Pegadaian Perkuat Komitmen Hijau dengan Program Pengelolaan Limbah

Sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap keberlanjutan, Pegadaian tidak hanya berfokus pada layanan finansial, tetapi juga menghadirkan program peduli lingkungan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui pengelolaan limbah dan inisiatif hijau, Pegadaian berupaya mengurangi dampak operasional sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif menjaga bumi.
Mari mengulas lebih jauh strategi serta capaian Pegadaian dalam mewujudkan keberlanjutan melalui pengelolaan limbah dan inisiatif lingkungan.
Bagaimana Strategi Pegadaian dalam Mengatasi Limbah?
Dalam kegiatan operasional sehari-hari, Pegadaian menghasilkan dua jenis limbah, yaitu limbah B3 dan non-B3 dengan cakupan sebagai berikut:
- Limbah B3: Oli bekas, aki bekas dari kendaraan operasional, limbah elektronik yang tidak lagi digunakan, hingga botol kimia dan pengharum ruangan.
- Limbah non-B3: Berasal dari aktivitas perkantoran, seperti sampah kertas, limbah dapur, dan sampah domestik lainnya.
Untuk pengelolaan limbah B3, Pegadaian bekerja sama dengan pihak ketiga berizin resmi yang dua kali dalam setahun melakukan pengangkutan, sehingga limbah berbahaya dapat dikelola secara aman.
Sementara itu, limbah non-B3 dikelola melalui program daur ulang yang melibatkan Bank Sampah binaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pegadaian.
Pada tahun 2024, dari total 445,92 ton sampah non-B3, sekitar 298,4 ton berhasil didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomis. Upaya ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga memperkuat peran masyarakat dalam ekonomi sirkular.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Pegadaian juga menghadirkan program unggulan Memilah Sampah Menabung Emas (MSME).
Dari Sampah Jadi Emas: Program Memilah Sampah Menabung Emas (MSME)
Melalui program Memilah Sampah Menabung Emas (MSME), Pegadaian menghadirkan solusi inovatif yang menghubungkan pengelolaan sampah dengan inklusi keuangan.
Melalui program ini, masyarakat dapat menukarkan sampah anorganik yang sudah dipilah menjadi saldo Tabungan Emas Pegadaian.
Tujuannya bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan dan memberikan manfaat finansial.
Pelaksanaan MSME mendapat dukungan dari Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) dengan penerapan prinsip 5R (Reuse, Reduce, Recycle, Replace, dan Replant) sehingga program lebih terarah dan berkelanjutan.
Beberapa kegiatan utama yang dijalankan dalam program MSME antara lain:
- Pendampingan lebih dari 425 Bank Sampah di berbagai daerah Indonesia.
- Edukasi literasi keuangan dan investasi emas untuk masyarakat.
- Gerakan Green Life Action Movement (GLAM) bagi karyawan Pegadaian.
- Dukungan sarana dan prasarana bagi Bank Sampah binaan.
- Ajang lomba inovasi untuk mendorong ide kreatif pengelolaan sampah.
- Pengembangan berbagai inovasi pengelolaan sampah berbasis komunitas.
- Pemberian Tabungan Emas sebagai apresiasi untuk partisipasi masyarakat.
Program MSME memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, tercermin dari nilai SROI yang mencapai 1:11,9. Dengan kata lain, setiap Rp1 yang diinvestasikan dalam program ini mampu menghasilkan hampir Rp12 manfaat sosial bagi masyarakat.
Dalam program MSME, sampah yang dipilah masyarakat tidak hanya berhenti sebagai limbah, tetapi bisa berubah menjadi Tabungan Emas. Prosesnya berlangsung melalui beberapa tahap:
- Warga menyerahkan sampah yang sudah dipilah ke Bank Sampah terdekat.
- Petugas Bank Sampah memeriksa dan mengelompokkan kembali jenis sampah yang diterima.
- Sampah kemudian ditimbang agar nilainya bisa ditentukan dengan jelas.
- Hasil penimbangan dicatat dalam bentuk nominal rupiah pada buku Tabungan Sampah milik nasabah.
- Saldo dari Tabungan Sampah dapat dikonversi menjadi Tabungan Emas Pegadaian atas nama nasabah.
Sepanjang tahun 2024, Bank Sampah yang menjadi bagian dari inisiatif MSME berhasil menyerap 6.669 ton sampah dan mengedukasi lebih dari 46.000 masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Capaian ini menunjukkan bahwa program MSME tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga memberikan peluang ekonomi nyata melalui Tabungan Emas.
Dengan mengikuti program ini, masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menabung untuk masa depan.
Pegadaian pun berkomitmen untuk terus memperluas program The Gade Environment agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang merasakan manfaat lingkungan dan finansial sekaligus.
Berita dan Artikel Lainnya

Berita
Pengaduan Konsumen Pegadaian: Cara Mengajukan dan Proses Penanganannya
Pelajari cara menyampaikan pengaduan konsumen di Pegadaian dan bagaimana Pegadaian menindaklanjutinya. Simak di penjelasannya di sini!

Berita
Apa Itu Emas Derivatif? Ini Perbedaannya dengan Emas Fisik
Emas derivatif adalah instrumen kontrak yang mengikuti harga emas global tanpa kepemilikan fisik. Ketahui jenis dan perbedaannya dengan emas fisik di sini

Berita
Januari
Januari
