Pahami Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan dan Maknanya

Oleh Pegadaian dalam Inspirasi

06 August 2026
Bagikan :
image detail artikel

Pernikahan bagi masyarakat Jawa tidak hanya menjadi penyatuan dua orang, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi yang memiliki banyak simbol dan makna.

Salah satu tradisi yang masih sering digunakan dan menjadi salah satu persiapan pernikahan adalah menghitung weton. Hal ini bertujuan untuk melihat kecocokan pasangan dan menentukan waktu yang dianggap baik.

Lantas, bagaimana cara menghitung weton Jawa untuk pernikahan dan apa saja makna dari hasil perhitungannya? Simak penjelasannya berikut ini!

Weton Jawa dalam Konteks Pernikahan

Weton Jawa adalah perhitungan hari kelahiran seseorang berdasarkan gabungan antara hari dalam kalender Jawa (dina) dan pasaran Jawa.

Dalam tradisi Jawa, setiap hari dan pasaran memiliki nilai angka yang disebut neptu. Nilai tersebut kemudian digunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya dalam perhitungan pernikahan.

Dalam konteks pernikahan, hitungan weton Jawa biasanya digunakan sebagai pertimbangan budaya untuk menilai kecocokan calon pasangan.

Masyarakat Jawa percaya bahwa perpaduan nilai weton antara calon pengantin dapat memberikan gambaran tentang perjalanan rumah tangga yang akan dijalani.

Penggunaan weton dalam pernikahan biasanya berkaitan dengan beberapa hal berikut:

1. Menentukan Kecocokan Pasangan

Hitungan weton digunakan untuk membandingkan nilai neptu antara calon suami dan calon istri. Hasil perhitungan tersebut kemudian dikaitkan dengan beberapa makna tertentu yang dipercaya menggambarkan karakter hubungan pasangan.

2. Menentukan Hari Pernikahan

Selain melihat kecocokan pasangan, weton juga sering digunakan untuk memilih tanggal pernikahan. Tujuannya adalah mencari hari yang dianggap baik menurut perhitungan adat Jawa agar acara berjalan lancar.

3. Pelaksanaan Ritual dan Upacara Adat

Beberapa keluarga masih menggunakan hitungan weton sebagai bagian dari persiapan ritual adat, seperti menentukan waktu acara lamaran, siraman, hingga akad nikah.

Baca juga: Mahar Pernikahan: Pengertian, Jenis, dan Aturannya

Komponen Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan

Dalam menghitung weton untuk pernikahan, terdapat beberapa komponen yang perlu diketahui. Setiap komponen memiliki nilai yang berbeda dan akan dijumlahkan untuk memperoleh hasil akhir.

1. Neptu Dina

Neptu dina adalah nilai angka yang berasal dari hari kelahiran seseorang. Dalam kalender Jawa, setiap hari memiliki nilai tertentu.

  • Minggu memiliki neptu 5.
  • Senin memiliki neptu 4.
  • Selasa memiliki neptu 3.
  • Rabu memiliki neptu 7.
  • Kamis memiliki neptu 8.
  • Jumat memiliki neptu 6.
  • Sabtu memiliki neptu 9.


2. Neptu Pasaran

Selain hari, masyarakat Jawa juga mengenal lima pasaran, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Masing-masing pasaran memiliki nilai neptu sebagai berikut:

  • Legi memiliki neptu 5.
  • Pahing memiliki neptu 9.
  • Pon memiliki neptu 7.
  • Wage memiliki neptu 4.
  • Kliwon memiliki neptu 8.


3. Jumlah Neptu Pasangan

Setelah mengetahui neptu hari dan pasaran masing-masing calon pengantin, nilai-nilai tersebut dijumlahkan. Hasil akhir inilah yang biasanya digunakan untuk membaca makna weton pasangan.

Cara Menghitung Weton Jawa untuk Pernikahan

Cara menghitung weton Jawa untuk pernikahan dilakukan dengan menjumlahkan neptu kelahiran calon pengantin. Sebagai contoh:

Calon pengantin laki-laki lahir pada Senin Kliwon.

  • Senin = 4
  • Kliwon = 8


Total neptu laki-laki = 12

Calon pengantin perempuan lahir pada Jumat Legi.

  • Jumat = 6
  • Legi = 5


Total neptu perempuan = 11

Kemudian, jumlahkan kedua neptu:
12 + 11 = 23

Angka 23 tersebut kemudian dicocokkan dengan kategori hasil perhitungan weton yang dipercaya dalam tradisi Jawa.

Baca juga: Persyaratan Nikah Berdasarkan Ketentuan Hukum di Indonesia

Makna Hasil Perhitungan Weton Jawa untuk Pernikahan

Hasil hitungan weton Jawa biasanya dibagi menjadi beberapa kategori yang memiliki makna tertentu, antara lain:

1. Pegat

Pegat sering dikaitkan dengan kemungkinan munculnya banyak masalah dalam rumah tangga, seperti perbedaan pendapat atau konflik. Namun, makna ini lebih sering dianggap sebagai pengingat agar pasangan mempersiapkan komunikasi yang baik.

2. Ratu

Kategori ratu dipercaya memiliki makna hubungan yang dihormati dan disegani oleh orang sekitar. Pasangan dengan hasil ini dianggap memiliki kecocokan yang baik untuk membangun kehidupan bersama.

3. Jodoh

Jodoh menjadi salah satu hasil yang banyak diharapkan karena dipercaya dapat menunjukkan pasangan yang memiliki kecocokan dan dapat saling melengkapi.

4. Topo

Topo menggambarkan perjalanan rumah tangga yang membutuhkan perjuangan lebih besar. Pasangan perlu melewati berbagai tantangan sebelum mencapai kehidupan yang lebih stabil.

5. Tinari

Tinari memiliki makna keberuntungan dan kebahagiaan. Hasil ini dipercaya membawa rezeki serta kemudahan dalam kehidupan rumah tangga.

6. Padu

Padu berkaitan dengan kemungkinan adanya perbedaan atau pertengkaran dalam hubungan. Maknanya menjadi pengingat agar pasangan saling belajar memahami satu sama lain.

7. Sujanan

Sujanan sering dikaitkan dengan ujian dalam hubungan, seperti munculnya rasa curiga atau gangguan dari pihak luar.

8. Pesthi

Pesthi dipercaya memiliki arti kehidupan rumah tangga yang tenteram, harmonis, dan berjalan dengan damai.

Ramalan Weton Jawa untuk Pernikahan

Selain hasil hitungan kecocokan pasangan, weton Jawa juga sering digunakan untuk melihat gambaran kehidupan rumah tangga berdasarkan tradisi. Berikut beberapa di antaranya:

1. Keharmonisan Hubungan

Perhitungan weton dipercaya dapat memberikan gambaran tentang bagaimana pasangan saling beradaptasi dan menghadapi perbedaan.

2. Kondisi Rezeki

Sebagian masyarakat menggunakan weton sebagai pertimbangan untuk melihat kelancaran rezeki setelah menikah.

3. Perjalanan Rumah Tangga

Weton juga sering dikaitkan dengan kemungkinan adanya tantangan maupun kebahagiaan yang akan dilewati bersama pasangan. Namun, penting untuk memahami bahwa hitungan weton merupakan bagian dari tradisi dan budaya.

Keharmonisan rumah tangga tetap bergantung pada komunikasi, komitmen, rasa saling menghargai, serta kesiapan pasangan dalam menjalani kehidupan bersama.

Memahami tata cara hitungan weton Jawa untuk pernikahan merupakan bentuk penghormatan terhadap tradisi sekaligus ikhtiar budaya dalam merancang masa depan rumah tangga yang harmonis.

Namun, kesiapan membangun keluarga juga perlu didukung dengan perencanaan finansial yang matang sejak sebelum hari pernikahan.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mulai menyiapkan dana pernikahan maupun tabungan keluarga melalui investasi emas.

Melalui Emas Pegadaian, kamu dapat memiliki emas dengan harga pembelian yang terjangkau, mulai dari Rp10 ribuan.

Layanan Emas Pegadaian bisa diakses dengan mudah melalui aplikasi Tring by Pegadaian atau dengan datang langsung ke kantor cabang Pegadaian terdekat.

Jika penasaran berapa gram emas yang bisa kamu beli, gunakan fitur Simulasi Emas Pegadaian untuk mendapatkan hasil perhitungan dengan cepat.

Jadi, jangan ragu untuk mempersiapkan rumah tangga yang lebih terencana dengan berinvestasi melalui Emas Pegadaian karena Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati untuk memenuhi kebutuhan finansial kamu!

Baca juga: Tips Menabung untuk Menikah yang Mudah Dipraktikkan

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved