7 Cara Menghadapi Quarter Life Crisis agar Finansial Aman

Pernah merasa tertinggal saat melihat teman sebaya sudah punya karier mapan, tabungan tebal, atau bahkan rumah sendiri?
Sementara di sisi lain, kamu masih sibuk mencari arah hidup dan berusaha menyeimbangkan kebutuhan sehari-hari dengan kondisi keuangan yang pas-pasan.
Jika iya, bisa jadi kamu sedang mengalami quarter life crisis. Fase ini umumnya terjadi pada usia 20 hingga awal 30 tahun.
Banyak orang mulai mempertanyakan pilihan karier, kondisi finansial, hubungan, hingga tujuan hidup yang ingin dicapai. Nah, salah satu sumber kecemasan terbesar dalam fase ini adalah masalah keuangan.
Lantas, bagaimana cara menghadapi quarter life crisis dari sisi finansial? Yuk, cari tahu tipsnya dalam artikel berikut!
Mengapa Quarter Life Crisis Sering Berkaitan dengan Keuangan?
Memasuki usia dewasa artinya kamu mulai memikul tanggung jawab yang lebih besar, termasuk urusan finansial.
Kamu mungkin harus membayar biaya hidup sendiri, membantu keluarga, melunasi utang pendidikan, atau mulai mempersiapkan berbagai tujuan jangka panjang.
Di saat yang sama, media sosial sering menampilkan gambaran kesuksesan orang lain yang tampak sempurna. Tanpa disadari, hal tersebut bisa memicu tekanan untuk mencapai pencapaian finansial tertentu dalam waktu cepat.
Di sisi lain, kondisi keuangan setiap orang tentu berbeda. Inilah yang bisa membawa diri sendiri ke posisi quarter life crisis.
Baca juga: Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga agar Tetap Hemat & Aman
Cara Menghadapi Quarter Life Crisis dari Sisi Finansial
Menghadapi quarter life crisis tidak selalu harus dimulai dengan perubahan besar. Langkah-langkah sederhana dalam mengelola keuangan justru dapat memberikan rasa aman dan membantu kamu kembali memiliki kendali atas hidup. Berikut ini tipsnya:
1. Pahami Dulu Kondisi Keuangan yang Dimiliki
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memahami kondisi keuangan saat ini secara detail dan menyeluruh.
Coba lihat kembali berapa besar penghasilan yang diterima setiap bulan, berapa pengeluaran rutin yang harus dibayar, apakah sudah memiliki tabungan, atau apakah masih ada utang yang perlu diselesaikan.
Dengan mengetahui posisi finansial secara jelas, kamu akan lebih mudah menentukan langkah yang perlu diambil ke depan.
Sering kali kecemasan muncul bukan karena kondisi keuangan yang buruk, melainkan karena tidak mengetahui kondisi sebenarnya.
2. Susun Perencanaan Keuangan yang Realistis
Memiliki banyak keinginan di usia 20-an adalah hal yang wajar. Namun, tanpa perencanaan yang matang, keinginan tersebut justru dapat menjadi sumber stres baru.
Agar keuangan lebih terarah, mulailah membuat rencana pengelolaan dana setiap bulan. Setelah kebutuhan pokok terpenuhi, sisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan, investasi, dan dana darurat.
Tidak harus dalam jumlah besar, yang terpenting adalah dilakukan secara konsisten. Salah satu metode yang sering dipakai adalah 50/30/20, yaitu 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan atau gaya hidup, dan 20% untuk tabungan dan investasi.
3. Terapkan Anggaran Bulanan agar Pengeluaran Lebih Terkontrol
Selain memiliki rencana keuangan, cara menghadapi quarter life crisis juga bisa dilakukan dengan membuat anggaran bulanan yang jelas. Catat seluruh pemasukan yang diperoleh, baik dari gaji utama maupun pendapatan tambahan.
Setelah itu, kelompokkan pengeluaran ke dalam beberapa kategori, seperti kebutuhan rumah tangga, transportasi, cicilan, hiburan, dan tabungan. Dengan adanya batas pengeluaran setiap kategori, kamu dapat lebih mudah mengontrol penggunaan uang.
4. Kurangi Kebiasaan Mengikuti Gaya Hidup Sesuai Tren
Salah satu tantangan terbesar bagi generasi muda saat ini adalah tekanan untuk selalu mengikuti tren. Mulai dari gadget baru, fashion yang sedang populer, hingga gaya hidup yang sering ditampilkan di media sosial.
Semua ini bisa memicu keinginan untuk belanja lebih banyak. Padahal, tidak semua hal yang terlihat menarik benar-benar dibutuhkan.
Untuk terhindar dari gaya hidup seperti ini, biasakan bertanya pada diri sendiri terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu. Apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat.
Jika masih ragu, cobalah menunda keputusan pembelian selama beberapa hari. Cara sederhana ini cukup efektif untuk mengurangi pengeluaran impulsif.
Baca juga: 5 Tips Ampuh Mengelola Keuangan untuk Milenial
5. Bangun Dana Darurat Sebagai Jaring Pengaman
Quarter life crisis sering kali dibarengi dengan rasa takut menghadapi hal-hal yang tidak terduga. Karena itu, memiliki dana darurat menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan rasa aman secara finansial.
Dana darurat berfungsi sebagai cadangan ketika terjadi kondisi yang tidak direncanakan, seperti kehilangan pekerjaan, biaya pengobatan mendadak, atau kebutuhan mendesak lainnya.
Idealnya, dana darurat yang dimiliki setara dengan tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan. Namun, jika belum mampu mencapai jumlah tersebut, mulailah dari nominal yang sesuai kemampuan dan tingkatkan secara bertahap.
6. Cari Peluang untuk Menambah Penghasilan
Jika merasa pendapatan saat ini belum cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan tujuan keuangan, cara menghadapi quarter life crisis bisa dimulai dengan mencari sumber penghasilan tambahan.
Di era digital, peluang memperoleh pendapatan tambahan semakin terbuka lebar. Kamu bisa memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk bekerja sebagai freelancer, menjalankan usaha sampingan, atau menawarkan jasa secara online.
7. Berani Memulai Investasi Sejak Dini
Setelah kebutuhan dasar terpenuhi dan dana darurat mulai terbentuk, langkah berikutnya adalah mulai berinvestasi.
Masih banyak orang yang menunda investasi karena merasa modalnya belum cukup atau takut menghadapi risiko.
Padahal, investasi merupakan salah satu cara untuk membantu mengembangkan nilai aset dan mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.
Kamu dapat memilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko. Semakin cepat memulai, semakin panjang pula waktu yang dimiliki untuk mengoptimalkan hasil investasi.
Itulah beberapa cara menghadapi quarter life crisis dari sisi finansial yang dapat mulai diterapkan sejak sekarang.
Salah satu langkah yang bisa dipertimbangkan untuk mempersiapkan tujuan keuangan jangka panjang adalah berinvestasi pada aset yang memiliki nilai relatif stabil, seperti emas.
Jika ingin memiliki emas tetapi terkendala biaya yang terlalu besar, kamu dapat memanfaatkan layanan Cicil Emas di Pegadaian.
Melalui layanan ini, kamu bisa memiliki emas batangan dengan sistem cicilan dengan nominal angsuran tetap meski harga emas naik. Pilihan jangka waktu yang tersedia juga fleksibel, mulai dari 3, 6, 12, 18, 24, dan 36 bulan.
Meski lewat sistem cicilan, kamu juga bisa melakukan pelunasan sewaktu-waktu sebelum jatuh tempo. Setelah pelunasan, emas fisik dengan kadar 24 karat bisa kamu ambil di outlet Pegadaian terdaftar.
Namun, jika kamu lebih tertarik pada emas digital, kamu bisa melakukan transaksi di aplikasi Tring! by Pegadaian.
Kalau masih ragu, kamu bisa coba dulu fitur Simulasi Cicil Emas untuk melihat estimasi cicilan perbulan dan total uang muka sesuai denominasi dan tenor yang kamu pilih.
Yuk, persiapkan masa depan finansialmu dengan investasi emas agar bisa melewati masa quarter life crisis dengan lebih baik!
Baca juga: 9 Tips Menabung Harian untuk Mengoptimalkan Finansial
Berita dan Artikel Lainnya

Inspirasi
Apa Itu Senat? Definisi, Fungsi, Tugas, & Bedanya dengan BEM
Senat adalah organisasi kemahasiswaan yang biasanya berkedudukan sebagai lembaga legislatif di lingkup kampus. Ketahui fungsi hingga tugasnya di sini!

Inspirasi
Kumpulan Kata-Kata Bijak Berkelas Simple untuk Diri Sendiri
Simak kumpulan kata-kata bijak berkelas dan simple untuk diri sendiri, sebagai pengingat penuh makna untuk tetap tenang, kuat, dan percaya diri di sini.

Inspirasi
9 Cara Menyimpan Uang agar Tidak Hilang Menurut Islam
Pelajari cara menyimpan uang agar tidak hilang menurut Islam dengan prinsip syariah, menghindari riba, hingga investasi emas yang lebih berkah.

