5 Cara Mengatasi Masalah Keuangan Setelah Lebaran

Belanja untuk Lebaran? Sudah. Merayakan Lebaran? Sudah. Sesudahnya? Aduh, kok keuangan menipis, ya? Mungkin ini sering terjadi pada Anda, terutama yang selalu mempersiapkan halal bi halal di rumah setiap tahun. Setelah keluarga dan teman datang untuk menikmati makanan melimpah, berikutnya adalah masalah keuangan setelah Lebaran. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, ketiga cara di bawah ini dapat Anda lakukan.
1. Mengecek kembali kondisi keuangan Anda
Belajarlah dari kesalahan tahun lalu dan tahun ini. Sudah terlanjur banyak pengeluaran untuk Lebaran tahun ini? Kembalilah pada prinsip dasar ekonomi, yaitu membagi dengan jelas antara kebutuhan dengan keinginan. Misalnya, kalau pakaian lama masih bagus, untuk apa membeli pakaian baru setiap tahun? Dananya bisa ditabung untuk keperluan lain. Bukankah hati yang ‘baru’ lebih baik daripada sekadar pakaian baru? Bila ternyata selama ini dana lebih banyak habis itu menuruti keinginan, saatnya lebih fokus dengan kebutuhan agar tidak ada lagi masalah keuangan setelah Lebaran. Apalagi bila Anda sudah terlanjur mengajukan cuti cukup lama untuk mudik ke luar kota. Waktunya kembali bekerja masih lama, lho.
2. Menyusun, dan kalau perlu merombak, kembali anggaran keuangan Anda
Keluar dari zona nyaman memang sebuah tantangan, terutama bila ada tradisi yang menyenangkan namun sebenarnya memakan banyak biaya. Bila ada masalah keuangan setelah Lebaran, mau tidak mau Anda terpaksa sedikit lebih mengencangkan ikat pinggang. Kurangi dulu biaya hiburan atau bersenang-senang di luar rumah. Hitung-hitung Anda sekalian mendekatkan diri kembali dengan keluarga. Daripada ke mal dan makan di restoran lagi, lebih baik memasak dan makan bersama di rumah. Lebih murah, bukan?
3. Batasi pengeluaran harian dengan mengisi ‘simpanan darurat’
Saatnya membatasi pengeluaran harian, setidaknya hingga gajian berikutnya. Selain membawa bekal dari rumah ke kantor, salah satu trik untuk mengatasi masalah keuangan setelah Lebaran adalah ‘simpanan darurat’. Sediakan celengan yang cukup besar. Setiap hari, masukkan koin dan/atau selembar Rp2000 atau Rp5000 ke dalamnya. Di sini, Anda harus lebih ‘tega’ dengan diri sendiri agar tidak sengsara di kemudian hari. Tunggulah barang sebulan atau dua bulan sebelum melihat isinya. Anda akan terkejut dengan banyaknya jumlah yang telah Anda tabung sebagai ‘simpanan darurat’.
4. Rencanakan anggaran keuangan berikutnya dengan lebih cermat
Manusia yang baik adalah yang mau dan mampu belajar dari kesalahannya. Jika sudah tahu penyebab utama dari masalah keuangan setelah Lebaran, saatnya mengatasi hal itu dengan perencanaan anggaran keuangan berikutnya. Kali ini, Anda harus lebih cermat dan hemat. Jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama.
5. Disiplinkan diri dan libatkan seluruh keluarga untuk saling mengingatkan
Sebagus apa pun sebuah rencana, eksekusi akhir yang menentukan. Disiplinkan diri dan libatkan seluruh keluarga, terutama untuk saling mengingatkan. Semoga setelah Anda berkomitmen dengan rencana ini, tidak ada lagi masalah keuangan setelah Lebaran. Lebaran memang selalu menjadi momen spesial untuk berbagi, bersilaturahmi, dan merayakan kemenangan. Jadi, jangan lupakan tujuan utamanya dengan pemborosan yang tidak perlu.
Berita dan Artikel Lainnya

Investasi
Bear Market: Pengertian, Penyebab, dan Cara Menghadapinya
Bear market adalah kondisi ketika harga saham di pasar mengalami penurunan dalam periode tertentu. Simak penjelasan selengkapnya di artikel ini.

Investasi
Dividen: Jenis, Pembagian, dan Prosedur Pembayarannya
Dividen adalah hasil keuntungan bersih yang diberikan kepada pemegang saham suatu perusahaan. Mari pelajari jenis dan mekanismenya di artikel ini.

Investasi
Ketahui Ciri Investasi Bodong dan Cara Mewaspadainya
Mau tahu cara mendatangkan uang dengan mudah? Ternyata cukup lakukan langkah-langkah ini. Yuk simak selengkapnya disini.
