Cara Investasi di Pegadaian untuk Pemula, Mudah dan Efisien!

Cara investasi di Pegadaian kini semakin diminati karena banyak orang ingin mulai menanam modal pada instrumen berharga, tetapi masih belum memiliki modal yang besar.
Tidak sedikit juga yang bingung harus mulai dari mana, terutama jika belum pernah mencoba investasi sebelumnya.
Di tengah kondisi tersebut, Pegadaian yang selama ini identik dengan gadai ternyata juga menyediakan layanan investasi yang mudah diakses oleh masyarakat.
Prosesnya praktis, tersedia secara offline maupun online, dan cocok untuk pemula yang ingin mulai membangun kebiasaan investasi secara bertahap. Ini penjelasan lengkapnya.
Investasi Apa di Pegadaian?
Pilihan investasi di Pegadaian yang paling populer adalah investasi emas. Emas banyak dipilih karena dianggap lebih stabil dibandingkan aset yang fluktuasinya tinggi, seperti saham atau kripto.
Banyak pemula memilih investasi emas di Pegadaian karena bisa dimulai dari nominal yang kecil. Selain itu, risiko emas juga lebih mudah dipahami dan cocok untuk tujuan jangka menengah hingga jangka panjang.
Pegadaian juga memiliki cabang yang tersebar luas serta layanan digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Ditambah lagi, Pegadaian merupakan lembaga berizin resmi yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
1. Tabungan Emas
Tabungan Emas cocok untuk pemula yang ingin mulai berinvestasi secara fleksibel. Layanan ini memungkinkan kamu membeli emas mulai dari Rp10 ribuan dengan jaminan emas 24 karat.
Biaya pengelolaan rekening juga cukup ringan, yaitu sekitar Rp30 ribu per tahun sehingga emas tersimpan aman di Pegadaian.
Selain itu, emas yang kamu tabung juga dapat dijual, digadai, atau ditransfer kepada sesama pemilik Tabungan Emas.
Syarat pembukaannya cukup sederhana, yaitu memiliki identitas yang masih berlaku seperti KTP atau paspor serta mengisi formulir pembukaan rekening.
Setelah rekening aktif, transaksi dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat.
Langkah pembelian emas lewat aplikasi cukup mudah. Kamu hanya perlu memilih menu emas, masuk ke halaman pembelian Tabungan Emas, memilih rekening penerima, memasukkan nominal pembelian, lalu menyelesaikan pembayaran.
Saldo Tabungan Emas yang terkumpul nantinya juga dapat dicetak menjadi emas batangan bersertifikat resmi dengan pecahan mulai dari 1 gram hingga 1.000 gram, tergantung pada jumlah saldo yang dimiliki.
2. Setor Fisik Emas
Layanan Setor Fisik Emas memungkinkan nasabah menambah saldo Tabungan Emas menggunakan emas batangan yang dimiliki, yang berasal dari Antam, UBS, Galeri24, dan Lotus Archi.
Nasabah harus memiliki rekening Tabungan Emas yang aktif dan dapat menyetorkan emas mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram per transaksi.
Kondisi emas juga harus masih baik agar dapat diproses oleh petugas Pegadaian dengan datang ke kantor cabang terdekat.
Lakukan pengisian formulir, lalu serahkan emas kepada petugas untuk ditaksir. Setelah proses selesai, nilai emas akan dikonversi menjadi saldo Tabungan Emas.
Saldo tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain seperti gadai emas atau Deposito Emas agar berpotensi mendapatkan imbal hasil tambahan.
Baca juga: Perbedaan Trading dan Investasi yang Wajib Diketahui
3. Deposito Emas
Deposito Emas adalah layanan investasi emas yang disimpan dan dikelola oleh Pegadaian, dengan tambahan imbal hasil berupa gram emas.
Layanan ini cocok untuk kamu yang ingin menyimpan emas dalam jangka waktu tertentu. Tenornya juga fleksibel, mulai dari 6, 9, hingga 12 bulan dengan minimal pengajuan sebesar 5 gram emas.
Untuk mengajukan Deposito Emas, nasabah harus memiliki rekening Tabungan Emas. Pengajuan dilakukan langsung melalui aplikasi Tring! by Pegadaian dengan memilih rekening, tenor, dan jumlah saldo emas yang akan didepositokan.
Imbal hasil akan dibayarkan setiap awal bulan dalam bentuk tambahan gramasi emas ke rekening utama Tabungan Emas. Saat ini, imbal hasil Deposito Emas dikenakan pajak deposito sebesar 20 persen.
4. Cicil Emas
Cicil Emas menjadi pilihan bagi kamu yang ingin memiliki emas secara bertahap dengan sistem pembayaran tetap. Tersedia fitur personal, kolektif, arisan, hingga manfaat asuransi.
Menariknya, nilai cicilan tidak berubah meskipun harga emas sedang naik karena nilainya sudah ditetapkan sejak awal akad.
Layanan ini menyediakan emas 24 karat bersertifikat dan dapat diajukan melalui cabang Pegadaian maupun aplikasi Tring! by Pegadaian.
Keunggulan lainnya adalah bebas penalti jika ingin melunasi lebih cepat. Bahkan, nasabah dapat memperoleh diskon sewa modal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Setelah lunas, emas yang kamu miliki dapat diambil atau langsung digadai kembali jika kamu membutuhkan dana tunai.
Baca juga: Cara Investasi Emas di Pegadaian Beserta Keuntungannya
Strategi Investasi agar Lebih Optimal
Selain memahami cara investasi di Pegadaian, penting juga menerapkan strategi sederhana agar investasi emas berkembang secara konsisten. Berikut tips yang bisa kamu terapkan:
1. Gunakan Metode "Setor Rutin"
Metode setor rutin membantu kamu membeli emas secara berkala tanpa harus menunggu harga turun. Strategi ini juga membantu membangun kebiasaan investasi yang disiplin dan lebih stabil dalam jangka panjang.
2. Hindari FOMO Harga Emas
Jangan membeli emas hanya karena ikut tren atau takut ketinggalan momen. Fokuslah pada tujuan investasi jangka panjang agar keputusan investasi tetap rasional.
3. Manfaatkan Aplikasi Tring! by Pegadaian
Aplikasi Tring! by Pegadaian memudahkanmu untuk mengecek harga emas, melakukan transaksi online, memantau aset, hingga mengakses berbagai layanan digital lainnya dalam satu aplikasi.
Melalui aplikasi ini, kamu bisa menabung emas, mencicil emas, hingga menggadaikan emas dengan proses registrasi yang cepat dan praktis. Semua layanan dirancang agar kamu dapat mencapai tujuan finansial kapan saja dan di mana saja.
Kesalahan Investasi yang Sering Dilakukan Pemula
Untuk memastikan kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama, berikut beberapa hal yang perlu dihindari saat mulai berinvestasi.
1. Tidak Memahami Produk Investasi
Jangan membeli instrumen investasi hanya karena ikut-ikutan. Pahami dulu cara kerja, risiko, dan tujuan investasinya sebelum mulai membeli.
2. Tidak Memiliki Tujuan Finansial
Investasi tanpa tujuan membuat seseorang mudah mengubah strategi. Tentukan target yang jelas, seperti dana pendidikan, rumah, atau persiapan masa depan.
3. Mengabaikan Dana Darurat
Sebelum mulai berinvestasi, pastikan kamu memiliki dana darurat. Hindari menggunakan uang kebutuhan pokok untuk berinvestasi.
4. Tidak Diversifikasi
Menaruh seluruh dana pada satu instrumen saja dapat meningkatkan risiko kerugian. Diversifikasi membantu menjaga kestabilan investasi.
5. Panic Selling Saat Harga Turun
Harga investasi pasti mengalami fluktuasi. Jangan langsung panik menjual aset saat harganya turun karena investasi membutuhkan perspektif jangka panjang.
Memahami cara berinvestasi di Pegadaian bisa menjadi langkah awal yang tepat untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih baik.
Dengan layanan yang fleksibel dan mudah diakses, kamu bisa mulai berinvestasi emas sesuai kebutuhan dan kemampuanmu.
Melalui layanan digital Tring! by Pegadaian maupun cabang yang tersebar luas, Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati untuk terus membantu masyarakat berinvestasi dengan lebih praktis.
Baca juga: Investasi Syariah: Jenis, Manfaat, dan Cara Memulainya
Berita dan Artikel Lainnya

Edukasi
Cek Cara Tukar Poin di Tring! by Pegadaian dan Keuntungannya
Mau tau cara mendapatkan keuntungan tambahan dari setiap transaksi di Tring!? Simak cara tukar poin di Tring! by Pegadaian pada artikel ini!

Edukasi
Simak Pertanyaan Seputar Gadai Elektronik di Pegadaian, Yuk!
Bukan cuma emas, kamu juga bisa gadaikan barang elektronik lewat layanan Gadai Elektronik di Pegadaian. Simak informasi lengkapnya di sini!

Edukasi
8 Tips Pengajuan Gadai BPKB Mobil di Pegadaian, Yuk Coba!
Tips pengajuan gadai BPKB mobil di Pegadaian agar diterima cukup beragam, seperti mengenal produk pinjaman dan memahami syarat. Simak selengkapnya di sini!
