Apakah Emas Bisa Hilang Nilainya? Simak Dulu Penjelasannya!

Oleh Pegadaian dalam Emas

04 September 2026
Bagikan :
image detail artikel

Jika kamu masih bertanya-tanya apakah nilai emas bisa hilang, jawabannya tergantung pada nilai intrinsik dan harga pasarnya.

Harga emas memang dapat naik turun, tetapi karakteristiknya membuat emas tetap memiliki nilai sebagai aset jangka panjang.

Lalu, apa yang membuat emas tetap bernilai dan bagaimana cara menjaganya? Simak penjelasannya berikut ini.

Apakah Emas Bisa Hilang Nilainya?

Secara intrinsik, emas tetap memiliki nilai karena sifatnya yang langka, tahan lama, dan diakui secara luas.

Meski harganya dapat berfluktuasi, karakteristik tersebut membuat emas tetap menarik sebagai aset jangka panjang. Berikut beberapa alasannya:

1. Jumlah Emas Terbatas

Salah satu alasan emas tetap bernilai adalah jumlahnya yang terbatas dan tidak dapat diproduksi secara massal seperti uang.

Proses pertambangannya membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya, sehingga pasokannya tidak bisa bertambah secara instan.

Karakteristik inilah yang membuat emas memiliki nilai kelangkaan dan tetap diminati sebagai aset.

2. Mendapatkan Pengakuan secara Global

Berbeda dari aset yang nilainya sangat bergantung pada wilayah tertentu, emas telah lama dikenal dan diperdagangkan di berbagai negara.

Logam berharga ini memiliki pasar global sehingga relatif mudah diperjualbelikan ketika pemiliknya membutuhkan dana.

Pengakuan luas ini membuat emas lebih fleksibel sebagai aset dan dapat dimanfaatkan untuk diversifikasi investasi.

3. Disimpan oleh Banyak Bank Sentral sebagai Cadangan

Emas juga menjadi salah satu aset yang disimpan oleh bank sentral berbagai negara sebagai bagian dari cadangan devisa.

Kepemilikan cadangan emas menunjukkan bahwa logam mulia ini masih dianggap memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan aset suatu negara.

Emas juga disimpan oleh bank sentral berbagai negara, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari cadangan devisa untuk menjaga ketahanan aset negara.

4. Bisa Menjadi Lindung Nilai terhadap Inflasi

Inflasi dapat mengurangi daya beli uang, sedangkan emas kerap digunakan sebagai aset lindung nilai karena harganya berpotensi meningkat saat terjadi tekanan ekonomi.

Meski demikian, harga emas tidak selalu naik setiap kali inflasi meningkat. Pergerakannya tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti suku bunga, nilai tukar, kondisi ekonomi, dan sentimen pasar.

5. Tidak Mudah Rusak

Emas memiliki sifat fisik yang tahan terhadap korosi dan tidak mudah rusak seperti kendaraan atau bangunan. Selama disimpan dengan baik, emas dapat bertahan lama tanpa mengalami penurunan kualitas fisik yang signifikan.

Karakteristik tersebut membuat emas cocok sebagai aset jangka panjang, tetapi kemasan, sertifikat, dan kondisi fisiknya tetap perlu dijaga, terutama saat akan dijual kembali.

Baca juga: Prediksi Harga Emas 2026: Apakah Cocok untuk Investasi?

Cara Menjaga Nilai Emas

Menjaga nilai emas bukan hanya soal menunggu harganya naik, tetapi juga memastikan aset tersebut tersimpan dengan baik dan memiliki dokumen yang lengkap. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga nilai emas:

1. Siapkan Tempat Penyimpanan Fisik

Jika menyimpan emas di rumah, gunakan brankas dengan penguncian yang andal dan letakkan di lokasi yang tersembunyi untuk melindunginya dari pencurian maupun kebakaran.

Untuk emas dalam jumlah besar, kamu bisa mempertimbangkan Safe Deposit Box (SDB) di bank yang disewakan secara tahunan.

Di mana pun tempatnya, hindari area lembap agar kemasan dan sertifikat tidak rusak. Penyimpanan yang rapi juga memudahkan kamu memantau kondisi emas secara berkala.

2. Perhatikan Perawatan Fisik Emas

Simpan emas dalam kemasan aslinya untuk melindungi permukaannya dari benturan, goresan, dan paparan udara.

Jika harus dikeluarkan, gunakan kain atau wadah yang lembut dan hindari menyentuh permukaannya secara langsung agar tidak terkena minyak pada kulit.

Simpan juga sertifikat atau nota pembelian di tempat yang kering dan aman, lalu pisahkan emas dari uang tunai atau perhiasan lainnya.

Gunakan wadah khusus berlabel agar penyimpanan lebih rapi, mudah dipantau, dan risiko kehilangan dapat diminimalkan.

3. Pilih Jenis Emas yang Tepat

Untuk tujuan investasi jangka panjang, emas batangan 24 karat umumnya lebih sesuai dibandingkan dengan perhiasan karena memiliki kemurnian tinggi dan lebih mudah diperjualbelikan.

Perhiasan memang memiliki nilai estetika, tetapi biasanya terdapat biaya pembuatan yang dapat memengaruhi harganya saat dijual kembali.

Agar tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga jangka pendek, simpan emas setidaknya selama 3–5 tahun atau sesuaikan dengan tujuan finansialmu.

4. Bertransaksi dengan Cermat

Belilah emas melalui penjual atau platform yang kredibel dan dapat memberikan informasi mengenai keaslian serta kadar emas.

Untuk layanan keuangan seperti Pegadaian, pastikan kamu menggunakan kanal resmi karena Pegadaian merupakan perusahaan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Simpan nota pembelian dan sertifikat di tempat yang terlindungi, lalu pantau harga emas dan harga jual kembali sebelum bertransaksi agar keputusanmu lebih tepat.

Dengan penyimpanan yang andal, pemilihan emas yang tepat, dan transaksi yang cermat, kamu bisa menjaga aset emas tetap bernilai dalam jangka panjang.

Baca juga: Cara Menghitung Harga Emas dengan Kalkulator serta Rumusnya

Cicil Emas Pegadaian, Cara Praktis Miliki Emas Murni Secara Bertahap!

Bagi kamu yang ingin mengumpulkan emas tetapi belum siap menyediakan seluruh dana di awal, Cicil Emas Pegadaian bisa menjadi salah satu pilihan.

Cicil Emas memungkinkan kamu memiliki emas batangan atau emas digital dengan pembayaran secara bertahap dan angsuran tetap.

Selain cicilan tetap meskipun harga emas naik, pelunasan juga dapat dilakukan sewaktu-waktu sehingga kamu memiliki fleksibilitas dalam mengatur pembayaran.

Cicil Emas menyediakan emas 24 karat bersertifikat SNI/LBMA dengan jaminan jual kembali di Galeri 24. Pilihannya tersedia dalam skema Personal, Kolektif, dan Arisan.

Agar mendapatkan gambaran keuntungannya, berikut simulasi berdasarkan harga emas per 19 Agustus 2026 sebesar Rp 2.645.000 per gram:

  • Denom emas: 10 gram.
  • Harga emas: Rp26.450.000.
  • Merek emas: Galeri 24.
  • Sewa modal: 0,92% × taksiran emas / bulan.
  • Uang muka 15%: Rp3.967.500.
  • Biaya admin: Rp50.000.


Sisa pembiayaan:
= Harga emas - uang muka
= Rp26.450.000 - Rp3.967.500
= Rp22.482.500

Pokok angsuran per bulan:
= Rp22.482.500 ÷ 12 bulan
= Rp1.873.541 per bulan

Sewa modal per bulan:
= Rp26.450.000 × 0,92%
= Rp243.340 per bulan

Total angsuran per bulan:
= Rp1.873.541 + Rp243.340
= Rp2.116.882 per bulan

Kamu juga bisa menggunakan fitur Simulasi Cicil Emas untuk membantu menghitung estimasi pembayaran sesuai dengan kemampuan finansialmu.

Jika tertarik untuk membeli emas dengan sistem cicil di Pegadaian, kamu bisa mengajukannya melalui aplikasi Tring! by Pegadaian dengan memilih menu Cicil Emas, lalu menentukan jenis emas, denom, tenor, outlet, dan metode pembayaran.

Namun, apabila lebih nyaman bertransaksi secara langsung, pengajuan Cicil Emas juga dapat dilakukan melalui kantor cabang Pegadaian terdekat.

Jadi, yuk maksimalkan strategi keuanganmu dengan lebih terencana melalui diversifikasi lewat Cicil Emas Pegadaian!

Baca juga: Cicil Emas Pegadaian: Syarat, Tata Cara, & Keuntungannya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved