Mutasi Rekening: Pengertian, Fungsi, dan Cara Memeriksanya

Oleh Pegadaian dalam Edukasi

13 October 2026
Bagikan :
image detail artikel

Jika kamu ingin memahami arus keuangan pribadi, mutasi rekening adalah catatan penting yang perlu kamu periksa.

Dengan rutin mengecek mutasi rekening, kamu bisa memantau transaksi (uang keluar dan masuk), mengevaluasi pengeluaran, serta mengelola keuangan secara lebih terarah.

Lantas, apakah kegunaan mutasi rekening hanya sebatas pengecekan riwayat transaksi? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan dalam artikel ini!

Apa Itu Mutasi Rekening?

Sederhananya, mutasi rekening menggambarkan berbagai aktivitas keuangan yang membuat saldo rekening berubah selama rentang waktu tertentu, baik karena menerima maupun mengeluarkan dana.

Dana yang masuk disebut kredit. Sedangkan, dana keluar dinamakan debit. Beberapa istilah yang umum ditemukan saat membaca mutasi rekening adalah sebagai berikut:

  • Debit (D): Menunjukkan transaksi yang membuat dana di rekening berkurang, misalnya pembayaran atau penarikan.
  • Kredit (K): Menunjukkan adanya dana yang masuk dan menambah saldo rekening, seperti transfer atau penerimaan gaji.
  • Saldo/Balance: Memperlihatkan sisa dana setelah transaksi tersebut diperhitungkan.


Selain istilah umum tersebut, mutasi rekening biasanya mencantumkan beberapa informasi lain, seperti waktu transaksi dilakukan dan keterangan atau deskripsi, berupa jenis atau catatan transaksi.

Kegunaan Mutasi Rekening

Tidak hanya mengecek saldo, mutasi rekening juga dapat membantu kebutuhan finansial dan administrasi. Berikut beberapa kegunaan lainnya dari mutasi rekening yang penting diketahui:

  • Meninjau pola keuangan pribadi: Riwayat transaksi dapat membantu mengevaluasi kebiasaan penggunaan uang, mulai dari kebutuhan rutin hingga pengeluaran yang sering tidak disadari.
  • Memastikan pembayaran: Kamu dapat mengecek apakah uang dari pelanggan, rekan kerja, atau pihak lain sudah benar-benar diterima.
  • Membantu pengajuan fasilitas keuangan: Dalam kondisi tertentu, riwayat transaksi dapat menjadi dokumen pendukung saat mengajukan kredit atau untuk kebutuhan administratif seperti visa.
  • Mendukung pencatatan bisnis: Pemilik usaha dapat mencocokkan transaksi di rekening dengan pembukuan agar pemasukan dan pengeluaran lebih mudah ditelusuri.
  • Menemukan aktivitas yang tidak biasa: Pemeriksaan berkala dapat membantu kamu mengenali transaksi yang tidak pernah kamu lakukan atau potongan yang tidak sesuai.
  • Menjadi arsip transaksi: Riwayat rekening dapat membantu saat kamu perlu menelusuri pembayaran atau menunjukkan bahwa suatu transaksi pernah terjadi.
  • Memantau biaya perbankan: Potongan administrasi, biaya transfer, dan transaksi lain yang dibebankan oleh bank dapat diketahui melalui riwayat rekening.


Dengan berbagai fungsi tersebut, rutin memeriksa mutasi rekening bisa menjadi bagian dari kebiasaan mengelola keuangan yang baik.

Baca juga: Apa Itu Reversal Rekening? Ini Arti dan Proses Terjadinya

Cara Memeriksa Mutasi Rekening

Jika kamu hanya ingin mengecek mutasi rekening, terdapat berbagai cara yang bisa diterapkan, seperti melalui ATM, internet banking, mobile banking, hingga mencetak buku tabungan.

Mekanisme yang ditetapkan pada setiap bank dapat berbeda, tetapi alurnya umumnya adalah sebagai berikut:

1. Lewat ATM

Cara ini praktis untuk melihat transaksi terbaru, meskipun jumlah riwayat yang tersedia biasanya terbatas. Berikut langkah-langkahnya:

  • Masukkan kartu ATM dan PIN.
  • Pilih menu “Transaksi Lainnya” atau “Informasi Rekening”.
  • Pilih “Mutasi Rekening/Riwayat Transaksi”.
  • Pilih rekening jika tersedia lebih dari satu.
  • Lihat atau cetak mutasi sesuai dengan fasilitas ATM.
  • Ambil kembali kartu dan struk sebelum meninggalkan mesin.


Saat memasukkan PIN, tutupi keypad untuk menjaga keamanan. Jika membutuhkan cek riwayat yang lebih panjang, gunakan internet banking atau mobile banking.

2. Melalui Internet Banking

Kalau kamu lebih sering menggunakan laptop atau browser, riwayat rekening juga bisa ditelusuri melalui internet banking. Tahapannya secara umum seperti berikut:

  • Buka situs internet banking resmi dan login.
  • Pilih menu “Informasi Rekening/Rekening Saya”.
  • Pilih “Mutasi Rekening/Riwayat Transaksi/Rekening Koran”.
  • Pilih rekening yang ingin diperiksa.
  • Tentukan periode transaksi, misalnya 7 hari terakhir atau rentang tanggal tertentu.
  • Klik “Tampilkan/View” untuk melihat riwayat.
  • Pilih “Download/Export” jika membutuhkan file PDF, Excel, atau CSV.


3. Via Mobile Banking

Bagi kamu yang ingin mengecek transaksi langsung dari HP, mobile banking biasanya menjadi pilihan yang praktis. Ikuti alur umumnya sebagai berikut:

  • Buka aplikasi mobile banking resmi dan login.
  • Pilih menu “Rekening/Rekeningku/Informasi Rekening”.
  • Masuk ke “Mutasi/Riwayat Transaksi”.
  • Pilih periode transaksi yang ingin dilihat.
  • Periksa daftar uang masuk dan keluar.
  • Pilih “Unduh PDF/Download/Bagikan” untuk menyimpan dokumen, jika tersedia.
  • Masukkan PIN transaksi jika aplikasi memintanya.


Dengan mobile banking, kamu juga bisa memantau transaksi masuk dan keluar tanpa perlu datang ke kantor cabang.

4. Dengan Cetak Buku Tabungan

Jika kamu membutuhkan catatan dalam bentuk fisik, pencetakan melalui kantor cabang bisa menjadi alternatif. Prosesnya dapat dilakukan dengan tahapan berikut:

  • Bawa buku tabungan dan identitas yang masih berlaku.
  • Siapkan kartu ATM jika bank memerlukannya.
  • Datang ke cabang yang menyediakan layanan tersebut.
  • Sampaikan kepada petugas bahwa kamu ingin memperbarui atau mencetak catatan transaksi.
  • Ikuti proses verifikasi sesuai ketentuan bank.
  • Tentukan periode transaksi yang dibutuhkan.
  • Setelah selesai, periksa kembali hasil cetakan untuk memastikan informasi yang diperlukan sudah tercantum.


Saat ini, beberapa bank juga menyediakan mesin cetak mandiri. Jika tersedia, kamu dapat mengikuti petunjuk di mesin tanpa perlu mengantre di customer service.

Baca juga: Apakah Saldo Tabungan Emas Mengikuti Harga Emas Dunia?

Bangun Aset Masa Depan bersama Emas Pegadaian

Demikian pembahasan mengenai mutasi rekening, mulai dari pengertian, kegunaan, hingga cara memeriksanya.

Dengan rutin mengecek transaksi, kamu dapat mengetahui ke mana uang digunakan dan mengurangi risiko pengeluaran yang tidak terkontrol.

Setelah arus kas finansial lebih tertata, dana yang masih tersedia dapat dialokasikan secara bertahap untuk membangun aset. Salah satunya, yaitu melalui Emas Pegadaian.

Layanan tersebut memungkinkanmu menabung emas secara berkala sesuai dengan kemampuan. Pembelian bisa dimulai dari Rp10 ribuan dengan opsi pembayaran yang fleksibel.

Dana yang disetorkan langsung dikonversi menjadi gram emas berdasarkan harga pasar pada hari transaksi. Dengan begitu, saldo akan tercatat dalam bentuk gram emas, bukan rupiah.

Layanan ini dapat diakses secara mandiri melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat.

Pegadaian menerapkan bebas biaya untuk pembukaan rekening emas di aplikasi Tring! by Pegadaian. Nantinya, buku tabungan dapat diambil di cabang pendaftaran sesuai ketentuan.

Namun, jika bertransaksi di outlet, maka dikenakan biaya Rp10.000. Selain itu, nasabah perlu menyiapkan biaya pengelolaan rekening sebesar Rp30.000 per tahun.

Nah, untuk membantu dalam menghitung kebutuhan menabung emas, cobalah manfaatkan juga fitur Simulasi Emas Pegadaian.

Jadi, cek mutasi rekening secara rutin dan kelola keuangan lebih baik dengan memanfaatkan uang dingin untuk investasi yang lebih terarah melalui Emas Pegadaian.

Baca juga: Memahami Rekening Koran, Isi, Fungsi, Hingga Cara Cetaknya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved