Kinerja Pegadaian 2025: Memperkuat Inklusi Keuangan dan Literasi Investasi Emas

Dorong UMKM, Perkuat Digitalisasi, dan Tingkatkan Literasi Investasi Emas
Gorontalo, 18 Desember 2025 — PT Pegadaian melalui Kantor Wilayah V Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku Utara, dan Papua (SulutTengGo Malut Papua) menegaskan peran strategisnya sebagai motor penggerak inklusi keuangan nasional dengan memaparkan kinerja perusahaan sepanjang tahun 2025 di Provinsi Gorontalo. Paparan tersebut disampaikan langsung oleh Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil V, Pratikno, dalam forum Ngobrol Santai (Ngobras)bersama awak media yang digelar di Kota Gorontalo. Dalam forum yang berlangsung terbuka dan konstruktif tersebut, Pratikno menegaskan bahwa Pegadaian tidak hanya mencatatkan pertumbuhan bisnis yang solid, tetapi juga secara konsisten memperluas kontribusi sosial-ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, akselerasi transformasi digital layanan keuangan, serta penguatan literasi investasi emas di masyarakat. “Sepanjang 2025, kinerja Pegadaian menunjukkan pertumbuhan yang signifikan secara year on year. Ini menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Pegadaian sebagai solusi keuangan modern yang aman, inklusif, dan mudah diakses,” ujar Pratikno.
Kinerja Bisnis Solid dan Bertumbuh Signifikan
Kinerja positif Pegadaian Gorontalo tercermin dari pertumbuhan di hampir seluruh lini bisnis utama. Pada segmen gadai, Pegadaian mencatatkan omzet sebesar Rp1,64 triliun, tumbuh 40,81 persen (YoY), dengan jumlah nasabah mencapai 126,5 ribu orang, meningkat 2,10 persen (YoY). Sementara itu, pada bisnis mikro, Pegadaian membukukan omzet sebesar Rp92,5 miliar dengan jumlah nasabah sekitar 7,4 ribu orang sepanjang 2025. Capaian ini mempertegas peran Pegadaian sebagai mitra pembiayaan usaha produktif masyarakat. Pertumbuhan yang tak kalah impresif juga terjadi pada bisnis emas. Produk cicilan emas batangan dan digital mencatat total gramasi mencapai 68 ribu gram. Pada Deposito Emas, tercatat gramasi 7,6 ribu gram dengan 324 nasabah, sedangkan Tabungan Emas membukukan gramasi 55 ribu gram dengan jumlah nasabah sekitar 30 ribu orang. Secara keseluruhan, produk emas Pegadaian di Gorontalo mencatatkan omzet Rp165,5 miliar dengan jumlah nasabah 16,6 ribu orang. “Secara agregat, total omzet Pegadaian di Gorontalo tumbuh 207,9 persen secara year on year, dengan pertumbuhan jumlah nasabah mencapai 121,93 persen. Ini menunjukkan bahwa layanan Pegadaian semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Pratikno.
Dorong UMKM Melalui KUR Fleksi Berbasis Syariah
Dalam paparannya, Pratikno menegaskan komitmen Pegadaian dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis syariah, sesuai mandat pemerintah kepada Pegadaian sebagai lembaga penyalur pembiayaan usaha. Salah satu produk unggulan yang terus didorong adalah KUR Fleksi, skema pembiayaan dengan pola angsuran yang disesuaikan dengan siklus usaha nasabah. Skema ini dinilai sangat relevan dengan struktur ekonomi Gorontalo yang didominasi sektor pertanian dan perikanan. “Melalui KUR Fleksi, angsuran dapat disesuaikan dengan siklus usaha. Pada pertanian jagung, misalnya, panen baru dilakukan sekitar tiga bulan. Selama masa tanam, kemampuan bayar belum optimal, sehingga angsuran dapat dilakukan satu kali setelah panen,” ungkap Pratikno. Plafon pembiayaan KUR Pegadaian dapat mencapai hingga Rp50 juta, dengan penyaluran bertahap melalui sistem graduasi. Selain pembiayaan, Pegadaian juga aktif memberikan edukasi keuangan agar dana yang diterima dimanfaatkan secara produktif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan pelaku usaha.
Akselerasi Digitalisasi Lewat TRing! by Pegadaian
Sejalan dengan agenda transformasi digital nasional, Pegadaian terus memperkuat layanan berbasis teknologi melalui aplikasi TRing! by Pegadaian. Aplikasi ini menjadi platform layanan keuangan digital terintegrasi yang memungkinkan masyarakat mengakses produk Pegadaian secara praktis, aman, dan transparan tanpa harus datang ke outlet. “TRing! by Pegadaian merupakan bagian penting dari transformasi layanan kami. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengakses tabungan emas, cicilan emas, pembayaran angsuran, hingga memantau portofolio keuangan secara real-time,” kata Pratikno. Menurutnya, kehadiran TRing! turut memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi UMKM dan generasi muda yang membutuhkan layanan keuangan digital yang cepat dan terpercaya.
Prospek Harga Emas 2026 Berbasis Kajian Global
Dalam kesempatan yang sama, Pratikno memaparkan prospek harga emas 2026 berdasarkan kajian independen terhadap dinamika ekonomi dan geopolitik global. Menurutnya, pergerakan harga emas akan dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), tensi geopolitik global, serta pergerakan nilai tukar dolar AS. Kajian tersebut merujuk pada laporan World Gold Council, publikasi Federal Reserve, data Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, serta pandangan sejumlah analis internasional.
“Analisis ini bersifat independen dan bukan merupakan pernyataan resmi institusi. Proyeksi harga bukan kepastian, melainkan gambaran kemungkinan yang dapat berubah seiring dinamika global,” tegas Pratikno.
Berdasarkan kajian tersebut, Pratikno memetakan tiga skenario utama pergerakan harga emas pada 2026, yakni:
1. A Shallow Slip — Kenaikan Moderat 5–15 Persen
Skenario A Shallow Slip menggambarkan kondisi ekonomi global yang relatif stabil dengan tingkat inflasi yang mulai terkendali. Dalam situasi ini, The Fed dan bank sentral utama dunia diperkirakan mengambil sikap kebijakan moneter yang berhati-hati, tanpa pelonggaran suku bunga secara agresif. Dolar AS cenderung bergerak stabil, sementara ketegangan geopolitik berada pada level yang masih dapat dikelola. Emas tetap diminati sebagai aset lindung nilai, namun tanpa lonjakan permintaan yang signifikan, sehingga kenaikan harga berlangsung terbatas dan bertahap di kisaran 5–15 persen.
2. The Doom Loop — Kenaikan Tajam 15–30 Persen
Skenario The Doom Loop mencerminkan meningkatnya tekanan global akibat eskalasi konflik geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, krisis utang, atau ketidakpastian kebijakan moneter. Dalam kondisi tersebut, risiko pasar meningkat tajam dan kepercayaan terhadap aset berisiko menurun. Investor global cenderung mengalihkan portofolio ke emas sebagai safe haven utama. Pelemahan dolar AS serta ekspektasi penurunan suku bunga akan semakin memperkuat daya tarik emas, membuka ruang bagi kenaikan harga yang lebih agresif di rentang 15–30 persen.
3. Reflation Return — Potensi Koreksi 5–20 Persen
Skenario Reflation Return terjadi apabila ekonomi global menunjukkan pemulihan yang lebih kuat dari perkiraan, ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang solid serta meredanya ketegangan geopolitik. Kebijakan fiskal dan moneter yang lebih pro-pertumbuhan mendorong investor kembali ke aset berisiko seperti saham dan obligasi. Dalam situasi ini, minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai berpotensi menurun, sehingga harga emas dapat mengalami koreksi di kisaran 5–20 persen, terutama jika suku bunga riil tetap tinggi dan dolar AS kembali menguat.
Selain ketiga skenario tersebut, Pratikno menilai harga emas juga berpeluang bergerak relatif stabil apabila tidak terjadi guncangan signifikan di sektor moneter maupun geopolitik global sepanjang 2026.
Literasi Investasi sebagai Fondasi Keputusan Keuangan
Menutup paparannya, Pratikno menekankan pentingnya peningkatan literasi investasi agar masyarakat mampu memahami peluang dan risiko secara seimbang. Menurutnya, layanan digital seperti TRing! by Pegadaian dapat menjadi sarana pendukung dalam mengelola investasi emas secara lebih terukur dan bertanggung jawab. Melalui TRing!, masyarakat dapat memulai investasi emas dari nominal terjangkau, memantau harga secara real-time, serta mengelola Tabungan Emas, Cicil Emas, Deposito Emas, hingga Gadai Tabungan Emas. Seluruh layanan tersebut telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta tersedia dalam skema konvensional dan syariah. “Setiap keputusan investasi harus disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing individu. Pegadaian hadir untuk mendampingi masyarakat agar semakin cerdas, bijak, dan berdaya secara finansial,” tutup Pratikno.
Berita dan Artikel Lainnya

Berita
Emas Putih dan Emas Kuning Mahal Mana? Ini Perbedaannya
Emas putih dan emas kuning mahal mana? Umumnya emas putih lebih mahal karena proses dan material tambahan. Simak perbedaan lengkapnya berikut ini!

Berita
Bertabur Bintang dan Promo Emas, Pegadaian Gelar Festival Tring! di 12 Kota Se-Indonesia
Bertabur Bintang dan Promo Emas, Pegadaian Gelar Festival Tring! di 12 Kota Se-Indonesia

Berita
Pegadaian Media Awards Kembali Hadir, Siap-Siap Rebut Total Hadiah Ratusan Gram Emas!
Pegadaian Media Awards Kembali Hadir, Siap-Siap Rebut Total Hadiah Ratusan Gram Emas!
