih tepat saat perusahaan menerbitkan saham baru.

Yuk, simak penjelasan lengkapnya agar kamu tidak melewatkan kesempatan investasi terbaik yang berpotensi menguntungkan!

Pengertian Rights Issue

Rights issue, atau dalam istilah resminya Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), adalah aksi perusahaan untuk menerbitkan saham baru dan memberikan hak eksklusif kepada pemegang saham lama untuk membeli saham tersebut.

Saham yang dibeli dalam jumlah tertentu serta dalam jangka waktu tertentu sebelum ditawarkan kepada investor lain.

Sederhananya, rights issue adalah kesempatan pertama bagi pemegang saham lama untuk membeli saham tambahan.

Dengan memanfaatkan hak tersebut, investor dapat mempertahankan porsi kepemilikannya sehingga tidak mengalami dilusi ketika jumlah saham perusahaan bertambah.

Perlu dipahami bahwa rights issue adalah hak, bukan kewajiban. Artinya, pemegang saham bebas menentukan apakah ingin menggunakan HMETD untuk membeli saham baru, menjualnya kepada investor lain, atau membiarkannya hingga masa berlakunya berakhir.

Tujuan Perusahaan Melakukan Rights Issue

Setiap perusahaan memiliki alasan yang berbeda saat memutuskan untuk melakukan rights issue. Berikut beberapa tujuan yang paling umum:

  • Memperbaiki struktur modal agar kondisi keuangan perusahaan menjadi lebih kuat dan menarik di mata investor.
  • Mengumpulkan dana untuk ekspansi, seperti membuka cabang baru, meningkatkan kapasitas produksi, atau mengembangkan produk maupun layanan.
  • Mengurangi beban utang dengan menggunakan dana hasil rights issue untuk melunasi sebagian kewajiban sehingga rasio utang menjadi lebih sehat.
  • Mencegah pengambilalihan yang tidak diinginkan, karena pemegang saham lama memperoleh kesempatan lebih dahulu untuk membeli saham baru.


Baca juga: Saham Suspend: Definisi, Penyebab, Dampak, & Cara Mengatasi

Proses Rights Issue

Pelaksanaan rights issue dilakukan melalui beberapa tahapan agar seluruh investor memperoleh informasi dan hak yang sama, yaitu sebagai berikut:

  • Perusahaan mengumumkan rencana rights issue melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek.
  • Penetapan harga dan rasio HMETD, misalnya rasio 1:2, yang berarti setiap satu saham lama memperoleh hak untuk membeli dua saham baru.
  • Pembagian HMETD kepada pemegang saham yang tercatat pada tanggal yang telah ditentukan. Hak tersebut dapat diperdagangkan dalam periode tertentu.
  • Pelaksanaan pembelian saham baru oleh pemegang HMETD sesuai dengan rasio dan harga yang telah ditetapkan.
  • Pencatatan saham baru di bursa sehingga saham hasil rights issue mulai dapat diperdagangkan.


Selama periode HMETD berlangsung, investor sebaiknya memperhatikan jadwal yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Jika hak tersebut tidak digunakan atau dijual sebelum masa berlakunya berakhir, HMETD akan kedaluwarsa sehingga investor kehilangan kesempatan untuk memperoleh saham baru pada harga penawaran.

Dampak Positif Rights Issue bagi Investor

Bagi investor, rights issue adalah peluang yang dapat memberikan keuntungan jika dianalisis dengan tepat. Berikut beberapa dampak positifnya:

  • Berpeluang membeli saham dengan harga lebih rendah, dibandingkan harga pasar sehingga potensi keuntungan bisa meningkat ketika harga saham naik.
  • Menjaga persentase kepemilikan saham dengan menggunakan HMETD agar tidak terdilusi.
  • Mendorong kenaikan nilai perusahaan, terutama jika dana hasil rights issue dimanfaatkan untuk ekspansi yang dapat meningkatkan kinerja bisnis.


Namun, agar potensi keuntungan benar-benar dapat terealisasi, investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar, prospek industri, serta kemampuan perusahaan dalam mengelola dana hasil rights issue.

Di sisi lain, rights issue juga memiliki beberapa risiko yang sebaiknya dipahami sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga: Portofolio Saham: Pengertian, Jenis, Cara Membuat, & Contoh

Dampak Negatif Rights Issue bagi Investor

Tidak semua rights issue memberikan hasil yang positif. Oleh karena itu, investor perlu mempertimbangkan beberapa risiko berikut:

  • Harga saham berpotensi turun karena jumlah saham yang beredar menjadi lebih banyak sehingga terjadi penyesuaian harga.
  • Dilusi kepemilikan, apabila investor tidak menggunakan atau menjual HMETD yang dimilikinya.
  • Ketidakpastian penggunaan dana, sebab jika perusahaan gagal mengelola dana hasil rights issue secara efektif, kinerja bisnis maupun harga saham dapat ikut terpengaruh.


Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan, pastikan kamu telah membaca prospek rights issue agar memahami tujuan penggunaan dana tersebut.

Tips Menyikapi Rights Issue

Mengikuti rights issue sebaiknya tidak dilakukan hanya karena harganya lebih murah. Pertimbangkan beberapa hal berikut:

  • Analisis fundamental perusahaan: Memastikan prospek bisnisnya tetap baik dalam jangka panjang.
  • Pahami tujuan rights issue: Apakah dana digunakan untuk ekspansi, pengembangan usaha, atau kebutuhan lainnya yang bersifat produktif.
  • Sesuaikan dengan kondisi keuangan: Jika belum memiliki dana yang cukup, HMETD masih dapat dijual sebelum masa berlakunya berakhir.
  • Pantau pergerakan harga saham selama periode rights issue: Langkah yang perlu dilakukan untuk mengambil keputusan investasi yang lebih matang.


Selain itu, hindari mengambil keputusan hanya karena mengikuti tren atau rekomendasi orang lain karena setiap investor memiliki tujuan, profil risiko, dan kemampuan finansial yang berbeda.

Dengan melakukan analisis sendiri, keputusan yang diambil akan lebih sesuai dengan kebutuhan investasi jangka panjang.

Itulah hal-hal yang perlu kamu pahami tentang rights issue. Dengan memahami rights issue, kamu mendapatkan bekal penting agar tidak kehilangan peluang saat perusahaan menawarkan HMETD.

Namun, apabila kesempatan tersebut datang saat dana tunai sedang terbatas, kamu tidak perlu terburu-buru melepas portofolio investasi yang masih berpotensi memberikan keuntungan.

Salah satu solusi yang bisa kamu pertimbangkan adalah Gadai Saham dan Obligasi Pegadaian.

Gadai Saham dan Obligasi memungkinkan kamu memperoleh pinjaman dengan jaminan efek berupa saham maupun obligasi sehingga aset investasi tetap dimiliki sekaligus mendapatkan dana sesuai nilai jaminan yang diberikan.

Keunggulan Gadai Saham dan Obligasi antara lain aset investasi tetap menjadi milik nasabah, pilihan pinjaman yang fleksibel, plafon pembiayaan hingga miliaran rupiah, serta penerimaan jaminan berupa saham maupun obligasi.

Dengan begitu, kamu memiliki alternatif pendanaan tanpa harus menjual aset investasi yang masih prospektif.

Untuk mengajukan Gadai Saham dan Obligasi, cukup hubungi 0813-8000-4200 atau WhatsApp 0819-4500-8000. Kamu dapat memperoleh panduan mengenai persyaratan, pengajuan, hingga tahapan pencairan dana dari petugas.

Setelah pengajuan disetujui dan konfirmasi dilakukan, dana pinjaman akan ditransfer ke rekening yang telah didaftarkan.

Dengan solusi pendanaan yang tepat melalui Gadai Saham dan Obligasi Pegadaian, mari ambil keputusan finansial dengan lebih praktis.

Baca juga: Mengenal FCA Saham, Cara Kerja, Kriteria, Hingga Periodenya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved