Emas 585 Berapa Karat? Arti & Bedanya dengan Kode Emas Lain

Oleh Pegadaian dalam Emas

07 September 2026
Bagikan :
image detail artikel

Saat membeli perhiasan emas, hal yang pertama kali kamu lihat mungkin hanyalah model dan harganya.

Padahal, ada satu informasi penting lainnya yang sebaiknya tidak dilewatkan, yaitu kode kadar emas berupa angka yang biasanya tertera di setiap produk perhiasan emas, seperti 375, 585, 750, hingga 999.

Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui arti dari kode tersebut. Agar tidak salah memilih, yuk, pahami arti kode emas 585 berapa karat dan apa bedanya dengan kode emas lainnya!

Emas 585 Berapa Karat?

Kode emas 585 pada perhiasan berasal dari sistem kadar emas berbasis perseribu (millesimal fineness). Artinya, dari setiap 1.000 bagian logam, terdapat 585 bagian emas murni.

Sistem ini banyak digunakan secara internasional dan sudah sesuai dengan aturan Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang berlaku di Indonesia.

Oleh sebab itu, tak heran jika kamu menemukan cap tersebut ketika memilih perhiasan emas di pasaran. Nah, emas 585 ini memiliki kadar 14 karat (14K) dengan kandungan emas murni sebesar 58,5%.

Sementara sekitar 41,5% sisanya merupakan campuran logam lain, seperti perak, tembaga, seng, atau nikel yang berfungsi meningkatkan kekuatan dan daya tahan perhiasan.

Untuk mengetahui kadar karat tersebut, kamu bisa menggunakan rumus berikut:

  • Karat emas = (Kadar emas ÷ 1.000) x 24
  • Karat emas = (585 ÷ 1.000) x 24 = 14,04 karat.


Hasil tersebut kemudian dibulatkan menjadi 14 karat. Itulah sebabnya emas dengan kode 585 dikenal sebagai emas 14K.

Baca juga: Harga Emas 18 Karat: Cara Menghitung, Kelebihan, dan Tips Membeli

Perbedaan Emas 585 dengan Kode Emas Lainnya

Selain kode 585, ada beberapa kode kadar emas lain yang umum ditemukan pada perhiasan. Masing-masing kode menunjukkan kandungan emas murni yang berbeda sehingga karakteristik dan penggunaannya pun tidak sama.

Berdasarkan tabel di atas, kode emas 585 atau emas 14K termasuk kategori emas tua karena memiliki kadar kemurnian di atas 50%. Penyebutan ini akrab dikenal saat kamu melakukan transaksi di berbagai toko emas di Indonesia.

Semakin besar angka pada kode emas, semakin tinggi pula kandungan emas murninya. Sebaliknya, semakin rendah kadarnya, semakin banyak campuran logam lain yang digunakan.

Kelebihan dan Kekurangan Emas 585

Sebelum memutuskan untuk membeli perhiasan dengan kode 585, ada baiknya kamu memahami karakteristiknya terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu bisa menentukan apakah jenis emas ini sesuai dengan kebutuhanmu.

Kelebihan Emas 585

Beberapa keunggulan dari emas 585 atau emas 14K antara lain:

  • Memiliki daya tahan yang lebih kuat karena kandungan logam campurannya cukup tinggi.
  • Tidak mudah penyok atau berubah bentuk sehingga cocok digunakan setiap hari.
  • Cocok untuk berbagai model perhiasan dengan desain yang rumit.
  • Harganya umumnya lebih terjangkau dibanding emas berkadar lebih tinggi, seperti 18K, 22K, atau 24K.
  • Tetap memiliki kilau khas emas meski kandungan emas murninya tidak terlalu tinggi.


Kekurangan Emas 585

Di samping kelebihannya, jenis emas 14K ini juga memiliki sejumlah kekurangan yang perlu dipertimbangkan, meliputi:

  • Kandungan emas murni lebih rendah dibanding emas 18K, 22K, atau 24K.
  • Nilai jualnya umumnya tidak setinggi emas dengan kadar yang lebih tinggi.
  • Warna emasnya cenderung sedikit lebih muda karena dipengaruhi campuran logam lain.
  • Harga jual kembali (buyback) dapat dipengaruhi oleh kondisi perhiasan, desain, hingga biaya pembuatannya.


Baca juga: Kadar Emas 10K Artinya? Kenali Karakteristiknya dengan Tepat

Apakah Emas 585 Cocok untuk Investasi?

Kini, kamu sudah memahami emas 585 berapa karat, termasuk keunggulan dan kekurangannya dibanding kode emas lainnya.

Jika kamu ingin membeli emas 585 sebagai perhiasan yang awet dan nyaman dipakai setiap hari, ini adalah pilihan yang tepat.

Kandungan logam campurannya yang cukup banyak membuat perhiasan lebih kuat sehingga tidak mudah berubah bentuk meski digunakan di berbagai aktivitas sehari-hari.

Namun, apabila tujuan utama kamu untuk investasi emas, memilih emas berkadar yang lebih tinggi, seperti emas 24 karat adalah pilihan yang lebih bijak.

Pasalnya, emas 24 karat mempunyai kadar kemurnian yang nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan emas 585 atau emas 14 karat ini.

Nilainya juga lebih mengikuti pergerakan harga emas daripada emas perhiasan yang masih dipengaruhi oleh biaya desain dan ongkos pembuatan.

Karena itu, para investor lebih banyak memilih emas 24 karat sebagai instrumen investasi jangka panjang, baik emas batangan fisik maupun digital.

Kamu pun bisa mulai untuk melakukan investasi emas 24 karat secara bertahap melalui layanan Emas Pegadaian.

Untuk mengakses layanan ini, kamu bisa membuka rekening di kantor cabang Pegadaian terdekat atau secara online melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.

Setelah rekening Emas Pegadaian berhasil terdaftar, kamu bisa melakukan pembelian emas mulai dari Rp10 ribuan saja. Selanjutnya, saldo emas bisa kamu tambah secara bertahap sesuai rencana dan tujuan keuanganmu.

Saldo emas yang terkumpul nantinya bisa kamu manfaatkan sesuai kebutuhan, mulai dari buyback, gadai saldo emas, cetak fisik, maupun transfer ke sesama pemilik rekening Emas Pegadaian.

Jika masih ragu, kamu bisa mencoba fitur Simulasi Emas Pegadaian terlebih dahulu untuk melihat estimasi jumlah dan harga emas yang ingin dibeli.

Sangat fleksibel, bukan? Yuk, melangkah bersama Emas Pegadaian untuk wujudkan rencana investasi emas yang lebih terukur!

Baca juga: Cara Mengetahui Kadar Emas yang Bagus untuk Perhiasan

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved