Prediksi Harga Emas JP Morgan & Faktor yang Memengaruhinya

Proyeksi harga emas selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas di dunia investasi. Aset ini memiliki kestabilan nilai yang membuatnya banyak diminati investor.
Mengetahui pergerakan harganya dapat membantu pengambilan keputusan investasi dengan tepat. Di antara proyeksi tersebut, prediksi harga emas JP Morgan dapat dijadikan sebagai acuan untuk para investor.
Seperti apa peningkatan dan penurunan nilai emas menurut JP Morgan? Mari simak pembahasan lebih lanjutnya di bawah ini.
Prediksi Harga Emas Menurut JP Morgan
JP Morgan kembali optimis terhadap prospek harga emas global. Menurutnya, pada pertengahan 2026 nanti harga emas dunia diproyeksi bisa mencapai rata-rata $4.500 USD/ons.
Angka tersebut setara Rp73.000.000 dengan kurs Rp16.200 per dolar AS. Prediksi ini dilandaskan pada peningkatan permintaan fisik yang solid dari bank sentral.
Dana investasi berbasis emas (Exchange-Traded Funds/ETF) pun juga cenderung stabil, bahkan meningkat, di tengah ketidakpastian prospek perekonomian global.
Jika melihat pada prediksi harga emas JP Morgan di atas, bisa dikatakan bahwa minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai di tengah ekonomi global yang tidak pasti sangatlah tinggi.
Dalam sebuah catatan, Morgan Stanley mengungkap bahwa pergerakan baru-baru ini membawa emas masuk ke zona overbought berdasarkan Indeks Kekuatan Relatif (RSI).
Namun, koreksi terakhir telah membawanya kembali ke tingkat yang lebih sehat. Kemungkinan besar dapat memperbaiki (menata ulang) posisi pasar.
Harga emas sendiri diketahui telah melonjak sepanjang tahun ini lebih dari 54% hingga melampaui sejumlah rekor tertinggi pada 2025.
Termasuk, puncak terbarunya pada 20 Oktober lalu di angka $4.381,21 AS per ons atau sekitar Rp71.000.000. Hanya saja, harganya terkoreksi lebih dari 8% sejak saat itu.
JP Morgan percaya bahwa masih terdapat peluang untuk kenaikan harga emas lebih lanjut meskipun telah meningkat secara signifikan pada 2025.
Diprediksi bahwa pembelian emas oleh ETF akan terus berlanjut seiring pasar memasuki siklus pemotongan suku bunga global The Fed.
Sementara itu, bank sentral masih akan melakukan transaksi pembelian emas walaupun lajunya lebih moderat dan permintaan terhadap perhiasan diprediksi tetap stabil.
Prediksi harga emas JP Morgan memang dinilai positif, namun Morgan Stanley mengingatkan untuk selalu hati-hati sebab risiko penurunan harga masih ada, salah satunya potensi volatilitas.
Risiko ini bisa memengaruhi bank sentral dalam menetapkan kebijakan untuk mengurangi cadangan emasnya atau membuat para investor beralih ke aset lain.
Baca juga: Harga Emas Melemah, Ini Penyebabnya
Faktor yang Memengaruhi Harga Emas
Berdasarkan pandangan dari Gregory Shearer selaku Kepala Strategi Logam Dasar dan Mulia di JP Morgan, harga emas yang meningkat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:
1. Siklus Pemotongan Suku Bunga The Fed
Siklus penurunan suku bunga pada 2024-2025 telah dimulai oleh Federal Reserve. Suku bunga global yang lebih rendah cenderung membuat emas lebih atraktif dari aset lain, sebab:
- Meningkatkan ekspektasi laju inflasi.
- Menurunkan yield obligasi sebagai kompetitor emas.
- Melemahkan posisi dolar AS.
Menurut prediksi CME FedWatch Tool, suku bunga The Fed akan terus turun hingga akhir 2026 dengan kisaran 3,25% hingga 3,50%.
2. Lindung Nilai Penurunan Nilai Mata Uang
Berdasarkan data BIS (Bank for International Settlements), utang global saat ini telah mencapai rekor tertinggi, yaitu total di atas $300 triliun.
Hal tersebut membuat kekhawatiran terhadap penurunan nilai mata uang fiat kian meningkat. Belum lagi, adanya kebijakan moneter yang ekspansif.
Sebagai aset yang tidak dapat dicetak maupun dimanipulasi, dalam hal ini emas akhirnya menjadi lindung nilai (hedge) ideal.
Mengenai penguatan harga emas, JP Morgan menilai bahwa tren pergerakan dolar AS yang terjadi bukan semata-mata karena pelemahan dolar, tetapi lebih mengarah ke diversifikasi dolar.
Bank investasi asal AS ini menyoroti para pemegang aset-aset AS di luar negeri yang secara bertahap mengalihkan sebagian kecil investasinya ke aset safe haven, yakni emas.
Sejalan dengan hal tersebut, bank sentral global juga mulai meningkatkan cadangan emas guna mengurangi ketergantungan terhadap satu mata uang.
3. Kekhawatiran Independensi The Fed
Survei dari Reuters menyatakan bahwa 45% ekonom khawatir terkait independensi Federal Reserve, khususnya potensi intervensi politik yang mungkin berpengaruh ke kebijakan moneter.
Situasi yang tidak pasti seperti ini kemudian mendorong para investor untuk mencari aset lebih aman, seperti emas. Pasalnya, nilai emas tetap stabil di tengah gejolak ekonomi dan politik.
4. Kekhawatiran Stagflasi
Stagflasi merupakan perpaduan antara pertumbuhan ekonomi yang stagnan dengan tingkat inflasi tinggi. Kondisi ini dapat dikatakan sebagai mimpi buruk bagi para investor.
Risiko stagflasi perekonomian global menurut analisis ekonom dari Morgan Stanley dan Goldman Sachs pada 2026-2027 masih cukup tinggi.
Dalam kondisi ini, emas adalah pilihan aset yang ideal. Pasalnya, instrumen tersebut memiliki histori performa terbaik, seperti yang telah terjadi pada era 1970-an.
Demikian informasi mengenai prediksi harga emas JP Morgan beserta faktor-faktor yang memengaruhi penguatan harga tersebut
Terus pantau pergerakan harga emas secara rutin setiap hari. Informasinya bisa diakses melalui situs resmi Pegadaian atau aplikasi Tring! by Pegadaian.
Dengan demikian, nasabah bisa mengikuti update harga emas terkini. Pengecekan harga emas terbaru di aplikasi ini dapat dilihat menurut harga jual dan beli,
Informasinya disajikan dengan kurun waktu, mulai dari 7 hari, 1 bulan, 3 bulan, hingga setahun. Cara menggunakan Tring! by Pegadaian untuk memantau harga emas tidak sulit.
Cukup unduh aplikasi dan lakukan pendaftaran akun. Setelah akun aktif, buka bagian “Lihat Menu Emas Lainnya” di halaman utama aplikasi.
Gulir ke bawah sampai menemukan grafik data harga beli dan jual emas. Baca informasi mengenai pergerakan harganya dengan saksama.
Selain pergerakan harga emas, Tring! by Pegadaian juga menyediakan layanan bank emas, yaitu Tabungan Emas dan Deposito Emas.
Aplikasi Tring! by Pegadaian sudah berizin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, tidak perlu khawatir lagi terkait keamanan maupun keakuratan informasi yang disediakan.
Untuk mengakses Tring! by Pegadaian, cukup unduh di App Store atau Play Store dan lakukan pendaftaran sesuai dengan ketentuan. Mari optimalkan peluang keuangan dengan investasi emas di Pegadaian.
Baca juga: Memahami Pengaruh Perang Terhadap Harga Emas di Pasar
Berita dan Artikel Lainnya

Berita
PT Pegadaian Meningkatkan Komitmen Tata Kelola melalui Pengukuran Maturitas GRC
PT Pegadaian Meningkatkan Komitmen Tata Kelola melalui Pengukuran Maturitas GRC

Berita
Menjadi Kartini Menginspirasi, Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women’s Inspiration Awards 2025
Menjadi Kartini Menginspirasi, Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women’s Inspiration Awards 2025

Berita
Buah Sukses Program Transformasi Sekolah, Pegadaian Raih Penghargaan “Program Paling Berkelanjutan” di Rangkaian Peringatan Hardiknas
Buah Sukses Program Transformasi Sekolah, Pegadaian Raih Penghargaan “Program Paling Berkelanjutan” di Rangkaian Peringatan Hardiknas
