Mengenal Program Clean and Gold Movement Pegadaian

Permasalahan sampah di Indonesia menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data capaian tahun 2024 dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) yang dihimpun dari 342 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, timbulan sampah mencapai 37,3 juta ton per tahun.
Dari jumlah tersebut, sekitar 67,8% atau setara dengan 25,3 juta ton per tahun merupakan sampah yang tidak terkelola dengan baik.
Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan signifikan antara volume sampah yang dihasilkan dan kapasitas penanganannya.
Dampaknya tidak hanya dirasakan pada kerusakan lingkungan, seperti pencemaran tanah, air, dan udara, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan serta kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.
Agar persoalan ini tidak terus berlanjut, diperlukan pendekatan yang lebih sistematis dan berkelanjutan, bukan hanya melalui pengurangan sampah, tetapi juga melalui edukasi dan keterlibatan masyarakat dalam skala luas.
Sebagai bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Pegadaian menetapkan langkah konkret melalui program Clean and Gold Movement Pegadaian, sebuah inisiatif yang menggabungkan edukasi pengelolaan sampah dengan literasi keuangan, khususnya investasi emas.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai program tersebut, mari simak penjelasannya!
Mengenal Program Clean and Gold Movement Pegadaian
Clean and Gold Movement Pegadaian merupakan program keberlanjutan yang dirancang untuk memperluas edukasi pengelolaan sampah dan meningkatkan kapasitas, jumlah, serta kualitas bank sampah binaan di berbagai daerah.
Salah satu program Environmental, Social, Governance (ESG) dari Pegadaian ini diperkenalkan pada tahun 2023 dengan menargetkan peningkatan jumlah bank sampah binaan hingga mencapai 240 lokasi.
Kemudian, pada tahun 2024, sudah ada pembinaan untuk 425 bank sampah dengan 6.669 ton sampah yang berhasil diserap dan 46.247 masyarakat yang teredukasi oleh bank sampah.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pembentukan bank sampah baru, tetapi juga memberikan pendampingan, pelatihan, dan wadah pengembangan bagi kelompok pengelola sampah yang telah berjalan.
Pada tahun 2024, program keberlanjutan ini menunjukkan perkembangan signifikan, dengan tercatat 425 bank sampah binaan yang aktif, 6.669 ton sampah yang berhasil dikelola, serta 46.247 masyarakat yang memperoleh edukasi terkait pengelolaan sampah.
Peningkatan ini mencerminkan efektivitas program dalam memperluas dampak sosial dan lingkungannya.
Selain rekrutmen bank sampah, program ini juga menghadirkan kompetisi bank sampah tingkat nasional. Kompetisi ini bertujuan menumbuhkan inovasi dan pemberdayaan kelompok di berbagai provinsi.
Bank sampah peserta dapat menunjukkan pendekatan kreatif dalam edukasi, pengelolaan kelembagaan, maupun inovasi produk hasil olahan sampah. Dengan adanya proses ini, program berperan sebagai katalis yang mendorong lahirnya praktik pengelolaan sampah yang lebih adaptif dan aplikatif di tingkat lokal.
Baca juga: Komitmen Pegadaian dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Tujuan Program Clean and Gold Movement Pegadaian
Program ini dirancang dengan beberapa tujuan strategis yang saling berkaitan:
1. Mengembangkan Ekosistem Bank Sampah Binaan Pegadaian
Salah satu tujuan utama program adalah meningkatkan kapasitas serta jumlah bank sampah binaan Pegadaian hingga mencapai 240 unit pada akhir tahun 2023.
Upaya ini dilakukan melalui rekrutmen bank sampah baru serta penyelenggaraan kompetisi tingkat nasional untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan bank sampah di berbagai daerah.
2. Meningkatkan Literasi Pengelolaan Sampah
Clean and Gold Movement Pegadaian bertujuan memperkenalkan konsep bank sampah secara lebih dekat kepada masyarakat.
Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu melakukan pemilahan sampah dari rumah dan berkontribusi terhadap pengurangan volume sampah yang berakhir di TPA.
3. Mendorong Praktik Keberlanjutan di Lingkungan Sosial
Melalui kegiatan edukasi dan kolaborasi komunitas, program ini mengajak masyarakat mengubah perilaku sehari-hari menuju pola hidup yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan ini sekaligus memperkuat peran komunitas sebagai agen perubahan.
4. Meningkatkan Literasi Keuangan Melalui Konsep Memilah Sampah Menabung Emas (MSME)
Melalui integrasi antara pengelolaan sampah dan literasi keuangan, Pegadaian mendorong masyarakat mengenal konsep Memilah Sampah Menabung Emas (MSME).
Sampah yang dikelola dengan benar dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi yang kemudian disalurkan ke Tabungan Emas Pegadaian.
Dengan demikian, masyarakat memperoleh pemahaman bahwa praktik ramah lingkungan juga dapat berkontribusi pada kesejahteraan finansial.
5. Mengembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah
Kompetisi bank sampah tingkat nasional menjadi sarana bagi Pegadaian untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan sampah.
Aspek yang dinilai mencakup inovasi metode edukasi, manajemen kelembagaan, dan produk pengolahan sampah. Program ini memberikan apresiasi kepada peserta dengan hadiah pembinaan bagi puluhan pemenang dari berbagai provinsi.
Baca juga: Pegadaian Wujudkan Keberlanjutan Lewat Efisiensi Energi dan Air
Kompetisi Bank Sampah Tingkat Nasional
Selain membuka rekrutmen, Clean and Gold Movement juga menghadirkan kompetisi bank sampah tingkat nasional. Kompetisi ini memberikan ruang bagi bank sampah dari berbagai provinsi untuk menampilkan keunggulan dan inovasi dalam pengelolaan sampah.
Tujuan kompetisi ini adalah:
- Menemukan model-model pengelolaan bank sampah yang inovatif.
- Mendorong lahirnya “jagoan-jagoan” bank sampah dari seluruh provinsi.
- Menjadi wadah untuk memamerkan inovasi dan keunggulan bank sampah.
Selain itu, penilaian dalam kompetisi berfokus pada kemampuan bank sampah dalam menghadirkan inovasi, meliputi:
- Inovasi Metode Edukasi: Cara bank sampah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah.
- Inovasi Manajemen Kelembagaan: Pengembangan sistem organisasi, tata kelola, dan transparansi operasional.
- Inovasi Produk Pengolahan Sampah: Kreativitas dalam mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomis.
Pegadaian menyediakan hadiah berupa dana pembinaan kepada puluhan pemenang dari seluruh provinsi, serta memberikan apresiasi khusus bagi 10 bank sampah terbaik dari kelompok binaan baru.
Program Clean and Gold Movement Pegadaian menjadi wujud nyata komitmen Pegadaian dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat literasi keuangan masyarakat.
Melalui perluasan bank sampah binaan, edukasi pengelolaan sampah, serta integrasi konsep Memilah Sampah Menabung Emas, program ini memberikan solusi yang menghubungkan upaya pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Inisiatif ini juga menghadirkan ruang kolaborasi yang memungkinkan masyarakat di berbagai daerah terlibat langsung dalam menjaga lingkungan sembari membangun fondasi keuangan yang lebih aman.
Pendekatan tersebut menjadikan pengelolaan sampah tidak hanya sebagai aktivitas ramah lingkungan, tetapi juga sebagai langkah produktif yang memberikan nilai tambah.
Melalui Clean and Gold Movement, Pegadaian secara konsisten menegaskan komitmennya dalam mengEMASkan Indonesia.
Program ini memperluas akses masyarakat terhadap edukasi keberlanjutan, membuka peluang ekonomi baru melalui tabungan emas, serta mendorong hadirnya komunitas-komunitas penggerak yang berkontribusi pada pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Targetkan Net Zero Emission 2062, Pegadaian Jalankan Roadmap & Inisiatif Hijau
Berita dan Artikel Lainnya

Berita
Kebijakan Anti Diskriminasi di Lingkungan Kerja Pegadaian
Melalui Respectful Workplace Policy, Pegadaian tegakkan kebijakan anti diskriminasi dan pelecehan untuk wujudkan lingkungan kerja aman dan saling menghargai.

Berita
Dukung Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Srikandi Pegadaian Gelar Seminar Untuk Perempuan Berdaya
Dukung Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Srikandi Pegadaian Gelar Seminar Untuk Perempuan Berdaya

Berita
PT Pegadaian Kanwil Semarang Jalin Kerjasama Dengan Kejaksaan Negeri Batang
PT Pegadaian Kanwil Semarang Jalin Kerjasama Dengan Kejaksaan Negeri Batang
