Fungsi Bank Umum serta Jenis, Tugas, dan Kegiatan Usahanya

Oleh Pegadaian dalam Inspirasi

04 August 2026
Bagikan :
image detail artikel

Fungsi bank umum sangat penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dalam kehidupan masyarakat.

Bukan hanya sebagai tempat menyimpan uang, bank juga membantu penyaluran dana, menyediakan berbagai layanan transaksi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan memahami cara kerja bank umum, kamu bisa memanfaatkan layanan keuangan secara lebih optimal sesuai kebutuhan. Untuk itu, simak pembahasannya di bawah ini.

Pengertian Bank Umum

Fungsi bank umum tidak dapat dipisahkan dari peran utamanya sebagai lembaga intermediasi keuangan.

Bank umum adalah bank yang menjalankan kegiatan usaha secara konvensional maupun berdasarkan prinsip syariah dengan menghimpun dana masyarakat, menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit, serta menyediakan berbagai layanan pembayaran.

Pengertian tersebut juga tercantum dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa bank umum merupakan badan usaha yang menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan, kemudian menyalurkannya kembali melalui kredit atau bentuk pembiayaan lain untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Jenis-Jenis Bank Umum

Berdasarkan kemampuan memberikan layanan dan melakukan transaksi, bank umum dibedakan menjadi dua jenis berikut:

1. Bank Non-Devisa

Bank non-devisa merupakan bank yang belum memperoleh izin untuk melakukan transaksi dalam valuta asing. Maka dari itu, layanan yang diberikan oleh bank ini hanya terbatas pada transaksi dalam negeri.

Jadi, nasabah bank non-devisa tidak dapat melakukan transfer ke luar negeri, transaksi ekspor-impor, maupun jual beli valuta asing melalui bank tersebut.

2. Bank Devisa

Bank devisa adalah bank yang telah memperoleh izin untuk melakukan transaksi menggunakan valuta asing.

Berbeda dengan bank non-devisa, jenis bank ini dapat melayani berbagai kebutuhan transaksi internasional nasabah.

Beberapa layanan yang tersedia meliputi transfer dana ke luar negeri, jual beli valuta asing, hingga fasilitas pembayaran untuk kegiatan ekspor dan impor.

Baca juga: Rekonsiliasi Bank: Tujuan, Komponen, Proses, dan Contohnya

Tugas dan Fungsi Bank Umum

Secara umum, tugas bank umum adalah menghimpun dana masyarakat (funding) dan menyalurkannya kembali melalui kredit (lending).

Selain itu, terdapat beberapa fungsi utama bank umum yang menjadi dasar operasional bank. Berikut di antaranya:

1. Agent of Development (Agen Pembangunan)

Bank berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran dana kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Peran tersebut membantu kelancaran kegiatan produksi, distribusi, maupun konsumsi yang membutuhkan sistem pembayaran yang aman.

2. Agent of Trust (Agen Kepercayaan)

Seluruh kegiatan perbankan dibangun di atas rasa saling percaya. Masyarakat bersedia menyimpan dana di bank karena yakin dana mereka aman, sedangkan bank juga melakukan analisis sebelum memberikan kredit kepada calon debitur.

3. Agent of Service (Agen Pelayanan)

Selain menghimpun dana dan menyalurkan kredit, bank juga menyediakan berbagai layanan keuangan lainnya.

Contohnya adalah transfer dana, layanan inkaso, hingga penyewaan safe deposit box untuk menyimpan barang berharga.

Agar fungsi tersebut berjalan optimal, bank umum melaksanakan berbagai kegiatan usaha yang mendukung operasional sehari-hari.

Baca juga: Lembaga Keuangan Bukan Bank: Kenali Fungsi dan Contohnya

Kegiatan Usaha Bank Umum

Sebagai lembaga keuangan, bank umum melakukan beberapa kegiatan utama berikut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

1. Memberikan Layanan Kredit

Salah satu kegiatan utama bank umum adalah menyalurkan kredit kepada masyarakat maupun pelaku usaha. Kredit tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Menghimpun Dana dari Nasabah

Bank menerima dana masyarakat dalam bentuk tabungan, giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, maupun produk simpanan lainnya. Dana inilah yang kemudian akan dikelola oleh bank umum dan disalurkan kembali kepada masyarakat.

3. Memindahkan Dana Nasabah

Bank umum juga menyediakan layanan transfer dana antarrekening, antarbank, maupun untuk berbagai kebutuhan transaksi lainnya sehingga aktivitas keuangan menjadi lebih praktis.

4. Tempat Penyimpanan Dana dan Barang Berharga

Selain menyimpan uang, bank menyediakan fasilitas penyimpanan dokumen penting maupun barang berharga melalui layanan safe deposit box sehingga keamanan aset nasabah lebih terjamin.

Tantangan dan Perkembangan Fungsi Bank Umum

Seiring perkembangan zaman, fungsi bank umum juga terus berubah agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern.

Perubahan teknologi serta kebutuhan masyarakat membuat fungsi bank umum terus berkembang. Berikut beberapa tantangan yang dihadapi industri perbankan saat ini:

1. Fokus pada Keberlanjutan

Saat ini, bank umum mulai menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam menjalankan operasionalnya.

Langkah ini diwujudkan melalui pembiayaan yang lebih bertanggung jawab dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

2. Digitalisasi Layanan Perbankan

Perbankan kini semakin mengandalkan teknologi digital, mulai dari mobile banking hingga internet banking. Inovasi ini membuat transaksi menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien bagi nasabah.

3. Regulasi yang Semakin Ketat

Setelah krisis keuangan global, industri perbankan menghadapi berbagai aturan baru terkait permodalan, likuiditas, dan manajemen risiko. Regulasi tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

4. Persaingan dengan Fintech

Perusahaan teknologi finansial menawarkan layanan yang cepat dan praktis sehingga menjadi pesaing baru bagi bank umum. Oleh sebab itu, bank juga harus terus berinovasi agar tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Itulah hal-hal yang perlu diketahui terkait fungsi bank umum dalam transaksi ekonomi sehari-hari. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa salah satu fungsi bank umum adalah membantu masyarakat memperoleh pembiayaan.

Namun, pada kondisi tertentu, proses pengajuan pinjaman di bank dapat membutuhkan waktu lebih lama serta melalui tahapan analisis yang cukup ketat.

Jika kamu membutuhkan dana dengan proses yang lebih praktis, Produk Gadai di Pegadaian dapat menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan.

Pegadaian menyediakan berbagai pilihan layanan sesuai kebutuhan, mulai dari Gadai Emas, Gadai Elektronik, Gadai Tabungan Emas, Gadai Kendaraan, Gadai Saham dan Obligasi, hingga Gadai Jaminan Lainnya.

Seluruh layanan gadai tersebut dapat kamu ajukan dengan datang langsung ke kantor cabang Pegadaian terdekat.

Namun, khusus untuk Gadai Tabungan Emas, pengajuan juga dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian sehingga prosesnya menjadi semakin mudah.

Dengan berbagai pilihan layanan gadai, proses yang transparan, serta jaringan layanan yang luas, Pegadaian siap membantu memenuhi kebutuhan pendanaan masyarakat.

Jadi, apa pun kebutuhan finansialmu, Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati dengan berbagai layanan pembiayaan yang dapat diandalkan.

Baca juga: Contoh Surat Kuasa Pengambilan Uang di Bank dan Cara Buatnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved