Kode Emas 18KGP Asli atau Palsu? Cek Nilai Investasinya!

Memahami kode emas 18KGP asli atau palsu penting bagi kamu yang sedang mempertimbangkan untuk membeli perhiasan berlapis emas.
Kode tersebut bukan sekadar penanda kadar, tetapi juga menunjukkan bahwa perhiasan menggunakan lapisan emas pada bagian luarnya.
Mari simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini agar kamu tidak salah mengenali dan menilai perhiasan 18KGP.
Arti Kode Emas 18KGP, Asli atau Palsu?
Secara sederhana, kode 18KGP berarti 18 Karat Gold Plated atau perhiasan yang dilapisi oleh emas berkadar 18 karat.
Jadi, angka 18 menunjukkan kadar emas pada lapisan, sedangkan KGP menandakan bahwa emas tersebut hanya berfungsi sebagai pelapis.
Emas 18 karat sendiri mengandung sekitar 75% emas dan 25% logam lainnya. Artinya, emas 18K memang merupakan emas asli, tetapi tidak sama dengan emas 24K yang memiliki kadar lebih tinggi.
Pada perhiasan 18KGP, bagian inti biasanya dibuat dari logam lain seperti tembaga, kuningan, atau logam dasar lainnya.
Emas 18K kemudian digunakan sebagai lapisan luar agar tampilannya menyerupai perhiasan emas.
Maka dari itu, jika kamu bertanya apakah 18KGP asli atau palsu, jawabannya perlu dibedakan. Lapisan emasnya dapat berupa emas asli berkadar 18K, tetapi keseluruhan perhiasannya tidak sepenuhnya terbuat dari emas solid 18K.
Perlu diluruskan juga bahwa angka 18 bukan berarti 18 bagian dari seribu. Kadar 18K berarti 18 dari 24 bagian, atau sekitar 75% emas, pada material emas 18K. Sementara itu, istilah KGP merujuk pada proses pelapisan.
Dengan demikian, perhiasan berkode 18KGP umumnya memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan emas murni. Produk ini lebih cocok untuk menunjang penampilan daripada menjadi pilihan utama untuk menyimpan nilai dalam jangka panjang.
Baca juga: Kode Emas 833 Berapa Karat? Kenali Arti hingga Kelebihannya
Jenis Emas Kode 18KGP yang Jarang Diketahui
Sebelum membeli, kamu juga perlu mengenali variasi tampilan pelapis 18KGP. Jenis warnanya dapat memengaruhi karakter dan kesan akhir perhiasan yang digunakan.
Tidak hanya memiliki satu tampilan, pelapis emas 18KGP juga tersedia dalam beberapa pilihan warna. Dua jenis yang cukup umum dijumpai adalah emas putih dan emas kuning. Berikut penjabaran singkatnya:
1. Kode Emas 18KGP Putih
18KGP putih menggunakan lapisan berwarna putih atau keperakan yang memberikan kesan modern dan elegan. Jenis ini kerap digunakan pada perhiasan yang ingin menampilkan nuansa seperti emas putih.
2. Kode Emas 18KGP Kuning
Sementara itu, 18KGP kuning memiliki warna kuning mengilap yang lebih menyerupai tampilan emas pada umumnya. Lapisan ini digunakan untuk memberikan kesan mewah pada perhiasan berbahan logam dasar.
Ciri-Ciri Emas Kode 18KGP
Mengenali ciri-ciri emas 18KGP merupakan hal yang penting agar kamu tidak mengira perhiasan berlapis sebagai emas solid. Berikut beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan:
- Nilai jual kembali relatif rendah: Mengingat emas 18KGP bukan emas solid, harga jual kembalinya sangat bergantung pada material dasar dan kebijakan pembeli.
- Warna dapat memudar: Lapisan emas dapat menipis akibat gesekan, keringat, parfum, atau paparan bahan kimia. Setelah lapisan berkurang, warna logam dasar dapat mulai terlihat.
- Kandungan emas hanya terdapat pada bagian luar: Berbeda dari emas solid 18K, kandungan emas pada 18KGP tidak merata di seluruh bagian perhiasan. Intinya menggunakan material lain yang kemudian dilapisi emas.
- Memiliki cap atau penanda tertentu: Kamu mungkin menemukan cap 18KGP pada bagian tersembunyi dari perhiasan. Namun, jangan disamakan dengan KGF karena ini merupakan metode konstruksi material yang berbeda.
- Dapat dilengkapi dengan informasi produk atau sertifikat: Produk dari penjual tepercaya dapat disertai informasi mengenai material dan kadar lapisan.
- Tampilan awalnya menyerupai emas solid: Saat masih baru, lapisan emas dapat terlihat mengilap dan menarik sehingga sulit dibedakan hanya dengan melihat sekilas.
Baca juga: Kode Emas Asli dan Artinya, Jangan Sampai Salah Beli!
Bisakah Emas Kode 18KGP Menjadi Aset Investasi?
Jika kamu mencari kode emas 18KGP asli atau palsu untuk tujuan investasi, jangan hanya mempertimbangkan harganya yang murah.
Karakter materialnya juga perlu diperhatikan karena 18KGP bukan emas batangan atau emas solid. Ini keuntungan dan kerugiannya:
1. Keuntungan
Keuntungan utama membeli emas 18KGP adalah harganya yang relatif terjangkau. Dengan anggaran lebih kecil, kamu bisa mendapatkan perhiasan dengan tampilan emas 18K tanpa membayar harga emas solid dengan bobot yang sama.
2. Kerugian
Namun, ada keterbatasan penting. Lapisan emas dapat mengalami keausan sehingga nilainya tidak lagi sama dengan emas 24 karat. Selain itu, harga jual kembali perhiasan berlapis biasanya tidak mengikuti nilai emas secara penuh.
Oleh karena itu, 18KGP kurang tepat jika tujuan utamamu adalah menyimpan nilai atau membangun aset emas dalam jangka panjang.
Untuk kebutuhan investasi, emas batangan 24K bersertifikat lebih relevan karena kandungan emas dan mekanisme jual kembali lebih jelas.
Jika kamu ingin memiliki emas asli sebagai aset tanpa harus membayar seluruh harganya sekaligus, Cicil Emas Pegadaian bisa menjadi alternatif yang lebih terstruktur.
Cicil Emas merupakan layanan pembiayaan yang memungkinkan kamu memiliki emas batangan atau emas digital dengan pembayaran bertahap melalui angsuran tetap serta pilihan tenor yang beragam.
Selain cicilannya tetap meskipun harga emas naik, keunggulan lainnya adalah jaminan emas 24 karat bersertifikat SNI/LBMA serta jaminan jual kembali di seluruh jaringan distro Galeri 24.
Pelunasan cicilan juga dapat dilakukan sewaktu-waktu, tetapi tetap harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pilihan layanannya mencakup Personal, Kolektif, dan Arisan, sehingga kamu dapat menyesuaikannya dengan kebutuhanmu.
Tersedia pula Cicil Emas Manfaat Asuransi dan pilihan Tabungan Emas sesuai dengan ketentuan produk yang berlaku.
Sebagai gambaran keuntungannya, ini simulasi berdasarkan harga emas pada 12 Agustus 2026, yaitu Rp 2.680.000 per gram.
- Denom emas: 10 gram.
- Harga emas: Rp26.800.000.
- Brand emas: Galeri 24.
- Sewa modal: 0,92% × taksiran emas / bulan.
- Uang muka 15%: Rp4.020.000.
- Biaya admin: Rp50.000.
Sisa pembiayaan:
= Harga emas - uang muka
= Rp26.800.000 - Rp4.020.000
= 22.780.000
Pokok angsuran per bulan:
= 22.780.000 ÷ 12 bulan
= Rp1.898.333 per bulan
Sewa modal per bulan:
= 22.780.000 × 0,92%
= 209.576 per bulan
Total angsuran per bulan:
= Rp1.898.333 + 209.576
= 2.107.909 per bulan
Kamu bisa menggunakan fitur Simulasi Cicil Emas untuk menghitung estimasi pembayaran sesuai dengan kemampuan finansialmu.
Jika ingin mulai mencicil emas, kamu bisa memilih cara yang praktis melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Melalui aplikasi ini, pengajuan Cicil Emas dapat dilakukan dengan memilih jenis emas, gramasi, tenor, hingga outlet pengambilan untuk emas batangan.
Jika ingin mengajukan Cicil Emas secara langsung, kamu juga dapat mengunjungi kantor cabang Pegadaian terdekat. Petugas akan membantu proses pengajuan, pemilihan denominasi, tenor, pembayaran awal, hingga akad sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Jadi, daripada mengandalkan perhiasan berlapis untuk tujuan investasi, kamu bisa mempertimbangkan Cicil Emas Pegadaian.
Melalui Cicil Emas Pegadaian, kamu bisa memiliki emas 24 karat secara bertahap dan lebih terencana, bukan sekadar untuk tampilan dekoratif.
Baca juga: Ini Cara Cicil Emas di Pegadaian, Syarat, dan Simulasinya
Berita dan Artikel Lainnya

Emas
Mengapa Uang Emas Tidak Digunakan Secara Umum? Ini Alasannya
Selain jadi investasi menjanjikan, emas punya banyak kegunaan lain. Yuk, cari tahu mengapa uang emas tidak digunakan secara umum dalam artikel ini!

Emas
Apa Itu Emas Derivatif? Ini 7 Perbedaannya dengan Emas Fisik
Emas derivatif adalah emas nonfisik yang nilainya berhubungan dengan harga emas tanpa melibatkan kepemilikan fisik. Yuk, pahami selengkapnya di sini!

Emas
Mengulik Tips dan Sistem Arisan Emas
Di Indonesia, ada satu kegiatan yang cukup membudaya dari dulu hingga sekarang yaitu arisan. Begitu mengakarnya, kegiatan mengumpulkan uang untuk kemudian diundi ini bisa ditemui di semua lapisan masyarakat. Tua muda, kaya maupun menengah, semua pernah mengikuti arisan. Selain dalam bentuk uang, belakangan ini masyarakat Indonesia juga mengadakan arisan dalam bentuk barang, sembako, bahkan emas. […]

