Investasi Apa yang Menguntungkan di 2026? Ini Pilihannya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Investasi

26 May 2026
Bagikan :
image detail artikel

Persiapan kondisi finansial jangka panjang dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui investasi. Saat ini, pilihan instrumen investasi juga semakin beragam.

Mulai dari emas, deposito, reksa dana, hingga saham, setiap instrumen memiliki cara kerja dan potensi keuntungan yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, penting sekali untuk mengenal karakteristik masing-masing investasi sebelum menentukan pilihan.

Lalu, investasi apa yang menguntungkan dan cocok untuk kebutuhan jangka panjang? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini.

Investasi Apa yang Menguntungkan?

Setiap jenis investasi memiliki karakteristik yang berbeda. Ada yang cocok untuk pemula karena relatif stabil, ada pula yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi dengan risiko yang lebih besar.

Supaya tidak salah menentukan pilihan, berikut beberapa jenis investasi yang banyak digunakan untuk tujuan jangka panjang.

1. Emas

Emas menjadi salah satu investasi favorit masyarakat luas karena dianggap stabil dan mudah dicairkan kapan saja.

Nilainya cenderung meningkat dalam jangka panjang sehingga sering dijadikan aset pelindung nilai, terutama saat kondisi ekonomi tidak menentu.

Saat inflasi meningkat atau nilai mata uang melemah, harga emas biasanya ikut mengalami kenaikan. Hal inilah yang membuat emas sering dipilih sebagai investasi jangka panjang.

Selain itu, emas memiliki tingkat likuiditas tinggi, artinya, aset ini mudah dijual atau digadaikan saat membutuhkan dana cepat di kondisi tertentu.

Namun, harga emas juga tetap mengalami fluktuasi. Karena itu, investasi emas biasanya lebih optimal untuk tujuan jangka panjang.

2. Deposito

Deposito cocok untuk investor yang mengutamakan keamanan dana dan risiko rendah. Sistemnya mirip tabungan, tetapi dana akan disimpan dalam jangka waktu tertentu dengan bunga lebih tinggi dibanding tabungan biasa.

Pilihan tenor deposito juga cukup beragam, mulai dari satu bulan hingga beberapa tahun. Semakin lama tenor yang dipilih, biasanya bunga yang diperoleh juga lebih tinggi.

Bagi yang masih mempertimbangkan investasi apa yang menguntungkan dengan risiko relatif stabil, deposito bisa menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.

Namun di balik keuntungan yang ditawarkan, deposito juga memiliki kelemahan, di mana potensi keuntungannya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain, seperti saham atau reksa dana saham.

Instrumen ini cocok untuk beberapa tujuan finansial, seperti:

  • Dana darurat.
  • Target keuangan jangka pendek.
  • Penyimpanan dana stabil.


Baca juga: 4 Contoh Investasi Jangka Pendek Beserta Keuntungannya

3. Reksa Dana

Bagi pemula yang belum memahami pasar investasi secara mendalam, reksa dana bisa menjadi pilihan menarik.

Dalam sistem ini, dana investor akan dikelola oleh manajer investasi profesional ke berbagai instrumen, seperti saham, obligasi, atau pasar uang. Reksa dana menawarkan kemudahan karena investor tidak perlu memantau pasar setiap saat.

Selain itu, modal awalnya juga cukup terjangkau sehingga sering direkomendasikan bagi masyarakat yang mencari investasi apa yang menguntungkan untuk pemula. Jenis reksa dana yang umum dipilih antara lain:


Masing-masing jenis instrumen memiliki tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda. Nilai investasinya juga dapat naik dan turun tergantung kondisi pasar dan situasi ekonomi.

4. Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan kepada investor. Sebagai imbalannya, investor akan memperoleh bunga atau kupon dalam periode tertentu.

Instrumen ini sering dipilih karena menawarkan pendapatan yang relatif stabil dibanding saham. Obligasi juga dianggap cocok untuk investasi jangka menengah hingga jangka panjang serta diversifikasi portofolio.

Namun di sisi lain, obligasi memiliki jatuh tempo tertentu. Jika dijual sebelum masa jatuh tempo, investor berpotensi mengalami kerugian akibat perubahan harga pasar.

5. Surat Berharga Negara (SBN)

Selain obligasi, ada juga Surat Berharga Negara atau SBN yang diterbitkan langsung oleh pemerintah. SBN cukup diminati karena dianggap memiliki risiko relatif rendah dan menawarkan imbal hasil yang kompetitif.

Dalam sistemnya, investor meminjamkan dana kepada negara, lalu pemerintah akan memberikan imbal hasil berupa kupon secara berkala. Beberapa jenis SBN yang cukup populer antara lain:

  • Obligasi Negara Ritel (ORI).
  • Sukuk Ritel (SR).
  • Sukuk Tabungan (ST).


Bagi investor yang sedang mencari referensi investasi apa yang menguntungkan sekaligus memiliki tingkat risiko lebih rendah, SBN bisa menjadi salah satu pilihan.

Baca juga: Rasio Investasi: Definisi, Jenis, & Cara Perhitungannya

6. Saham

Saham dikenal sebagai instrumen investasi dengan potensi keuntungan tinggi. Investor bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham maupun pembagian dividen perusahaan.

Namun, saham juga memiliki risiko fluktuasi yang cukup besar. Harga saham bisa naik atau turun dengan cepat tergantung kondisi pasar, performa perusahaan, hingga situasi ekonomi global.

Karena itu, investasi saham lebih cocok untuk investor dengan profil risiko agresif, tujuan investasi jangka panjang, dan investor yang siap menghadapi fluktuasi pasar.

Bagi pemula, penting untuk memahami analisis dasar saham sebelum mulai berinvestasi agar tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan tren sesaat.

7. Properti

Properti termasuk investasi jangka panjang yang masih diminati hingga saat ini. Pasalnya, nilai tanah dan bangunan umumnya meningkat dari tahun ke tahun, terutama di lokasi strategis.

Selain dari kenaikan harga aset, properti juga dapat menghasilkan pemasukan tambahan atau passive income melalui penyewaan rumah, apartemen, atau ruko.

Namun, investasi properti membutuhkan modal besar dan biaya tambahan, seperti perawatan bangunan, pajak, hingga renovasi sehingga perlu persiapan yang lebih matang.

8. Socially Responsible Investing (SRI)

Socially Responsible Investing (SRI) merupakan jenis investasi yang mempertimbangkan aspek sosial, lingkungan, dan etika bisnis selain potensi keuntungan finansial.

Investor biasanya memilih perusahaan yang memiliki komitmen terhadap keberlanjutan, seperti pengelolaan lingkungan yang baik, penggunaan energi ramah lingkungan, hingga tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

Selain berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang, investasi ini juga dinilai dapat mendukung dampak positif bagi lingkungan dan sosial sehingga mulai dilirik para investor.

Namun, pilihan instrumen SRI cenderung lebih terbatas dibanding investasi konvensional, misalnya SRI index dan obligasi hijau (green bonds).

Nah, sudah tahu investasi apa yang menguntungkan untuk dipilih sesuai tujuan finansialmu? Setiap instrumen investasi memiliki kelebihan dan risikonya masing-masing.

Karena itu, penting untuk memilih investasi yang sesuai dengan kebutuhan, tujuan finansial, dan profil risiko agar hasilnya lebih optimal dalam jangka panjang.

Bagi yang ingin mulai investasi tanpa harus menyiapkan modal besar, Tabungan Emas di Pegadaian dapat menjadi langkah awal yang tepat.

Layanan ini memungkinkan Sahabat membeli emas mulai dari 0,01 gram sehingga lebih fleksibel untuk pemula maupun yang ingin investasi secara bertahap.

Saldo emas yang dimiliki juga merupakan emas 24 karat dan dapat dipantau melalui aplikasi Tring! by Pegadaian maupun di outlet Pegadaian secara langsung.

Selain membeli emas, Sahabat juga bisa menjual kembali atau menggadaikan emas, mencetak saldo menjadi emas batangan, atau transfer saldo ke sesama pemilik rekening Tabungan Emas.

Jika masih ragu, kamu bisa mencoba fitur Simulasi Tabungan Emas untuk memperkirakan jumlah gram emas sesuai nominal pembelian.

Jangan tunda lagi. Yuk, mulai investasi emas dari sekarang bersama Pegadaian! Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati.

Baca juga: 6+ Investasi Online untuk Pemula yang Mudah, Aman, dan Menguntungkan

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved